Array

Penelitian Ungkap Dampak Menonton TV Satu Jam Sama Buruknya dengan Merokok

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:25 WIB
Penelitian Ungkap Dampak Menonton TV Satu Jam Sama Buruknya dengan Merokok
Ilustrasi menonton TV (shutterstock)

Suara.com - Konsultan ahli bedah ortopedi dan tulang belakang, George Ampat menyoroti betapa berbahayanya perilaku menetap terhadap kesehatan, termasuk kesehatan jantung dan sendi, tekanan darah dan kognitif.

Sebuah penelitian juga menunjukkan lebih dari 60 persen operasi punggung bisa dihindari dengan olahraga dan gaya hidup yang lebih aktif.

George Ampat menemukan kesimpulan dampak menonton TV dengan masalah kesehatan setelah meninjau berbagai penelitian tersebut.

Direktur British Society of Lifestyle Medicine, yang juga dosen kehormatan Universitas Liverpool, akan mempresentasikan penelitiannya kepada dokter umum, ahli bedah, dan petugas medis lainnya di Rumah Sakit Universitas Royal Liverpool bulan depan.

Penelitian ini menemukan adanya lonjakan kebiasaan orang berdiam diri menonton TV atau streaming selama masa penguncian terkait pandemi virus corona Covid-19.

Dalam laporannya baru-baru ini, pengawas siaran Ofcom menemukan satu keluarga yang biasanya menghabiskan 6 jam sehari untuk menonton TV atau menikmati layanan streaming selama pandemi.

ilustrasi menonton TV (Shutterstock)
ilustrasi menonton TV (Shutterstock)

Laporan itu juga menyampaikan kebiasaan orang-orang menonton TV atau menatap layar meningkat menjadi rata-rata harian 5 jam 40 menit, artinya kebiasaan meningkat 50 menit dari tahun sebelumnya.

Geoge Ampat pun berpendapar bahwa tidak aktif secara fisik dalam waktu lama, khususnya lebih sering berdiam diri menonton TV berbahaya bagi otak dan tubuh.

Karena, duduk dalam waktu lama membuat tubuh tidak membakar makanan yang bisa berdampak pada kesehatan tubuh. Apalagi, bila Anda menonton adega kekerasan atau dramatis ketika menonton TV.

Baca Juga: Lagi, Studi Buktikan Vaksinasi Efektif Lawan Virus Corona Penyebab Sakit Covid-19

"Adegan itu bisa mengarah pada sekresi hormon stres fight-or-flight yang menyebabkan lonjakan kadar glukosa dalam darah. Pada akhirnya, hal ini menyebabkan peradangan yang terkait dengan masalah kronis dan berpotensi mematikan, seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi," kata Geoge Ampat dikutip dari Express.

Hasil analisis George Ampat ini pun dituangkan dalam bukunya yang berjudul Free From Pain. Ia menunjukkan bahwa menonton TV berjam-jam bisa memangkas peluang bertaha hidup hingga 4 tahun pada pria dan lebih dari 3 tahun pada wanita.

Selain itu, duduk selama 1 jam menyebabkan beban kesehatan yang setara dengan kehilangan peluang hidup 11 menit, sama halnya dengan merokok satu batang.

Perilaku menetap atau berdiam diri selama menonton TV juga bisa menyebabkan hilangnya massa otot dan peningkatan keausan pada sendi.

George Ampat juga akan menyoroti Penelitian yang menunjukkan bahwa menonton TV dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko demensia pada orang tua.

Satu studi membandingkan fungsi kognitif pemirsa seumur hidup versus non-penonton di atas 65-an.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI