Ciri dan Cara Pengobatan 3 Autoimun Kulit yang Sering Terjadi Selama Pandemi Covid-19

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 03 November 2021 | 15:05 WIB
Ciri dan Cara Pengobatan 3 Autoimun Kulit yang Sering Terjadi Selama Pandemi Covid-19
Ilustrasi perempuan menderita penyakit kulit, psoriasis. (Shutterstock)

Suara.com - Ada beragam jenis penyakit autoimun. Termasuk di antaranya bisa mengenai kulit. Autoimun merupakan suatu penyakit akibat gangguan sistem imun, yang salah mengenali sel tubuhnya sendiri. 

Dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Amelia Soebyanto, Sp.DV., menjelaskan bahwa normalnya sistem imun membantu menyingkirkan infeksi virus dan bakteri.

Namun, pada pengidap sakit autoimun, sel tubuh dianggap sebagai suatu benda asing yang akhirnya menyerang tubuhnya sendiri. Dalam ilmu kedokteran, hal tersebut belum bisa diketahui secara pasti penyebabnya. 

"Salah satu organ yang dapat mengalami gangguan autoimun adalah kulit, yang kemudian disebut autoimun kulit," kata dokter Amel webinar 'Kenali Autoimun Kulit yang Kerap Muncul Selama Pandemi', Rabu (3/11/2021).

Secara umum, gejala autoimun kulit yang biasa ditemukan berupa bercak kemerahan atau bercak berwarna putih yang dapat terjadi pada permukaan kulit, rambut maupun kuku. Kadang disertai dengan lepuhan dan keterlibatan mukosa di mulut, mata maupun kelamin. 

Perjalanan penyakit autoimun kulit

cenderung kronis yang berarti jangka panjang dan bersifat kambuhan. Dokter Amel mengatakan bahwa penyakit autoimun kulit pada dasarnya bukan penyakit menular. 

Kebanyakan disebabkan faktor genetik, misalnya ada anggota keluarga yang juga mengidap penyakit yang sama. 

"Secara eksternal, autoimun kulit ini bisa terjadi akibat faktor lingkungan seperti infeksi, obat-obatan, merokok, obesitas, pajanan sinar UV yang berlebihan, dan lainnya,” katanya.

baca juga

Menurutnya, selama pandemi Covid-19, terdapat tiga penyakit autoimun kulit yang banyak dikeluhkan pasien di klinik. Di antaranya psoriasis, vitiligo, dan urtikaria (biduran). 

1. Psoriasis

Seseorang menderita Psoriasis (Shutterstock)
Seseorang menderita Psoriasis (Shutterstock)

Proriasis merupakan peradangan kulit jangka panjang yang sifatnya kambuhan. Terjadi akjbat perubahan kulit yang terjadi terlalu cepat.  Normal kulit akan mengalami pergantian setiap 28 hari. Namun pada pengidap sakit psoriasis, pembentukan kulit baru terjadi dalam waktu 2 minggu.

Dokter Amel menjelaskan, kondisi tersebut mengakibatkan munculnya bercak merah pada kulit.

"Angka kejadian psoriasis ini di seluruh dunia kurang lebih 0,1 sampai 3 persen. Kalau di Asia kurang lebih 0,4 persen, di Indonesia sendiri kurang lebih dua setengah persen dari populasi penduduk atau kurang lebih 7,5 juta penduduk," ucapnya.

Penyakit tersebut paling banyak ditemukan pada usia 15 sampai 30 tahun dan 50 sampai 60 tahun.

Gejala klinis

  1. Bercak kemerahan dengan sisik tebal berwarna putih keperakan
  2. Kadang disertai gatal, panas atau perih
  3. Bisa terjadi pada area kulit kepala maupun badan
  4. Berisiko mengakibatkan kelainan kuku dan sendi jika tidak diobati
  5. Kelainan pada sendi menyebabkan jari-jari tangan agak bengkak. Sedangkan kelainan pada kuku jadi berubah warna kekuningan mirip seperti infeksi jamur.

Pengobatan 

Bisa diberi obat topikal, suntik, maupun terapi sinar. Untuk topikal, dokter biasanya akan memberikan kortikosteroid maupun analog vitamin D. Sedangkan obat minum berupa siklosporin. Dokter Amel menegaskan bahwa konsumsi obat-obat tersebut harus berdasarkan resep dokter.

2. Vitiligo

Vitiligo terjadi akibat sistem imun yang mengenai sel melanosit, yakni sel yang memberikan pigmen atau warna pada kulit. Sel melanosit yang terserang akan hancur dehingga menyebabkan kulit tidak lagi ada warnanya. Lalu akan muncul bercak putih seperti kapur.

