alexametrics

Penelitian Baru: Vaksin Covid-19 Pfizer 90 Persen Tetap Efektif Selama 6 Bulan

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Penelitian Baru: Vaksin Covid-19 Pfizer 90 Persen Tetap Efektif Selama 6 Bulan
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pexels// Artem Podrez)

Penelitian menemukan vaksin Covid-19 Pfizer 90 persen tetap efektif selama 6 bulan.

Suara.com - Sebuah penelitian telah mengonfirmasi bahwa vaksin Covid-19 Pfizer 90 persen tetap efektif selama lebih dari 6 bulan.

Meskipun risiko tertular virus corona Covid-19 terus meningkat dari waktu ke waktu karena kekebalan tubuh yang melemah, vaksin Covid-19 itu tetap cukup kuat untuk mencegah risiko rawat inap karena virus corona Covid-19.

"Studi kami menegaskan bahwa vaksin Covid-19 tetap efektif dalam mencegah infeksi parah dan rawat inap akibat virus corona Covid-19," kata Dr Sara Tartof, dari asuransi kesehatan Kaiser Permanente di AS dikutip dari The Sun.

Perusahaan medis dan Pfizer mempelajari catatan medis 3,4 juta orang di California. Mereka menemukan 6,6 persen orang yang terkena virus corona Covid-19 antara Desember 2020 dan Agustus 2021, sebanyak 12.130 dari 184.041 orang menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Baca Juga: Ahli Temukan Pil Antivirus untuk Turunkan Risiko Kematian Virus Corona Covid-19

Tetapi, hasilnya tetap membuat pemerintah Inggris memutuskan untuk meluncurkan suntikan booster vaksin Covid-19. Hal itu karena pertahanan dari vaksin Covid-19 terhadap infeksi virus corona tetap akan menurun.

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (pixabay)
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (pixabay)

Studi yang dipublikasikan di The Lancet, menemukan bahwa vaksin Pfizer mampu mencegah 88 persen kasus virus corona Covid-19 selama sebulan setelah suntikan kedua dan hanya memiliki tingkat efektivitas 47 persen setelah 6 bulan.

Lebih dari 22 juta orang di Inggris mendapatkan suntikan vaksin Pfizer dan semua orang di atas usia 50-an. Kini, vaksin Pfizer pun menawarkan suntikan booster.

"Jika tujuan vaksinasi untuk mencegah penyakit dan penyebaran infeksi berkelanjutan, ini menunjukkan perlunya suntikan booster vaksin Covid-19 setelah 6 bulan," kata Profesor Penny Ward, seorang ahli kedokteran di King's College London.

Baca Juga: Selain Vaksin, Australia akan Gunakan Pil Molnupiravir Jadi Obat Anti Virus Corona

Komentar