Risiko Peradangan Jantung Langka Bikin Ahli Ragu dengan Vaksin Booster mRNA

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:59 WIB
Risiko Peradangan Jantung Langka Bikin Ahli Ragu dengan Vaksin Booster mRNA
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin Pfizer yang akan disuntikkan ke warga di Puskesmas Pekayon, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (27/8/2021). ANTARA FOTO

Suara.com - Para ahli masih ragu dalam menyetujui vaksin booster berbasis messenger RNA (mRNA) akibat adanya risiko peradangan jantung pada kelompok usia dewasa muda.

Hal itu dikatakan oleh anggota panel penasihat Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), Dr. Ofer Levy, setelah Komite Penasihat Vaksin dan Produk Biologi Terkait (VRBPAC) merekomendasikan pemberian vaksin booster Johnson & Johnson, Jumat (15/10/2021) kemarin.

Panelis sebelumnya menyetujui pemberian vaksin Moderna dan Pfizer pada semua lansia dan orang-orang yang berisiko tinggi, lapor CNBC.

Tetapi beberapa anggota komite masih ragu untuk memberikan dosis ketiga vaksin mRNA kepada anak berusia 12 tahun ke atas karena risiko peradangan jantung langka, yakni miokarditis dan perikarditis.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah mencatat adanya kasus miokarditis pada sebagian besar remaja laki-laki dan dewasa muda yang menerima vaksin Pfizer atau Moderna.

Petugas kesehatan menyiapkan vaksin Pfizer saat vaksinasi COVID-19 di Mal Cilandak Town Square, Jakarta, Rabu (1/9/2021). ANTARA FOTO/Fauzan
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin Pfizer saat vaksinasi COVID-19 di Mal Cilandak Town Square, Jakarta, Rabu (1/9/2021). ANTARA FOTO/Fauzan

Kasus biasanya muncul beberapa hari setelah vaksinasi, yang umumnya setelah dosis kedua, dan mereda setelah mengonsumsi obat serta istirahat.

Berbeda dengan kedua vaksin mRNA tersebut, vaksin J&J tidak terkait dengan risiko peradangan jantung. Tetapi dua vaksin tersebut lebih efektif daripada J&J.

Sementara pejabat kesehatan AS masih mempertimbangkan pemberian vaksin booster kepada kelompok usia remaja, Israel sudah mulai memberikan vaksin booster kepada anak berusia 12 tahun ke atas.

Data yang ada mengatakan bahwa kemungkinan Israel telah menunjukkan adanya kekebalan kelompok atau herd immunity.

baca juga

"Prioritasnya adalah menghindarkan orang masuk rumah sakit. Tetapi jika kita bisa mendapatkan tingkat kekebalan yang mengurangi kemungkinan terinfeksi atau menyebarkan ke orang lain, itu luar biasa karena itu bisa membawa kita ke kekebalan kelompok," tandas Levy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keren, Pengembang Teknologi mRNA untuk Vaksin Covid-19 Kembali Dapat Penghargaan Bergengsi

Keren, Pengembang Teknologi mRNA untuk Vaksin Covid-19 Kembali Dapat Penghargaan Bergengsi

Health | Sabtu, 25 September 2021 | 10:12 WIB

Brasil dan Argentina akan Memproduksi Vaksin Covid-19 Berbasis mRNA demi Amerika Latin

Brasil dan Argentina akan Memproduksi Vaksin Covid-19 Berbasis mRNA demi Amerika Latin

Health | Kamis, 23 September 2021 | 15:14 WIB

CDC Buktikan Vaksin Covid-19 mRNA Aman dan Efektif Bagi Ibu Hamil

CDC Buktikan Vaksin Covid-19 mRNA Aman dan Efektif Bagi Ibu Hamil

Health | Kamis, 12 Agustus 2021 | 09:20 WIB

Terkini

Piala Dunia 2026 Segera Usai, Apa Saja Kegiatan Pemain setelah Ini?

Piala Dunia 2026 Segera Usai, Apa Saja Kegiatan Pemain setelah Ini?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:26 WIB

4 Tahun Mangkrak Usai Kebakaran, Pramono Buka Pintu bagi Investor Rombak Jakarta Islamic Centre

4 Tahun Mangkrak Usai Kebakaran, Pramono Buka Pintu bagi Investor Rombak Jakarta Islamic Centre

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:24 WIB

Sampah Menggunung 2 Meter di Rusun Waduk Pluit, Pramono Target Bakal Beres 10 Hari

Sampah Menggunung 2 Meter di Rusun Waduk Pluit, Pramono Target Bakal Beres 10 Hari

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:22 WIB

D.O. EXO Diincar jadi Pemeran Utama Drama Zombie Unik We Are the Zombies

D.O. EXO Diincar jadi Pemeran Utama Drama Zombie Unik We Are the Zombies

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:18 WIB

Dokter Tifa Optimis Eksepsi Diterima Hakim: Allah Bersama dengan Kami

Dokter Tifa Optimis Eksepsi Diterima Hakim: Allah Bersama dengan Kami

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:16 WIB

Selat Hormuz Diwarnai Perang Besar AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam!

Selat Hormuz Diwarnai Perang Besar AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam!

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:14 WIB

Jangan Buang Minyak Bekas ke Wastafel! Ini Dampaknya

Jangan Buang Minyak Bekas ke Wastafel! Ini Dampaknya

Sumut | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:10 WIB

'Penyakit Mematikan' Argentina: Mengapa Inggris dan Lawan Lainnya Selalu Runtuh di Menit Akhir?

'Penyakit Mematikan' Argentina: Mengapa Inggris dan Lawan Lainnya Selalu Runtuh di Menit Akhir?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:09 WIB

Wajah Oval Berhijab Makin Cantik dengan 5 Model Kacamata Ini, Anti Pusing dan Tetap Stylish!

Wajah Oval Berhijab Makin Cantik dengan 5 Model Kacamata Ini, Anti Pusing dan Tetap Stylish!

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:09 WIB

ITS Uji Coba Traktor Perahu Listrik, Jawab Tantangan Bertani di Lahan Gambut

ITS Uji Coba Traktor Perahu Listrik, Jawab Tantangan Bertani di Lahan Gambut

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:01 WIB

×