Viral Bayi Manusia Silver, Jika Diteruskan Berisiko Kanker Hingga Kulit Melepuh

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 28 September 2021 | 20:27 WIB
Viral Bayi Manusia Silver, Jika Diteruskan Berisiko Kanker Hingga Kulit Melepuh
Bayi diajak ke jalan jadi manusia silver (instagram)

Suara.com - Dermatologist sekaligus Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Arini Astasari Widodo, Sp.KK ungkap dampak bayi diwarnai silver dan menjadi bayi manusia silver hingga viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, karena kulit bayi yang cenderung lebih sensitif dibanding kulit orang dewasa, bayi silver berisiko mengalami efek jangka pendek maupun jangka panjang.

Sebelumnya, beredar viral di media sosial foto bayi silver. Foto itu memperlihatkan tubuh balita dilumuri cat silver dan diajak mencari uang bersama manusia silver dewasa.

"Cat ada berbagai jenis, mengandung bermacam-macam campuran bahan kimia, sehingga memiliki potensi toksisitas (merusak organ), potensi alergi, potensi iritasi (peradangan) yang berbeda-beda," ujar dr. Arini kepada suara.com, Selasa (28/9/2021).

Adapun dampak jangka pendek yang bisa terjadi, bayi silver berpotensi menyebabkan dermatitis kontak. Dermatitis kontak adalah reaksi peradangan kulit akibat kontak dengan zat tertentu, seperti zat kimia pewarna silver.

"Reaksi dermatitis kontak yang terjadi dapat berupa dermatitis kontak iritan yaitu akibat iritan yang terdapat pada cat tersebut, atau dermatitis kontak alergi yaitu akibat allergen yang terdapat dalam kandungan cat tersebut," terang dr. Arini.

Beberapa gejala dermatitis kontak pada bayi bisa berbahaya, seperti gatal, nyeri, kemerahan, bengkak, kering, pecah-pecah, terkelupas, dan melepuh.

"Reaksi dapat bergantung pada jenis kandungan yang ada dalam cat, konsentrasi zat, jumlah yang diaplikasikan, lama aplikasi, dan kondisi kulit bayi tersebut," paparnya.

"Bayi yang memiliki barrier kulit tentunya lebih berpotensi mengalami masalah kulit yang serius," lanjut dr. Arini.

baca juga

Selain itu, bukan tidak mungkin jika bayi akan mengalami dampak jangka panjang dari zat kimia pewarna silver. Ini karena zat pewarna silver tidak diperuntukan digunakan pada manusia, melainkan digunakan untuk produksi tekstil seperti pakaian, atau benda mati lainnya.

"Beberapa cat, termasuk cat untuk tekstil dapat mengandung bahan-bahan yang memiliki potensi karsinogenik, yaitu kemungkinan dapat mencetuskan keganasan di kemudian hari," jelas dokter yang berpraktik di Bamed Skin Care itu.

Zat karsinogenik adalah zat yang dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker.

Berbagai studi menunjukkan bahwa paparan zat karsinogenik dalam jangka panjang merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Kulit Ungkap Ancaman Kesehatan yang Membayangi Manusia Silver

Dokter Kulit Ungkap Ancaman Kesehatan yang Membayangi Manusia Silver

Health | Selasa, 28 September 2021 | 20:22 WIB

Tenda Pernikahan Warna-warni, Penampakannya Bikin Fotografer Menangis

Tenda Pernikahan Warna-warni, Penampakannya Bikin Fotografer Menangis

Bali | Selasa, 28 September 2021 | 18:33 WIB

Viral Petugas Vaksin Lamongan Jemput Bola hingga ke Tengah Hutan, Warganet: Maksa Banget

Viral Petugas Vaksin Lamongan Jemput Bola hingga ke Tengah Hutan, Warganet: Maksa Banget

Jatim | Selasa, 28 September 2021 | 17:09 WIB

Terkini

Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air

Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air

Kaltim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran Lahan di Pulau Tidung

Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran Lahan di Pulau Tidung

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Nasib UMKM RI: Modal dan Akses Pasar Jadi Tantangan

Nasib UMKM RI: Modal dan Akses Pasar Jadi Tantangan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:38 WIB

iPad Mini OLED Resmi Meluncur, Lebih Tipis dan Tangguh dengan Chip A20 Pro

iPad Mini OLED Resmi Meluncur, Lebih Tipis dan Tangguh dengan Chip A20 Pro

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:38 WIB

7 Manfaat Koran Bekas untuk Kebersihan Rumah yang Jarang Diketahui

7 Manfaat Koran Bekas untuk Kebersihan Rumah yang Jarang Diketahui

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:31 WIB

UMKM Tak Cukup Go Digital, Keamanan Transaksi dan Legalitas Usaha Juga Penting

UMKM Tak Cukup Go Digital, Keamanan Transaksi dan Legalitas Usaha Juga Penting

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Ulasan The Good Son: Rahasia Kelam di Balik Sosok Anak yang Sempurna

Ulasan The Good Son: Rahasia Kelam di Balik Sosok Anak yang Sempurna

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Mahasiswa Unri Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Satgas PKH Dievaluasi

Mahasiswa Unri Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Satgas PKH Dievaluasi

Riau | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:26 WIB

Waspada Hujan Lebat Sore hingga Malam, Semarang Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

Waspada Hujan Lebat Sore hingga Malam, Semarang Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:19 WIB

Sinyal Damai Iran Redam Lonjakan Harga Minyak Dunia

Sinyal Damai Iran Redam Lonjakan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:06 WIB

×