Sebaiknya Tidak Vaksin Flu saat Demam, Mengapa?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Sebaiknya Tidak Vaksin Flu saat Demam, Mengapa?
Ilustrasi demam (Shutters)

Ada beberapa kondisi di mana orang-orang lebih baik menunggu mendapatkan vaksin flu, termasuk saat demam.

Suara.com - Selain vaksinasi Covid-19, para pakar kesehatan juga menyarankan masyarakat untuk mendapat vaksin flu mengingat sudah mulai memasuki musim penghujan.

Namun, ada beberapa kondisi di mana orang-orang lebih baik menunggu mendapatkan vaksin flu, termasuk saat demam.

Menurut Insider, seseorang harus menunda vaksin flu apabila ia demam lebih dari 37,5 derajat Celcius, atau ketika mengalami gejala gangguan pernapasan, seperti sesak napas dan dada tidak nyaman.

"Apabila anda memiliki salah satu dari gejala ini, maka menunjukkan kemungkinan menunjukkan penyakit parah, yang dapat diperburuk oleh efek samping suntikan flu," kata direktur medis untuk pencegahan infeksi Charles Bailey, MD, dari Rumah Sakit Mission.

Baca Juga: Senang Bekerja Sebagai Kasir, Bunda Corla Ungkap Alasannya Enggan Meninggalkan Pekerjaannya Tersebut

Selain itu, vaksin flu mungkin tidak seefektif biasanya ketika dalam kondisi tersebut.

Ilustrasi vaksinasi remaja. [Jack Guez/AFP]
Ilustrasi vaksinasi flu. [Jack Guez/AFP]

Sebab, vaksin bekerja dengan mendorong tubuh untuk memproduksi antibodi. Jadi, orang yang vaksin ketika sakit tidak mendapat efek penuh dari vaksin karena sistem kekebalan sedang bekerja keras menyembuhkan tubuh.

Alasan lain untuk menghindari vaksin flu saat demam adalah karena dapat menutupi tanda-tanda jika orang tersebut memiliki reaksi alergi terhadap vaksin.

Sebagian besar reaksi alergi terjadi dalam satu jam pertama setelah mendapatkan vaksin. Gejala yang umumnya muncul adalah demam tinggi, mual, dan nyeri otot.

"Jika Anda sudah demam, mungkin sulit untuk mengetahui apakah Anda mengalami reaksi alergi atau tidak," tandasnya.

Baca Juga: Anak Obesitas Bisa Alami Gejala Berat Bila Terkena Penyakit DBD, Ini Penyebabnya!