alexametrics

Angka Kematian Bayi dan Balita di Surabaya Menurun, Begini Strateginya

Bimo Aria Fundrika | Dinda Rachmawati
Angka Kematian Bayi dan Balita di Surabaya Menurun, Begini Strateginya
Ilustrasi bayi. (Pexels)

Proyek kolaboratif ini berbentuk lokakarya pelatihan klinis, dialog kepemimpinan, simposium, dan upaya penjangkauan masyarakat.

Suara.com - Sejak empat tahun lalu, Provinsi Jawa Timur telah bekerjasama dengan Singapore International Foundation (SIF), dan mitranya SingHealth, untuk menurunkan angka kematian bayi dan balita.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengungkap kerjasama ini diwujudkan dalam pembuatan Proyek Kegawatdaruratan Pediatri dan Perawatan Neonatal atau Paediatric Emergency and Neonatal Care (PENC) Project yang berkolaborasi dengan Rumah Sakit Umum Haji Surabaya. 

Melalui proyek yang dimulai sejak Juli 2018 - Maret 2021, tim spesialis Singapore International Volunteers (SIVs), yang terdiri dari dokter dan perawat dari KK Women's and Children's Hospital (KKH) di bawah SingHealth, bekerja bersama mitra mereka di Indonesia dalam meningkatkan penyediaan darurat pediatri dan pelayanan neonatus di institusi kesehatan masyarakat di Jawa Timur. 

Ilustrasi bayi baru lahir (Unsplash/Isaac Quesada)
Ilustrasi bayi baru lahir (Unsplash/Isaac Quesada)

Proyek kolaboratif ini berbentuk lokakarya pelatihan klinis, dialog kepemimpinan, simposium, dan upaya penjangkauan masyarakat. Melalui berbagi pengetahuan dan keterampilan dengan rekan-rekan mereka di Indonesia, tim SIV melatih tim inti yang terdiri dari 24 pelatih utama Indonesia dan 280 praktisi kesehatan Indonesia di tujuh rumah sakit untuk mengelola kedaruratan anak dan bayi yang sensitif terhadap waktu. 

Baca Juga: Seorang Ibu Melahirkan di Pesawat, Awak Kabin Sulap Dapur Jadi Kamar Bersalin

"Proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi 50.000 pasien muda setiap tahun, sejalan dengan tujuan nasional Indonesia untuk mengurangi angka kematian bayi dan anak di bawah usia lima tahun," jelas dia dalam siaran pers yang Suara.com terima pada Selasa (12/10/2021).
 
Sejak pelaksanaannya, program PENC telah menunjukkan hasil positif yang signifikan. RSU Haji Surabaya melaporkan penurunan yang menggembirakan sekitar 70 persen dalam angka kematian bayi, dari 40 kematian per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2017 menjadi 12 pada tahun 2020. 

"Kami berharap dampak positif dari program lintas batas ini akan berkelanjutan untuk waktu yang lama dan akan terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan di Jawa Timur, terutama dalam menurunkan angka kematian bayi," kata dr. Sasongko, Sp.A. RSU Haji Surabaya.

Atas keberhasilan proyek ini, mewakili Provinsi Jawa Timur, Khofifah pun menominasikan SIF dan SingHealth dalam penghargaan perdana pada kategori City of Good Award di ajang President's Volunteerism & Philanthropy Awards (PVPA) 2021.

PVPA sendiri merupakan penghargaan tertinggi atas kontribusi bagi masyarakat, baik secara individu maupun kelompok, yang diselenggarakan oleh National Volunteer & Philanthropy Centre (NVPC) dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda Singapura.   

“Dengan senang hati Pemprov Jawa Timur menominasikan SIF dan SingHealth atas City of Good Award. Hasil positif yang dicapai menunjukkan bahwa ikatan kami yang kuat melampaui tantangan lintas batas, terutama yang ditimbulkan oleh pandemi global," ujar Khofifah lagi.

Baca Juga: Polisi Selidiki Kasus Pembuangan Jenazah Bayi di Tempat Sampah yang Terjadi di Balikpapan

Komentar