Gangguan Jiwa Masih Dikaitkan dengan Mistis, Pasien Jadi Enggan Berobat

M. Reza Sulaiman

Selasa, 12 Oktober 2021 | 11:03 WIB
Gangguan Jiwa Masih Dikaitkan dengan Mistis, Pasien Jadi Enggan Berobat
Ilustrasi gangguan jiwa [shutterstock]

Suara.com - Pakar mengatakan salah satu hambatan utama dalam penanganan gangguan jiwa dan masalah kejiwaan di Indonesia adalah mitos yang menyelebunginya.

Salah satunya, mitos yang menyebut gangguan jiwa terjadi karena masalah mistis, seperti kutukan roh jahat. Inilah yang menjadikan masyarakat masih menganggap orang dengan gangguan jiwa atau gangguan mental sebagai “beban” dan tidak diterima oleh lingkungan masyarakat karena dianggap aneh.

“Karena anggapan-anggapan seperti itu, banyak masyarakat yang memilih untuk menghindar dan menciptakan jarak sosial dengan pasien yang memiliki gangguan mental. Ini yang mempersulit dalam sesi perawatan dan pemulihan,” ujar Psikolog Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati Jakarta, Widya S. Sari, M.Psi, dikutip dari ANTARA.

Widya menyebutkan menurut data yang dirilis pada 2018, sekitar 450 ribu orang di Indonesia menderita gangguan jiwa berat. Angka tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan 2013 dan kini sudah jauh meningkat, terutama pada tahun ini yang dilanda situasi pandemi.

Ilustrasi gangguan jiwa. (Shutterstock)
Ilustrasi gangguan jiwa. (Shutterstock)

Pendiri Klub “Mental Health Indonesia” di Clubhouse, Detty Wulandari, membagikan pengalamannya selama menjadi penyintas bipolar disorder. Ia pertama kali didiagnosa pada 25 tahun yang lalu pada saat masih tinggal di Australia dan merasakan kesulitan menghadapi stigma ketika dirinya tinggal di Jakarta.

“Salah satu contoh stigma itu adalah pada saat saya dibilang ‘ah kamu ini ternyata kurang bersyukur’. Stigma bahwa orang punya masalah dengan kesehatan mentalnya itu pasti berhubungan dengan keimanan seseorang itu termasuk stigma yang agak-agak gimana gitu,” ujarnya.

Menurut Detty, setidaknya terdapat dua tantangan terbesar dalam isu kesehatan mental, yakni edukasi dan empati. Ia mengatakan diperlukan pemahaman yang lebih holistik dan menyeluruh tentang kesehatan mental bagi masyarakat.

“Pemahaman banyak orang kalau membicarakan kesehatan mental selalu asosiasinya itu ke gangguan-gangguan yang bisa dibilang serius. Padahal kesehatan mental itu termasuk misalnya pada saat kita stres, apakah kita mampu menghadapi stres atau tidak,” katanya.

Ia mengatakan ketika seseorang merasakan stres yang berkepanjangan, merasa tidak produktif dan hasil pekerjaan menurun, serta segala hal yang keluar dari keseimbangan tersebut terasa mengganggu, hal tersebut merupakan sinyal atas kondisi mental yang sedang tidak baik.

baca juga

Selain persoalan edukasi, Detty juga menyoroti persoalan empati sebelum menggali lebih jauh terhadap pengetahuan kesehatan mental. Menurutnya, ketika seseorang tidak memiliki rasa empati hal tersebut akan menyulitkan untuk memahami mengenai kesehatan mental.

“Tapi mudah-mudahan, kalau misalnya orang-orang bisa lebih paham dan mengerti, stigma itu akan setidaknya berkurang,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hipnosis atau Manipulasi? Simak Faktanya di Buku Hypnotherapy Mastery

Hipnosis atau Manipulasi? Simak Faktanya di Buku Hypnotherapy Mastery

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:04 WIB

Pemprov Jateng Luncurkan Logis, Layanan Psikolog Gratis untuk Masyarakat

Pemprov Jateng Luncurkan Logis, Layanan Psikolog Gratis untuk Masyarakat

Foto | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:49 WIB

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:55 WIB

Erika Carlina Harus Bawa Putranya ke Psikolog di Usia 13 Tahun, Ada Apa?

Erika Carlina Harus Bawa Putranya ke Psikolog di Usia 13 Tahun, Ada Apa?

Entertainment | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:28 WIB

Dibalik Wajah Sempurna: Mengupas Ain, Horor Psikologis Tentang Bahaya Menjadi Pusat Perhatian

Dibalik Wajah Sempurna: Mengupas Ain, Horor Psikologis Tentang Bahaya Menjadi Pusat Perhatian

Your Say | Senin, 25 Mei 2026 | 19:05 WIB

Jejak Kriminal Teror Pocong: Mengapa Modus Mistis Masih Bertahan di Era Digital?

Jejak Kriminal Teror Pocong: Mengapa Modus Mistis Masih Bertahan di Era Digital?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:36 WIB

Novel Kereta Semar Lembu, Kutukan dan Takdir Lembu di Sepanjang Rel Jawa

Novel Kereta Semar Lembu, Kutukan dan Takdir Lembu di Sepanjang Rel Jawa

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:11 WIB

Ruang Tenang: Validasi untuk Jiwa yang Lelah dan Hati yang Ingin Rehat

Ruang Tenang: Validasi untuk Jiwa yang Lelah dan Hati yang Ingin Rehat

Your Say | Sabtu, 25 April 2026 | 20:05 WIB

Terkini

Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7

Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:27 WIB

Instruksi Pimpinan DPR ke Legislator: Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban Gempa NTT

Instruksi Pimpinan DPR ke Legislator: Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban Gempa NTT

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:22 WIB

Kapan Waktu Terbaik Pakai Juva Wrinkle Warrior ZAP? Simak Panduannya Biar Wajah Kencang Awet Muda

Kapan Waktu Terbaik Pakai Juva Wrinkle Warrior ZAP? Simak Panduannya Biar Wajah Kencang Awet Muda

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang

Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Cocok Ditonton Keluarga 9-10 Oktober, Drama Musikal Sirena Angkat Kisah Putri Duyung Terdampar

Cocok Ditonton Keluarga 9-10 Oktober, Drama Musikal Sirena Angkat Kisah Putri Duyung Terdampar

Entertainment | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Presiden Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Presiden Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:12 WIB

Gus Rozin: NU Perlu Lebih Banyak Mendengar Suara dari Jamaah di Luar Jawa

Gus Rozin: NU Perlu Lebih Banyak Mendengar Suara dari Jamaah di Luar Jawa

Jawa Tengah | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Waspada, 159 Desa dan Kelurahan Berpotensi Rawan Karhutla di Riau

Waspada, 159 Desa dan Kelurahan Berpotensi Rawan Karhutla di Riau

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:09 WIB

3 Zodiak Paling Beruntung 17-23 Agustus 2026, Rezeki dan Asmara Lancar

3 Zodiak Paling Beruntung 17-23 Agustus 2026, Rezeki dan Asmara Lancar

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Gempa NTT Tewaskan 38 Orang, Rumah hingga Bandara dan Pelabuhan Rusak

Gempa NTT Tewaskan 38 Orang, Rumah hingga Bandara dan Pelabuhan Rusak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:57 WIB

×