Penelitian Baru: Vaksin Covid-19 Pfizer 90 Persen Tetap Efektif Selama 6 Bulan

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 05 Oktober 2021 | 20:00 WIB
Penelitian Baru: Vaksin Covid-19 Pfizer 90 Persen Tetap Efektif Selama 6 Bulan
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pexels// Artem Podrez)

Suara.com - Sebuah penelitian telah mengonfirmasi bahwa vaksin Covid-19 Pfizer 90 persen tetap efektif selama lebih dari 6 bulan.

Meskipun risiko tertular virus corona Covid-19 terus meningkat dari waktu ke waktu karena kekebalan tubuh yang melemah, vaksin Covid-19 itu tetap cukup kuat untuk mencegah risiko rawat inap karena virus corona Covid-19.

"Studi kami menegaskan bahwa vaksin Covid-19 tetap efektif dalam mencegah infeksi parah dan rawat inap akibat virus corona Covid-19," kata Dr Sara Tartof, dari asuransi kesehatan Kaiser Permanente di AS dikutip dari The Sun.

Perusahaan medis dan Pfizer mempelajari catatan medis 3,4 juta orang di California. Mereka menemukan 6,6 persen orang yang terkena virus corona Covid-19 antara Desember 2020 dan Agustus 2021, sebanyak 12.130 dari 184.041 orang menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Tetapi, hasilnya tetap membuat pemerintah Inggris memutuskan untuk meluncurkan suntikan booster vaksin Covid-19. Hal itu karena pertahanan dari vaksin Covid-19 terhadap infeksi virus corona tetap akan menurun.

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (pixabay)
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (pixabay)

Studi yang dipublikasikan di The Lancet, menemukan bahwa vaksin Pfizer mampu mencegah 88 persen kasus virus corona Covid-19 selama sebulan setelah suntikan kedua dan hanya memiliki tingkat efektivitas 47 persen setelah 6 bulan.

Lebih dari 22 juta orang di Inggris mendapatkan suntikan vaksin Pfizer dan semua orang di atas usia 50-an. Kini, vaksin Pfizer pun menawarkan suntikan booster.

"Jika tujuan vaksinasi untuk mencegah penyakit dan penyebaran infeksi berkelanjutan, ini menunjukkan perlunya suntikan booster vaksin Covid-19 setelah 6 bulan," kata Profesor Penny Ward, seorang ahli kedokteran di King's College London.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Temukan Pil Antivirus untuk Turunkan Risiko Kematian Virus Corona Covid-19

Ahli Temukan Pil Antivirus untuk Turunkan Risiko Kematian Virus Corona Covid-19

Health | Selasa, 05 Oktober 2021 | 15:22 WIB

Vaksin Covid-19 Spikevax Jadi Sorotan, Waspadai Efek Samping Serius Ini

Vaksin Covid-19 Spikevax Jadi Sorotan, Waspadai Efek Samping Serius Ini

Health | Selasa, 05 Oktober 2021 | 13:30 WIB

Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Sindrom Anal Gelisah, Apa Itu?

Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Sindrom Anal Gelisah, Apa Itu?

Health | Senin, 04 Oktober 2021 | 20:45 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB