Buku Panduan Pertolongan Pertama Kesehatan Jiwa Bukan untuk Diagnosis Sendiri

Vania Rossa

Sabtu, 06 November 2021 | 22:13 WIB
Buku Panduan Pertolongan Pertama Kesehatan Jiwa Bukan untuk Diagnosis Sendiri
Ilustrasi kesehatan jiwa. (Elements Envato)

Suara.com - Pertolongan pertama tak hanya dibutuhkan oleh orang yang mengalami kecelakaan, tetapi juga bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan jiwa. Tujuannya tentu saja agar orang tersebut bisa ditangani dengan lebih cepat sehingga kondisinya tidak semakin memburuk. Hanya saja, untuk pertolongan pertama masalah kesehatan jiwa, masyarakat mungkin belum memahaminya secara luas.

Kesehatan jiwa merupakan problematika di Indonesia, dengan tingkat depresi dan kecemasan yang tinggi. Semua orang, tanpa terkecuali, akan mengalami masa kelam dalam hidupnya. Ini bisa berupa menderita penyakit kronis, kehilangan perkerjaan, perceraian, ataupun depresi, dan lain sebagainya. Sering kali, ini terjadi kepada orang di sekitar kita, dan meskipun kita ingin membantu, tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Buku ‘Panduan Pertolongan Pertama Kesehatan Jiwa Indonesia’ yang ditulis oleh Dr. Sandersan (Sandy) Onie, Peneliti Kesehatan Mental dan Pendiri Emotional Health for All, dirilis untuk membantu mereka yang sedang berada dalam situasi tersebut.

Buku ini membahas hal yang bisa lakukan pada saat orang di sekitar yang mengalami masa gelap, menguraikan ciri-ciri psychological disorders seperti depresi, kecemasan, hingga burnout serta apa yang perlu dilakukan jika seseorang tersebut memiliki pikiran tentang bunuh diri.
Namun, buku yang isinya dilandasi oleh penemuan penelitian terbaru dan juga pengalaman pribadi ini bukanlah alat untuk mendiagnosis diri dan bahkan orang lain.

Psikolog klinis fungsional di RSUP Dr. Sardjito, DR. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si., menegaskan, diagnosis dalam hal ini mengenai kesehatan jiwa menjadi kewenangan klinis profesional.

"Untuk diagnosis kewenangan klinis oleh profesional dan ini diatur peraturan perundangan, perlu melalui proses pendidikan karena ada kriteria diagnosis yang harus dipenuhi," ujar Indria yang juga Ketua Umum Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia itu.

Dalam peluncuran dan bincang buku "Panduan Pertolongan Pertama Kesehatan Jiwa Indonesia" yang digelar secara daring, Sabtu (6/11/2021), Indria mengatakan bahwa dengan hadirnya buku tersebut, diharapkan bisa menyadarkan orang-orang mengenai gejala-gejala yang semestinya tak ada tetapi mungkin ada di dalam dirinya.

"Ketika saya cemas, belum tentu saya depresi. Tetapi ketika kecemasan itu dibiarkan begitu saja, sangat mungkin akan berkembang menuju arah sana," katanya.

Paling tidak, orang bisa menjadi tahu kapan harus berkonsultasi dengan profesional demi menangani masalah dalam kesehatan jiwa yang mungkin dialaminya.

baca juga

Penulis buku Dr. Sandersan Onie atau kerap disapa Dr. Sandy juga sepakat dengan Indria. Dia mengatakan, buku yang dia tulis bukan untuk keperluan diagnosis diri apalagi orang lain. Menurutnya, diagnosis diri sendiri atau self diagnose sangatlah berbahaya.

"Bahkan self diagnose itu bahayanya sangat besar. Tujuan buku ini bukan untuk mendiagnosis, tetapi agar bisa melihat orang lain, dan bukannya menghakimi tetapi menyikapinya dengan baik," katanya.

Dr. Sandy juga berharap orang bisa tahu bagaimana harus bersikap saat orang terdekatnya merasa murung atau khawatir. Dia menekankan, diagnosis masalah kesehatan jiwa hanya untuk profesional, yakni psikolog atau psikiater.

"Bagian kita melihat dan care untuk mereka (yang mengalami masalah mental). Ini agar kita punya pengetahuan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar UMY: Layanan Kesehatan Mental di Indonesia Belum Merata

Pakar UMY: Layanan Kesehatan Mental di Indonesia Belum Merata

Jogja | Sabtu, 16 Oktober 2021 | 14:35 WIB

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Jangan Lupakan Akses Kesehatan Jiwa di Indonesia

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Jangan Lupakan Akses Kesehatan Jiwa di Indonesia

Health | Selasa, 12 Oktober 2021 | 11:55 WIB

Gangguan Jiwa Masih Dikaitkan dengan Mistis, Pasien Jadi Enggan Berobat

Gangguan Jiwa Masih Dikaitkan dengan Mistis, Pasien Jadi Enggan Berobat

Health | Selasa, 12 Oktober 2021 | 11:03 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×