Pertama di Asia Tenggara, Platform Ini Jadi Ruang Bagi Dokter Diskusi Kanker Payudara

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 02 November 2021 | 18:55 WIB
Pertama di Asia Tenggara, Platform Ini Jadi Ruang Bagi Dokter Diskusi Kanker Payudara
Ilustrasi dokter - (Pixabay/rawpixel)

Suara.com - Letak geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau menimbulkan masalah dalam penyediaan sistem layanan kesehatan, terutama untuk pengobatan kanker payudara.

Secara global, kanker payudara menempati urutan pertama sebagai jenis kanker yang paling banyak dialami perempuan. Dalam proses pengobatannya diperlukan panduan penatalaksanaan yang komprehensif dan terus mengalami pembaruan sebagai upaya untuk mengoptimalkan hasil pengobatan pasien di seluruh wilayah di Indonesia. 

Untuk itu, komunikasi antara para ahli onkologi juga menjadi kebutuhan yang penting agar dapat saling bertukar informasi dan bertukar pendapat. 

“Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang dapat dideteksi sejak dini dan mempunyai tingkat kesintasan yang cukup tinggi jika penanganannya dilakukan secara tepat waktu dan optimal," kata Ketua Umum Perhimpunan Onkologi Indonesia cabang Jakarta Raya Dr. dr. Cosphiadi Irawan, Sp.PD-KHOM., dalam webinar bersama Roche Indonesia, Selasa (1/11/2021).

Ilustrasi kanker payudara
Ilustrasi kanker payudara

Namun, saat ini, sebaran tenaga kesehatan profesional, terutama dokter spesialis onkologi, tidak merata di setiap daerah. Bahkan hanya terfokus pada kota-kota besar dan rumah sakit tipe A. Akibatnya, kesempatan untuk mendapatkan akses edukasi lebih dalam dan pembaruan pengetahuan bagi dokter di kota kecil
dan daerah terpencil menjadi sangat terbatas. 

Tantangan tersebut salah satunya yang mendorong Roche Indonesia mengembangkan Breast Cancer Experts Network (BCEN) sebagai platform netral untuk para ahli onkologi di platform Docquity Breast Cancer Experts Network. Platform tersebut menjadi yang pertama di Asia Tenggara dan sudah beroperasi di enam negara termasuk Indonesia.

"Melalui jejaring ini, spesialis onkologi terbaik akan berkumpul dan bersama-sama membentuk komunitas yang saling berbagi keahlian dan sumber daya yang didedikasikan untuk memajukan penanganan kanker payudara dan memberikan hasil perawatan yang lebih baik bagi pasien," kata Dr. Ait-Allah Mejri, President Director of Roche Indonesia.

Mejri menambahkan, ruang digital itu juga menjadi komponen yang krusial untuk memfasilitasi pertukaran informasi dan komunikasi yang lebih cepat dengan melampaui batas geografis wilayah, nasional, bahkan internasional.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Prof. Dr. dr. Aru W Sudoyo, Sp.Pd., berpendapat bahwa platform digital tersebut sangat membantu para dokter untuk saling menjalin kerjasama. Selain itu, juga jadi solusi dari terbatasnya jumlah dokter onkologi.

"Perbandingan antara dokter dan pasien itu memang sangat besar, di mana ada banyak tuntutan bagi dokter untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal. Inilah yang akan kita perbaiki pelan-pelan. Kalau jumlah tidak bisa kita cukupkan dalam waktu dekat, maka komunikasi akan menjadi sangat penting," ungkapnya.

Ia berharap, ke depan platform BCEN tidak hanya memfasilitasi komunikasi terkait kanker payudara. Tapi, juga jenis kanker lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Delima hingga Tomat, Ini 3 Pengobatan Alternatif Kanker Prostat

Delima hingga Tomat, Ini 3 Pengobatan Alternatif Kanker Prostat

Health | Selasa, 02 November 2021 | 17:23 WIB

Ditinggal SBY Berobat ke LN, Kerja-kerja Politik Partai Demokrat Tetap Berjalan Lewat AHY

Ditinggal SBY Berobat ke LN, Kerja-kerja Politik Partai Demokrat Tetap Berjalan Lewat AHY

News | Selasa, 02 November 2021 | 16:00 WIB

Belajar dari SBY, Perhatikan Tanda Kecil Kanker Prostat saat Buang Air Kecil!

Belajar dari SBY, Perhatikan Tanda Kecil Kanker Prostat saat Buang Air Kecil!

Health | Selasa, 02 November 2021 | 15:56 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB