Ilmuwan Temukan Gen Penyebab Pasien Covid-19 Bisa Alami Keparahan Hingga Meninggal Dunia

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 07 November 2021 | 14:03 WIB
Ilmuwan Temukan Gen Penyebab Pasien Covid-19 Bisa Alami Keparahan Hingga Meninggal Dunia
Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)

Suara.com - Ilmuwan Inggris dari Universitas Oxford telah mengidentifikasi versi gen yang dapat mengindikasikan peningkatan risiko gagal paru-paru serta risiko kematian hingga dua kali lipat akibat infeksi Covid-19.

Para peneliti mengatakan temuan itu kemungkin dapat menjelaskan penyebab beberapa orang lebih rentan alami kondisi buruk saat terinfeksi virus corona. Penemuan itu juga dapat mengarah pada pengembangan perawatan dan obat-obatan yang lebih bertarget.

"Kami menemukan bahwa peningkatan risiko bukan karena perbedaan pengkodean gen untuk protein, tetapi karena perbedaan DNA yang jadi pemicu menghidupkan gen. Jauh lebih sulit untuk mendeteksi gen yang dipengaruhi oleh efek peralihan tidak langsung semacam ini," kata Jim Hughes, profesor regulasi gen dan co-lead dalam penelitian tersebut, dikutip dari Fox News.

Sekitar 60 persen orang keturunan Asia Selatan membawa varian berisiko tinggi, kata para peneliti. Prevalensi yang tinggi mungkin bantu menjelaskan penyebab terjadi kondisi parah yang terlihat pada anak di India.

Sedangkan hanya sekitar 15 persen orang keturunan Eropa yang membawa gen tersebut, dan hanya 2 persen orang keturunan Afro-Karibia.

Tim menggunakan algoritma kecerdasan buatan untuk menyisir database besar sampel genetik dari ratusan jenis sel untuk mengisolasi tindakan ke sel yang memengaruhi paru-paru.

"Anehnya, karena beberapa gen lain dicurigai, data menunjukkan bahwa gen yang relatif belum dipelajari yang disebut LZTFL1, jadi penyebabnya," kata Dr. Damien Downes, yang memimpin pekerjaan laboratorium dari kelompok penelitian Hughes.

Gen tersebut mencegah sel-sel yang melapisi saluran udara dan paru-paru untuk merespons virus dengan baik, tetapi tidak mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Artinya, orang yang membawa gen tersebut harus merespon secara normal terhadap vaksin.

"Meskipun kami tidak dapat mengubah genetik, hasil kami menunjukkan bahwa orang-orang dengan gen berisiko lebih tinggi cenderung mendapat manfaat dari vaksinasi," kata peneliti lain, James Davis.

baca juga

"Karena sinyal genetik mempengaruhi paru-paru daripada sistem kekebalan, itu berarti peningkatan risiko harus dibatalkan dengan vaksin," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lembaga Penelitian Inggris Pelajari Dampak Jangka Panjang Covid-19 pada Ibu Hamil

Lembaga Penelitian Inggris Pelajari Dampak Jangka Panjang Covid-19 pada Ibu Hamil

Health | Minggu, 07 November 2021 | 13:47 WIB

Pasien Covid-19 Berisiko Alami Gangguan Jantung Setelah Sembuh

Pasien Covid-19 Berisiko Alami Gangguan Jantung Setelah Sembuh

Health | Sabtu, 06 November 2021 | 20:46 WIB

Dokter Ingatkan Efek Infeksi Covid-19 Bisa Picu Peradangan dan Gangguan Irama Jantung

Dokter Ingatkan Efek Infeksi Covid-19 Bisa Picu Peradangan dan Gangguan Irama Jantung

Malang | Sabtu, 06 November 2021 | 16:25 WIB

Terkini

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:23 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

News | Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 23:09 WIB

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 23:06 WIB

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

×