Penelitian: Asupan Tinggi Gula dan Lemak Bisa Memicu Psoriasis

Yasinta Rahmawati

Selasa, 12 Oktober 2021 | 16:00 WIB
Penelitian: Asupan Tinggi Gula dan Lemak Bisa Memicu Psoriasis
Ilustrasi mengonsumsi makanan manis, camilan, cookies. (Shutterstock)

Suara.com - Psoriasis merupakan kelainan kulit di mana sel-sel menumpuk di permukaan kulit, yang mengakibatkan area merah gatal, kering, dan menyakitkan.

Psoriasis terjadi ketika sel-sel kekebalan secara keliru menyerang sel-sel sehat dan menyebabkan peradangan kulit, sehingga ada pembentukan bercak bersisik dan merah pada kulit.

Dilansir dari The Healthsite, sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Investigative Dermatology telah menemukan bahwa makan makanan tinggi gula dan lemak menyebabkan ketidakseimbangan dalam flora mikroba usus, yang dapat menyebabkan gangguan kulit inflamasi seperti psoriasis.

Sam T. Hwang, profesor dan ketua dermatologi di UC Davis dan penulis senior pada studi tersebut mengatakan bahwa penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa diet Barat yang kaya gula dan lemak dapat menyebabkan peradangan kulit dan psoriasis parah.

"Meskipun memiliki obat anti-inflamasi yang kuat untuk kondisi kulit, penelitian kami menunjukkan bahwa perubahan sederhana dalam diet mungkin juga memiliki efek signifikan pada psoriasis," jelasnya.

Ilustrasi makanan manis. (Shutterstock)
Ilustrasi makanan manis. (Shutterstock)

Populasi mikroba dan fungsi usus dapat berubah dengan cepat saat Anda mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula.

Disbiosis, atau perubahan keseimbangan mikroba, berkontribusi terhadap peradangan usus. Karena bakteri di perut mungkin memainkan peran utama dalam menentukan peradangan.

Di sini para peneliti berusaha untuk melihat apakah dysbiosis usus berdampak pada peradangan kulit dan sendi.

Para peneliti menyelidiki efek makanan pada psoriasis dan arthritis psoriatik menggunakan model tikus. Interleukin-23 (IL-23) minicircle DNA dikirim ke tikus untuk menghasilkan reaksi yang meniru kelainan kulit dan sendi seperti psoriasis.

baca juga

Sesuai penelitian, banyak respons autoimun inflamasi, seperti psoriasis dan penyakit radang usus, disebabkan oleh protein IL-23, yang diproduksi oleh sel imun (IBD).

Mereka menemukan bahwa makan makanan Barat untuk jangka pendek sudah cukup untuk menciptakan ketidakseimbangan mikroba dan meningkatkan kerentanan terhadap peradangan kulit seperti psoriasis yang disebabkan oleh IL-23.

"Ada hubungan yang jelas antara peradangan kulit dan perubahan mikrobioma usus akibat asupan makanan," kata Hwang.

"Keseimbangan bakteri di usus terganggu tak lama setelah memulai diet Barat, dan memperburuk peradangan kulit dan sendi psoriatik," tambahnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Kuliner Khas Pekanbaru Terenak: Mie Lendir Hingga Sate Rusa

10 Kuliner Khas Pekanbaru Terenak: Mie Lendir Hingga Sate Rusa

Riau | Selasa, 12 Oktober 2021 | 13:57 WIB

Kelezatan 7 Makanan Khas Riau, Mulai Ikan Selais, Mie Sagu hingga Bolu Kemojo

Kelezatan 7 Makanan Khas Riau, Mulai Ikan Selais, Mie Sagu hingga Bolu Kemojo

Riau | Selasa, 12 Oktober 2021 | 13:25 WIB

Impor Bahan Baku Gula Kristal Rafinasi Panen Kritik, Pemerintah Perlu Perhatikan Petani

Impor Bahan Baku Gula Kristal Rafinasi Panen Kritik, Pemerintah Perlu Perhatikan Petani

Bisnis | Senin, 11 Oktober 2021 | 11:03 WIB

Terkini

Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos

Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas

Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:11 WIB

Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan

Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan

Bogor | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?

Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:04 WIB

Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026

Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026

Otomotif | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Karhutla di Indragiri Hulu Capai 434 Hektare, Didominasi Gambut Ditanami Sawit

Karhutla di Indragiri Hulu Capai 434 Hektare, Didominasi Gambut Ditanami Sawit

Riau | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Pendakian Gunung Gede Ditutup hingga 31 Agustus, TNGGP Pastikan Kondisi Pascakebakaran

Pendakian Gunung Gede Ditutup hingga 31 Agustus, TNGGP Pastikan Kondisi Pascakebakaran

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:02 WIB

Mensesneg Ungkap Status Guru PPPK Akan Dipindah Jadi Pegawai Pusat

Mensesneg Ungkap Status Guru PPPK Akan Dipindah Jadi Pegawai Pusat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Ulasan Drama Key To The Phoenix Heart: Penuh Intrik dan Konflik Kekuasaan

Ulasan Drama Key To The Phoenix Heart: Penuh Intrik dan Konflik Kekuasaan

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:00 WIB

×