Gejala klinis

  1. Muncul bercak putih seperti kapur atau seperti susu
  2. Sering terjadi pada area wajah, genitalia atau kelamin, tangan, dan kaki 

Pengobatan

Contoh kata laksananya melalui obat topikal kortikosteroid atau obat minum. Selain itu, kombinasi terapi juga bisa dilakukan dengan foto terapi atau foto kemoterapi dengan sinar UVB atau UVA.

3. Urtikaria

Lebih dikenal dengan istilah biduran atau kaligata. Penyalit ini ditandai dengan munculnya bentol-bentol merah di seluruh tubuh. Berpotensi semakjn menyebar jika digaruk.

Dokter Amel menjelaskan bahwa urtikula dibagi menjadi dua. Yakni, urtikaria akut yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari 6 minggu atau 1,5 bulan. Dan urtikula kronik yang terjadi lebih dari 6 minggu.

Gejala klinis 

  1. Bentol kemerahan
  2.  Bisa menyebabkan bengkak di wajah jika kondisi sudah parah

Pengobatan

Bisa diberi obat minum antihistamin, antagonis H2 ataupun kortikosteroid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Manfaat Buah Pepaya yang Jarang Diketahui, Tak Hanya Melancarkan Pencernaan

5 Manfaat Buah Pepaya yang Jarang Diketahui, Tak Hanya Melancarkan Pencernaan

Lifestyle | Rabu, 03 November 2021 | 14:12 WIB

Pasokan Terancam Terganggu, China Desak Warganya Simpan Stok Makanan Darurat

Pasokan Terancam Terganggu, China Desak Warganya Simpan Stok Makanan Darurat

News | Rabu, 03 November 2021 | 14:06 WIB

Stres Selama Pandemi Covid-19 Tingkatkan Risiko Sakit Autoimun Kulit

Stres Selama Pandemi Covid-19 Tingkatkan Risiko Sakit Autoimun Kulit

Health | Rabu, 03 November 2021 | 13:46 WIB

Terkini

Kejagung Periksa 4 ASN Pemkot Bekasi Terkait Kasus Tata Kelola KSO Pertamina EP

Kejagung Periksa 4 ASN Pemkot Bekasi Terkait Kasus Tata Kelola KSO Pertamina EP

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Jawab Kritik Formasi 26 Anggota Wantimpres, Pratikno: Bukan Gemuk, tapi Kaya Pengalaman

Jawab Kritik Formasi 26 Anggota Wantimpres, Pratikno: Bukan Gemuk, tapi Kaya Pengalaman

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Remaja di Jakut Babak Belur Diamuk Massa, Diduga Rudapaksa Anak Berkebutuhan Khusus

Remaja di Jakut Babak Belur Diamuk Massa, Diduga Rudapaksa Anak Berkebutuhan Khusus

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:03 WIB

Digital Detox Bukan Cuma Tren: Kita Perlu Jeda dari Kebisingan Media Sosial

Digital Detox Bukan Cuma Tren: Kita Perlu Jeda dari Kebisingan Media Sosial

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Eks Bupati Kukar Rita Widyasari Dicecar KPK Soal Aset yang Sudah Disita

Eks Bupati Kukar Rita Widyasari Dicecar KPK Soal Aset yang Sudah Disita

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:59 WIB

Ratusan Ton Karbon untuk Satu Film: Saatnya Industri Sinema Bergerak Lebih Hijau

Ratusan Ton Karbon untuk Satu Film: Saatnya Industri Sinema Bergerak Lebih Hijau

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Jantung Jadi Penyakit dengan Klaim JKN Terbesar, Capai Rp17,35 Triliun

Jantung Jadi Penyakit dengan Klaim JKN Terbesar, Capai Rp17,35 Triliun

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Saat Budaya dan Kehidupan Sehari-Hari Jadi Inspirasi Kompetisi hingga Pameran Seni

Saat Budaya dan Kehidupan Sehari-Hari Jadi Inspirasi Kompetisi hingga Pameran Seni

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Anggaran Bencana Bogor Besar, Tapi Mitigasi Dipertanyakan

Anggaran Bencana Bogor Besar, Tapi Mitigasi Dipertanyakan

Bogor | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Jangan Tunggu Sakit, Ini Pentingnya Cek Tekanan Darah hingga Kolesterol Secara Berkala

Jangan Tunggu Sakit, Ini Pentingnya Cek Tekanan Darah hingga Kolesterol Secara Berkala

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:50 WIB

×