alexametrics

Warga yang Divaksinasi Covid-19 Awal Tahun Diperkirakan Mulai Alami Penurunan Imunitas

Vania Rossa | Dinda Rachmawati
Warga yang Divaksinasi Covid-19 Awal Tahun Diperkirakan Mulai Alami Penurunan Imunitas
ilustrasi vaksinasi Covid-19. [Envato]

Melihat potensi adanya gelombang ketiga setelah liburan Nataru, cakupan vaksinasi harus terus dikejar sebelum libur akhir tahun.

Suara.com - Imunitas warga yang mendapatkan vaksinasi pada awal tahun mungkin akan menurun saat memasuki akhir tahun, terutama pada bulan November dan Desember ini.

Karenanya, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Agus Suprapto, mengimbau bagi siapapun yang akan melakukan kegiatan selama Nataru (Natal dan Tahun Baru) harus disertai disiplin Prokes dan kehati-hatian.

“Virus ini menguji endurance (ketahanan) kita semua untuk tetap disiplin prokes, serta bersama-sama mendorong upaya 3T,” ujar Agus dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN, beberapa waktu lalu.

Tidak dapat dipungkiri, masyarakat memang harus selalu diingatkan bahwa meski angka penularan telah melandai, tapi pandemi belum selesai. Pembukaan kembali aktivitas masyarakat, bukan berarti ada pelonggaran pada Prokes.

Baca Juga: Pemerintah Ajak Santri Bantu Gencarkan Vaksinasi Covid-19

Hal tersebutlah yang juga ditekankan oleh Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Ginting. Melihat potensi adanya gelombang ketiga setelah liburan Nataru, cakupan vaksinasi harus terus dikejar sebelum libur akhir tahun.

"Ini semua agar jangan sampai ada kelompok rentan yang tertinggal upaya vaksinasi," jelasnya lagi.

Selain itu, kata Alexander, penertiban mobilitas baik dalam negeri maupun yang dari luar negeri, penguatan peran pemerintah daerah hingga desa dan kelurahan, serta penggunaan aplikasi digital untuk filtrasi harus dilakukan secara terintegrasi guna mempertahankan pencapaian yang telah didapatkan.

"Ini jadi tugas bersama. Masyarakat bukan semata-mata sebagai obyek, melainkan subyek yang harus berjuang bersama. Jadi ini adalah perjuangan semesta melawan bencana biologis berupa virus,” papar Alexander.

Baca Juga: Cetak Sejarah, India Rayakan 1 Miliar Suntikan Dosis Vaksin Covid-19 dengan Lagu dan Film

Komentar