Beda dengan Ketombe, Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Masalah Kulit Kepala Kering

Risna Halidi | Suara.com

Senin, 04 Oktober 2021 | 17:43 WIB
Beda dengan Ketombe, Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Masalah Kulit Kepala Kering
Ilustrasi kepala gatal [shutterstock]

Suara.com - Kulit kepala kering merupakan masalah kesehatan kecil. Agak mustahil kulit kepala kering dapat menyebabkan kematian. Tapi masalahnya, problem tersebut dapat menimbulkan rasa tak percaya diri bukan kepalang.

Meski ada beberapa kemungkinan penyebab kulit kepala kering, namun penyebab 'utamanya' adalah karena kulit kepala tidak mendapatkan atau tidak mampu mempertahankan kelembapan.

Saat kulit kepala kering, hal itu dapat menyebabkan iritasi dan pengelupasan. Faktor risiko lain yang dapat memicu atau memperburuk masalah kulit kepala kering termasuk di antaranya udara dingin atau bahkan udara kering, masalah kulit seperti dermatitis atau psoriasis, dan usia tua.

Untuk diketahui juga, masalah kulit kepala kering berbeda dengan ketombe walau sekilas nampak serupa. Dalam dua kasus tersebut, pengidapnya akan dipenuhi bercak kulit mengelupas dari kulit kepala.

Ilustrasi ketombe pada kulit kepala manusia. [Shutterstock]
Ilustrasi ketombe/ kulit kepala kering. [Shutterstock]

Tapi ketombe umumnya disebabkan oleh kulit kepala yang terlalu berminyak. Sementara sampo yang membantu mengatasi ketombe (atau mengontrol minyak) malah bisa memperburuk masalah kulit kepala kering.

Dan jika Anda berpikir Anda mungkin memiliki ketombe, carilah sampo anti-ketombe terbaik yang ditawarkan. Beberapa sampo ketombe terbaik benar-benar dapat membuat rambut jadi lebih halus dan melindungi kulit kepala.

Untuk mengetahui gejala memiliki masalah kulit kepala kering, coba perhatikan apakah Anda memiliki serpihan kecil dan kering yang 'luruh' dari atas kepala?

Ilustrasi Kulit Kepala Gatal. (freepik)
Ilustrasi Kulit Kepala Gatal. (freepik)

Kepala juga cenderung selalu terasa gatal, dan karena garukan berulang, Anda mungkin mengalami luka berkerak di kulit kepala atau kulit menjadi merah atau iritasi.

Sekali lagi, gejala ini sangat mirip dengan ketombe. Perbedaan utama adalah serpihan ketombe cenderung lebih besar dan lebih berminyak. Selain itu, jika rambut Anda terasa berminyak bahkan setelah dicuci, kemungkinan besar itu ketombe dan bukan kulit kepala kering.

Jadi cara terbaik mengatasi ketombe tetap mencari sampo anti-ketombe. Jika Anda ragu apakah bercak putih itu karena masalah kulit kepala atau ketombe, coba konsultasikan dengan dokter atau ahli untuk mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan yang benar.

Untuk produk dengan masalah kulit kepala kering, penting untuk memilih sampo yang dirancang khusus. Sampo untuk kulit kepala kering mengandung bahan-bahan yang memberikan kelembapan kulit kepala dan meredakan gejalanya yang menyakitkan.

Selain itu, sampo juga kadang memiliki sifat antijamur atau antibakteri untuk menyembuhkan kulit pecah-pecah dan mencegah mikroba penyebab gatal membuat rumah di kepala Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Keramas di Malam Hari Bikin Rambut Tidak Sehat? Begini Tiga Faktanya

Benarkah Keramas di Malam Hari Bikin Rambut Tidak Sehat? Begini Tiga Faktanya

Health | Senin, 04 Oktober 2021 | 11:58 WIB

Penggunaan Ganja Sebagai Obat Dipertanyakan Karena Hal Ini

Penggunaan Ganja Sebagai Obat Dipertanyakan Karena Hal Ini

Kaltim | Senin, 04 Oktober 2021 | 09:20 WIB

Peneliti Mempertanyakan Keamanan Ganja sebagai Obat setelah Penemuan Ini, Ada Apa?

Peneliti Mempertanyakan Keamanan Ganja sebagai Obat setelah Penemuan Ini, Ada Apa?

Health | Minggu, 03 Oktober 2021 | 14:45 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB