alexametrics

Konsumsi Garam Berlebih Picu Tekanan Darah Tinggi, FDA Ubah Pedoman soal Natrium

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Konsumsi Garam Berlebih Picu Tekanan Darah Tinggi, FDA Ubah Pedoman soal Natrium
Ilustrasi garam dapur. (Pixabay.com/Bruno /Germany)

Tekanan darah tinggi bisa berakibat serangan jantung dan stroke.

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) membuat sebuah pedoman baru tentang mengonsumsi garam pada Rabu (13/10/2021).

FDA merekomendasikan untuk mengurangi asupan garam harian rata-rata orang Amerika dari 3.400 mg menjadi 3.000 mg. Padahal, pada pedoman diet, orang dewasa seharusnya membatasi asupan garam kurang dari 2.300 mg per hari.

Berdasarkan Health, terlalu banyak mengonsumsi garam dapat menyebabkan kondisi kesehatan serius seperti tekanan darah tinggi yang dapat berakibat serangan jantung dan stroke.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) juga menjelaskan bahwa ada hubungan kuat antara jumlah garam yang dikonsumsi dengan peningkatan tekanan darah.

Baca Juga: Tekanan Darah Tinggi Berisiko Mempercepat Penuaan Otak, Bahkan walau Cuma Naik Sedikit

Ilustrasi Garam (freepik)
Ilustrasi Garam (freepik)

Apabila mengurangi asupan garam, tekanan darah mulai turun dalam beberapa minggu.

CDC mencatat sekitar 70 persen garam yang dikonsumsi berasal dari makanan olahan dan retoran. Hanya sebagian kecil asupan garam berasal dari makanan yang dimasak sendiri.

Jadi, apabila produsen makanan secara bertahap mengurangi jumlah garam dalam makanan olahan dan makanan siap saji mereka, konsumsi publik akan garam akan berkurang ke tingkat yang lebih aman.

"Pengurangan garam terus menjadi strategi yang efektif dan aman untuk menurunkan tekanan darah," tulis CDC di situsnya.

Sayangnya, informasi tentang kandungan garam atau natrium di dalam makanan kemasan, olahan, dan cepat saji tidak selalu tersedia sehingga sulit bagi konsumen untuk memperkirakannya.

Baca Juga: Orang di Dataran Tinggi Berisiko Kecil Alami Tekanan Darah Tinggi, Kok Bisa?

Komentar