facebook

Penelitian: Vaksin Covid-19 Moderna Dosis Rendah Aman untuk Anak-anak

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Penelitian: Vaksin Covid-19 Moderna Dosis Rendah Aman untuk Anak-anak
Ilustrasi vaksin Covid-19 untuk anak. (Dok. Ema/Suara.com)

Baru-baru ini, Moderna mengeluarkan vaksin Covid-19 dosis rendah untuk anak-anak.

Suara.com - Moderna mengatakan vaksin Covid-19 buatannya dalam dosis rendah terbukti aman dan efektif pada anak usia 6 hingga 11 tahun. Sebelumnya, Pfizer lebih dulu menyediakan vaksin Covid-19 dosis rendah untuk anak-anak.

Vaksin Covid-19 dosis rendah untuk anak-anak dari Pfizer pun siap digunakan secara luas. Tetapi, Food and Drug Administration (FDA) masih melakukan evaluasi terhadap vaksin Pfizer dosis rendah ini untuk anak-anak kelompok usia 5 hingga 11 tahun.

Karena, vaksin Covid-19 Pfizer ini baru mendapatkan izin penggunaan darurat untuk anak-anak usia 12 tahun ke atas. Sedangkan, izin penggunaan dosis rendah untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun belum ada.

Di samping itu, Moderna yang juga menyediakan vaksin Covid-19 dosis rendah pun belum mendapatkan izin penggunaannya. FDA juga masih mempelajari keamanan dan efektivitas vaksin Moderna dosis rendah untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun.

Baca Juga: Ed Sheeran Terpapar Virus Corona, Kondisinya Begini Sekarang

Dalam hal ini, para peneliti melibatkan anak-anak usia 6 hingga 11 tahun yang diberikan dua kali suntikan vaksin Covid-19 dosis rendah dalam jarak 1 bulan. Masing-masin dosis vaksin Covid-19 yang diberikan anak-anak ini takarannya hanya setengah dari dosis orang dewasa.

ilustrasi vaksinasi Covid-19. [Envato]
ilustrasi vaksin Covid-19. [Envato]

Penelitian ini melibatkan 4.753 anak usia 6 hingga 11 tahun yang mendapat vaksin atau suntikan dummy. Moderna mengatakan anak-anak yang suntik vaksin Covid-19 bisa mengalami efek samping serupa dengan orang dewasa, seperti kelelahan, sakit kepala, demam, dan nyeri di tempat suntikan.

Tetapi dilansir dari Fox News, penelitian ini terlalu sempit untuk menemukan efek samping langka, seperti peradangan jantung yang terkadang terjadi pada pria muda setelah vaksin Moderna atau Pfizer.

Moderna sendiri belum merilis rincian lebih lanjut dan belum menyerahkan datanya ke jurnal ilmiah. Tetapi, pihaknya berencana membagikan hasilnya ke FDA dan regulator global segera.

Saat ini, studi mengenai vaksin Moderna dosis rendah masih berlangsung. Sehingga mereka tidak bisa menghitung efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi virus corona Covid-19 pada anak-anak.

Baca Juga: Virus Corona Ngamuk, Peneliti Inggris Teliti Sub-Varian Delta

FDA juga belum memutuskan untuk memperluas jangkauan vaksinasi pada anak-anak usia 12 sampai 17 tahun. Meskipun, beberapa negara sudah menyediakan dan memberikan suntikan vaksin Moderna pada anak-anak remaja.

Tetapi, AS diperkirakan akan mulai memvaksinasi anak-anak di bawah 12 tahun sekitar bulan depan. Jika FDA memberikan izin penggunaan vaksin Pfizer dosis rendah pada anak-anak, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) akan merekomendasikan pada orang-orang tertentu.

Komentar