alexametrics

Studi di Chili: Booster Vaksin Sinovac Signifikan Turunkan Risiko Dirawat Karena Covid-19

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
Studi di Chili: Booster Vaksin Sinovac Signifikan Turunkan Risiko Dirawat Karena Covid-19
Kandidat vaksin Covid-19, Sinovac. [Noel Celis/AFP]

Selain itu suntikan booster vaksin Sinovac ini, juga mampu meringankan gejala Covid-19, dari 84 persen setelah dosis kedua menjadi 88 persen setelah dosis ketiga.

Suara.com - Berdasarkan studi nyata pada masyarakat Chili, suntikan dosis ketiga atau suntikan booster vaksin Sinovac mampu meningkatkan perlindungan dari Covid-19 secara signifikan.

Tidak hanya itu, studi nyata ini juga menunjukan suntikan booster vaksin Sinovac mampu menurunkan risiko dirawat di rumah sakit, dari 56 persen setelah suntikan kedua, bertambah menjadi 80,2 persen.

Selain itu suntikan booster vaksin Sinovac ini, juga mampu meringankan gejala Covid-19, dari 84 persen setelah dosis kedua menjadi 88 persen setelah dosis ketiga.

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)

Seperti diketahui, Chili adalah salah satu negara pertama yang menggunakan vaksin Sinovac. Tidak kurang dari 4,7 juta orang di Chili yang berusia 16 tahun ke atas, yang belum terinfeksi Covid-19 menerima dua dosis Sinovac.

Baca Juga: 2,5 Juta Warga Sulsel Telah Disuntik Vaksin Covid-19, Plt Gubernur Sulsel: Tetap Jaga Imun

Lalu ada sekitar 140.000 orang di negara tersebut yang sudah mendapat suntikan booster Sinovac, dan 14 hari setelah suntikan diberikan, mereka dievaluasi untuk melihat efektivitas vaksin terhadap penularan dan risiko rawat inap akibat Covid-19.

Lantaran berisiko mengalami gejala berat Covid-19, Chili punya kebijakan vaksin booster diberikan untuk para lansia, dan vaksin yang digunakan adalah buatan Sinovac.

"Hasil ini mengkonfirmasi bahwa orang yang menerima dosis ketiga CoronaVac (vaksin Sinovac), dapat terlindungi lebih baik dari infeksi dan risiko rawat inap. Hasil ini seiring dengan studi fase III Sinovac dan studi dunia nyata dari negara dan wilayah lain yang terus menggunakan CoronaVac,” kata Liu Peicheng, juru bicara Sinovac berdasarkan keterangan yang diterima suara.com, Rabu (13/10/2021).

Sementara itu, lebih dari 67 persen populasi Chili sudah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Hal ini jadi acuan bahwa vaksin tersebut mampu menurunkan risiko rawat inap, gejala berat bahkan kematian.

Dua dosis vaksin Sinovac punya efikasi 56 persen turunkan risiko infeksi, dan 84 persen turunkan risiko rawat inap karena Covid-19.

Baca Juga: Anggota DPR Kembali Gelar Vaksinasi Covid-19 di Kaltim

Hingga September 2021, vaksin Sinovac sendiri sudah mendapatkan izin penggunaan darurat atau EUA lebih dari 50 negara, termasuk izin dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dan African Regulatory Working Group.

Komentar