Mengenal Endokarditis, Infeksi Pada Jantung Serta Penanganannya

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:25 WIB
Mengenal Endokarditis, Infeksi Pada Jantung Serta Penanganannya
Ilustrasi jantung (Elements Envato)

Suara.com - Saat mendengar penyakit jantung, yang banyak dibayangkan lebih sering hanya serangan jantung. Padahal, ada banyak masalah yang terkait dengan jantung.

Salah satunya ialah Infeksi jantung (Endokarditis). Kondisi ini merupakan infeksi pada endokardium, yaitu lapisan bagian dalam jantung.

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh masuknya bakteri ke aliran darah, yang kemudian menginfeksi bagian jantung yang rusak.

Resident Medical Officer RS Jantung Diagram Siloam Cinere, dr Frendy mengatakan secara umum, endokarditis tergolong jarang, tidak menyerang seseorang dengan jantung yang sehat. Akan tetapi, penyakit ini rentan terjadi pada individu dengan kondisi tertentu.

"Misalnya, pada jenis penyakit jantung tertentu, penderita penyakit jantung bawaan, penderita kardiomiopati, dan seseorang dengan katup jantung prostetik. Akan lebih baik jika diketahui memiliki endokarditis, harus segera ditangani karena dapat merusak katup jantung, dan memicu komplikasi yang berbahaya, " tutur dr. Frendy dikutip dari keterangannya, Kamis, (21/10/2021). 

Gejala Endokarditis

Gejala endokarditis bisa berkembang perlahan dalam hitungan minggu atau bulan (subacute endocarditis). Bisa juga terjadi secara mendadak dalam beberapa hari (acute endocarditis). Hal tersebut tergantung pada kuman penyebab infeksi, dan apakah penderita mengalami gangguan jantung.

Melanjutkkan edukasi bincang sehatnya, Frendy mengatakan, gejala Endokarditis berupa, nyeri dada yang timbul pada saat menarik napas, nyeri sendi otot, lemas karena kelelahan, keringat dingin, sesak napas, bengkak pada kaki atau perut.

"Gejala ini bisa dirasakan. Penanganan terbaik secara awal adalah mengadakan konsultasi, terutama melalui konsultasi bersama dokter spesialis yang ada di kami, RS Jantung Diagram Siloam Cinere", tutur Frendy.

Penanganan

Penanganan dengan urutan tindakan sebagai berikut ( tergantung kasus) :

*Pemeriksaan fisik oleh dokter, Laboratorium dan kultur darah, Rontgen Thorax, EKG, USG jantung, CT Scan pun MRI.

Adapun kompilkasi yang sangat mungkin timbul pada penderita endokaritis antara lain:

Kerusakan katup dan gagal jantung, Darah   'berbakteri' bila ke jaringan otak Stroke, Terbentuknya abses, Lalu kemudian pengobatannya yang juga tergantung kasus dapat berupa : Pemberian antibiotik intraverna dosis tinggi, Operasi jantung dan atau penggantian katup jantung.

Diakhir sesi edukasi bincang sehat, dijelaskan pula penggantian katup jantung yang memiliki dua jenis yaitu katup jantung 'Biologis' yang terbuat dari katup jantung, sapi ,babi, atau manusia dan katup jantung 'Buatan' ( dengan gambar) atau disebut juga katup jantung mekanik terbuat dari karbon dan titanium..

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Manfaat Kunyit Putih, Redakan Asam Lambung hingga Meningkatkan Kesehatan Jantung

7 Manfaat Kunyit Putih, Redakan Asam Lambung hingga Meningkatkan Kesehatan Jantung

Lifestyle | Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:00 WIB

Hentikan Kebiasaan Olahraga sebelum Tidur, Ini 3 Alasannya!

Hentikan Kebiasaan Olahraga sebelum Tidur, Ini 3 Alasannya!

Health | Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:20 WIB

Hati-hati, Waktu Olahraga Juga Menentukan Tinggi Rendah Risiko Serangan Jantung

Hati-hati, Waktu Olahraga Juga Menentukan Tinggi Rendah Risiko Serangan Jantung

Bekaci | Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:45 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB