Ini Saran Epidemiolog Agar Pandemi Covid-19 di Indonesia Bisa Jadi Endemi

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 05 November 2021 | 11:51 WIB
Ini Saran Epidemiolog Agar Pandemi Covid-19 di Indonesia Bisa Jadi Endemi
Ilustrasi virus corona. [Antara]

Suara.com - Pemerintah Indonesia terus berupaya mengendalikan pandemi Covid-19. Mereka menargetkan pandemi Covid-19 di Indonesia bisa menjadi endemi.

Terkait hal tersebut, Epidemiolog Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina mengatakan bahwa Indonesia harus konsisten mengendalikan kasus COVID-19. Demikian seperti dikutip dari ANTARA, Jumat, (5/11/2021).

Termasuk menjaga angka perawatan di fasilitas kesehatan dan kematian tetap rendah jika ingin beralih status dari pandemi menjadi endemi.

Masdalina mengatakan penyebaran kasus COVID-19 di Indonesia bisa disebut terkendali dinilai dari indikator-indikator tersebut yang dipertahankan dari waktu ke waktu.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Untuk menjadi endemi, sebelumnya Badan Kesehatan Dunia (WHO) harus lebih dulu mencabut status pandemi menjadi epidemi. Suatu epidemi atau wabah penyakit dikatakan sebagai pandemi apabila setengah dari negara yang ada di dunia terinfeksi wabah penyakit tersebut.

Setelah status pandemi dicabut oleh WHO dan menjadi epidemi, perubahan ke status endemi tinggal terkait waktu dengan periode tiga tahun berturut-turut dengan pengendalian yang terukur.

"Jika suatu penyakit berada di satu wilayah dalam jumlah yang tinggi, selama tiga periode waktu berturut-turut dan sudah ada teknologi untuk mengendalikannya, sebenarnya sudah menjadi endemi," kata Masdalina.

Sebagai contoh, wilayah timur Indonesia merupakan wilayah endemi malaria dikarenakan tingginya kasus penyakit yang ditularkan oleh nyamuk anopheles dan tidak pernah selesai.

Namun, penyakit malaria di timur Indonesia dapat dikendalikan dengan berbagai metodologi pengendalian yang dilakukan secara terukur oleh pemerintah Indonesia. Wilayah timur Indonesia tidak lagi disebut sebagai endemi malaria apabila sudah tidak ada lagi kasus penyakit menular tersebut.

Oleh karena itu apabila WHO telah mencabut status pandemi, Indonesia bisa menjadi wilayah endemi COVID-19 apabila melewati masa periode di mana kasusnya terkendali dengan stabil selama tiga periode waktu berturut-turut.

"Endemi itu terkait dengan waktu, periode waktunya itu adalah tiga tahun berturut-turut, tetapi tentu statement pandemi itu harus dicabut dulu oleh WHO untuk bisa masuk ke kondisi endemi," kata Masdalina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: Rekor Kasus Baru, Jerman Alami Gelombang ke-4 Pandemi

Update Covid-19 Global: Rekor Kasus Baru, Jerman Alami Gelombang ke-4 Pandemi

Health | Jum'at, 05 November 2021 | 11:23 WIB

Eropa Kini Jadi Episentrum Covid-19 Meski Pasokan Vaksin Tersedia Banyak

Eropa Kini Jadi Episentrum Covid-19 Meski Pasokan Vaksin Tersedia Banyak

News | Jum'at, 05 November 2021 | 11:22 WIB

Kasus Covid-19 di Pekanbaru Turun, Dinkes: Siaga Gelombang Ketiga Jelang Tahun Baru

Kasus Covid-19 di Pekanbaru Turun, Dinkes: Siaga Gelombang Ketiga Jelang Tahun Baru

Riau | Jum'at, 05 November 2021 | 11:10 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB