Ahli Sebut Perilaku Manusia Jadi Penyebab Utama Covid-19 Tidak Bisa Hilang

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 28 September 2021 | 22:09 WIB
Ahli Sebut Perilaku Manusia Jadi Penyebab Utama Covid-19 Tidak Bisa Hilang
Ilustrasi virus corona. (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Virus Covid-19 hanya bisa hidup lama dan berkembang biak di dalam tubuh manusia. Oleh sebab itu, mewabahnya virus Corona hingga ke seluruh dunia sebenarnya akibat ulah perilaku manusia sendiri.

Ketua Laboratorium intervensi sosial dan krisis Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Dicky Chresthover, Ph.D., mengatakan bahwa wabah Covid-19 hanya bisa dihentikan dengan perilaku manusia.

"Yang membuat virus ini jadi wabah sebenarnya karena perilaku manusia. Perilaku mobilitas, perilaku tidak bersih, dan perilaku tidak taat protokol kesehatan. Jadi kunci mengatasi wabah ini mengurangi penularan, mengurangi transmisi, adalah bagaimana transmisi manusia," kata Dicky dalam webinar Satgas Covid-19, Selasa (28/9/2021).

Seperti yang terjadi di Indonesia dalam tiga sampai empat bulan terakhir di mana mobilitas masyarakat meningkat akibat adanya libur lebaran dan libur nasional. Beberapa Minggu setelahnya, lonjakan kasus positif terjadi di Indonesia pada periode Juli-Agustus.

Tren lonjakan gelombang kedua itu baru terasa melandai pasca pemerintah memberlakukan pengetatan PPKM sejak awal Juli.

"Memang kita harus menyadari bahwa kunci untuk menangani pandemi iya betul kebijakan, tapi juga kuncinya ada di perilaku manusia, patuh protokol kesehatan, mau divaksinasi," ucapnya.

Meski begitu, Covid-19 juga disebut tidak akan benar-benar hilang. Menurut Ahli Biostatistik Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dr. Iwan Ariawan, meskipun dengan teknologi pembuatan vaksin juga berbagai pengobatan untuk pasien Covid-19, tetap tidak bisa menghilangkan virus Corona SARS COV-2 itu.

"Tidak mungkin kita menghilangkan virus ini. Akan tetapi bukan berarti kita putus asa, dia tetap ada, tapi yang tertular hanya sedikit. Itu yang disebut menjadi endemi. Kita bisa beraktivitas dengan lebih longgar, mungkin tidak bisa seperti sebelum pandemi, bisa melepas masker itu masih lama, tapi kalau kita bisa menekan kasusnya terus kita bisa lebih nyaman dan aman beraktivitas," tuturnya.

Namun akan selalu ada skenario terburuk dalam kondisi apa pun. Dokter Iwan menyampaikan, jika mobilitas tinggi tidak terkendali, ditambah masyarakat tetap abai terhadap protokol kesehatan, maka kondisi terburuk tentu kembali terjadi lonjakan kasus positif lagi.

"Ditambah ada varian baru yang lebih menyebar dari Delta, itu bisa terjadi gelombang tinggi dan puncaknya bisa lebih tinggi dari yang sudah kita alami," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sesak Nafas Usai Disuntik Vaksin, 4 Siswa di Pesisir Selatan Dilarikan ke Puskesmas

Sesak Nafas Usai Disuntik Vaksin, 4 Siswa di Pesisir Selatan Dilarikan ke Puskesmas

Sumbar | Selasa, 28 September 2021 | 21:09 WIB

Belajar dari Singapura, Indonesia Wajib Perketat Perbatasan dan Pintu Masuk Internasional

Belajar dari Singapura, Indonesia Wajib Perketat Perbatasan dan Pintu Masuk Internasional

Health | Selasa, 28 September 2021 | 20:44 WIB

Kasus Konfirmasi Covid-19 di Kaltim Tambah 68, yang Sembuh Ada 176 Orang

Kasus Konfirmasi Covid-19 di Kaltim Tambah 68, yang Sembuh Ada 176 Orang

Kaltim | Selasa, 28 September 2021 | 20:35 WIB

Terkini

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB