alexametrics

Waspadai Kolesterol Tinggi, Perhatikan Tanda-Tanda Ini pada Kaki!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Waspadai Kolesterol Tinggi, Perhatikan Tanda-Tanda Ini pada Kaki!
Ilustrasi Kaki Kram, gejala kolesterol tinggi (freepik)

Tanda-tanda yang sering terabaikan pada kaki bisa menjadi gejala kolesterol tinggi.

Suara.com - Kolesterol tinggi merupakan salah satu kondisi yang jarang menunjukkan gejala jelas, tetapi tergolong cukup serius. Karena, kolesterol tinggi bisa memicu berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung.

Kolesterol adalah zat lemak dalam darah yang terakumulasi dengan pola makan buruk, kurang olahraga, merokok dan kebiasaan minum alkohol. Saat Anda memiliki banyak kolesterol dalam tubuh, hal ini akan menahan pembuluh darah.

Sayangnya, orang-orang terkadang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki kadar kolesterol tinggi hingga mengalami komplikasi serius, seperti serangan jantung dan stroke.

Jika seseorang sudah mengalami masalah kesehatan itua, dokter akan menguji kadar kolesterol dalam tubuh, terutama bila mereka mengira Anda mengalami serangan jantung atau stroke akibat kolesterol tinggi.

Baca Juga: Studi Suntik Vaksin Flu Bisa Cegah Infeksi Parah Virus Corona Covid-19

"Kolesterol tinggi termasuk faktor risiko tersembunyi yang sering tidak disadari atau terlambat disadari," kata British Heart Foundation dikutip dari The Sun.

Ilustrasi kolesterol tinggi (Unsplash)
Ilustrasi kolesterol tinggi (Unsplash)

Meski kolesterol tinggi seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas, ada tanda-tanda lain kolesterol tinggi pada kaki yang sering terabaikan. Tanda-tanda ini termasuk kram di kaki dan tungkai, kaki mati rasa, atau perubahan warna kulit.

Semua kondisi itu bisa menjadi gejala penyakit pembuluh darah perifer, yakni salah satu komplikasi dari kolesterol tinggi. Karena, kadar kolesterol tinggi utu berarti seseorang memiliki lebih banyak kolesterol jahat (LDL) yang bisa menjadi penyebab utama penyakit arteri perifer.

Pada penyakit pembuluh darah perifer ini, pembuluh darah menjadi sempit, mengeras dan tersumbat. Kondisi ini bisa membatasi aliran darah ke anggota tubuh lainnya, terutama bagian kaki.

Pada banyak orang, tanda-tanda pertama pembuluh darah perifer dimulai secara perlahan dan tidak teratur, mulai dari ketidaknyamanan berupa kelelahan dan kra di kaki yang akan memburuk ketika beraktivitas.

Baca Juga: Rusia Laporkan Mutasi Virus Corona Baru yang Lebih Menular dari Varian Delta, Apa Itu?

Pada akhirnya, kondisi ini bisa menyebabkan penurunan pertumbuhan rambut di kaki, kulit menjadi biru atau pucat, luka atau bisul yang tidak kunjung sembuh, kuku kaki buram tebal atau mati rasa dan otot berat.

Pada tahap yang lebih lanjut, orang dapat mengembangkan iskemia ekstremitas kritis. Penyumbatan darah yang parah ke anggota tubuh bagian bawah menyebabkan rasa sakit yang parah pada kaki dan jari kaki, bahkan ketika duduk tanpa melakukan aktivitas apapun.

"Rasa sakit ini juga bisa membuat seseorang tidur tidak nyenyak. Biasanya, rasa sakit ini bisa hilang sementara bila menggantungkan kaki di atas tempat tidur atau bangun untuk berjalan-jalan sebentar," kata The University of California San Francisco.

Adapun beberapa faktor lainnya yang bisa menyebabkan kolesterol tinggi, termasuk makan terlalu banyak lemak jenuh, tidak aktif secara fisik, memiliki Terlalu banyak lemak tubuh, minum alkohol berlebihan dan merokok.

Komentar