Memahami Mengapa Dosis Vaksin Covid-19 Berbeda pada Setiap Kelompok Usia

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 09 November 2021 | 08:00 WIB
Memahami Mengapa Dosis Vaksin Covid-19 Berbeda pada Setiap Kelompok Usia
ilustrasi vaksinasi COVID-19. [Envato Elements]

Suara.com - Seiring tumbuh dan berkembangnya manusia, sistem kekebalan mengalami hal yang sama. Proses ini merupakan salah satu alasan para ilmuwan mempelajari setiap respons imun masing-masing kelompok usia terhadap vaksin Covid-19.

Misalnya, vaksin Covid-19 perlu diuji secara terpisah pada anak usia 5 hingga 11 tahun dengan yang berusia 12 hingga 16 tahun.

Dokter ingin memberikan dosis vaksin yang dapat melindungi dengan baik dan memicu efek samping paling ringan.

Semua ini juga tergantung pada bagaimana sistem kekebalan bekerja sesuai perkembangannya, menurut The Conversation.

Vaksin untuk perkembangan kekebalan tubuh

Vaksin bekerja dengan memicu pembentukan antibodi yang akan mengenali kuman tertentu dan akan melawannya dengan cara yang lebih aman, daripada melawan kuman tanpa adanya antibodi terlebih dahulu. Seperti yang terjadi saat orang terinfeksi untuk pertama kali sebelum vaksin.

Seberapa baik vaksin bekerja adalah faktor gabungan dari berapa banyak antibodi yang tubuh hasilkan sebagai respons terhadap vaksin, seberapa efektif dan keamanan vaksin.

Antibodi di dalam tubuh (berbentuk Y) (Freepik)
Antibodi di dalam tubuh (berbentuk Y) (Freepik)

Ketika peneliti bekerja untuk menyempurnakan dosis vaksin untuk kelompok usia tertentu, mereka perlu menyadari bagian mana dari sistem kekebalan yang aktif dan tidak aktif pada setiap tahap perkembangan kelompok tersebut.

Itulah alasan beberapa beberapa vaksin diuji dan disetujui di waktu yang berbeda pada orang dewasa, remaja, anak-anak, dan bayi.

baca juga

Sejumlah vaksin untuk bayi diberikan secara berurutan, artinya mereka akan mendapatkan satu jenis vaksin selama beberapa bulan.

Sistem kekebalan adaptif bayi (diberikan oleh sang ibu melalui plasenta dan ASI) cenderung 'pelupa'. Jadi, pemberian vaksin secara bertahap bertujuan untuk memperkuat kekebalan bayi.

Setelah usia 4 tahun, sistem kekebalan bayi cenderung lebih responsif dan 'tidak mudah lupa'. Tidak heran apabila pada saat inilah bayi-bayi umumnya diidentifikasi memiliki alergi.

Para ilmuwan cenderung mulai memberi vaksin untuk kelompok usia 18 hingga 55 tahun. Sebab, kekebalan mereka sudah matang dan secara jelas menunjukkan apabila ada reaksi merugikan dari vaksin.

Melihat apa yang terjadi pada kelompok usia dewasa juga membantu dokter memprediksi apa yang mungkin terjadi ketika vaksin diberikan kepada kelompok lainnya, terutama pada orang yang lebih muda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak 6-11 Tahun Bisa Vaksin Covid-19, Hingga Booster Bukan Untuk Semua Masyarakat

Anak 6-11 Tahun Bisa Vaksin Covid-19, Hingga Booster Bukan Untuk Semua Masyarakat

Health | Senin, 08 November 2021 | 20:34 WIB

Anak 6-11 Tahun Bakal Dapat Vaksin Covid-19, Orangtua Jangan Lupa Siapkan NIK Anak

Anak 6-11 Tahun Bakal Dapat Vaksin Covid-19, Orangtua Jangan Lupa Siapkan NIK Anak

Health | Senin, 08 November 2021 | 19:58 WIB

Risiko Komordid Rendah, Sebagian Besar Anak Usia 6-11 Tahun Bisa Disuntik Vaksin Covid-19

Risiko Komordid Rendah, Sebagian Besar Anak Usia 6-11 Tahun Bisa Disuntik Vaksin Covid-19

Health | Senin, 08 November 2021 | 17:33 WIB

Terkini

Berapa Besaran BSU 2026? Cek Pakai NIK Lewat bsu.kemnaker.go.id

Berapa Besaran BSU 2026? Cek Pakai NIK Lewat bsu.kemnaker.go.id

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Sinopsis Sunshine through the Rain, Dracin Terbaru Yang Chao Yue dan Winwin

Sinopsis Sunshine through the Rain, Dracin Terbaru Yang Chao Yue dan Winwin

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Densus 88 Ringkus 12 Tersangka Terorisme, Diduga Terkait Jaringan Daulah Islamiyah

Densus 88 Ringkus 12 Tersangka Terorisme, Diduga Terkait Jaringan Daulah Islamiyah

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Sepatu Ortuseight Hyperblast 2.1 Cocok untuk Apa? Cek Teknologi dan Harganya

Sepatu Ortuseight Hyperblast 2.1 Cocok untuk Apa? Cek Teknologi dan Harganya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Jejak Garang Spesialis Reserse, Irjen Hengki Resmi Duduki Kursi Kapolda Jabar

Jejak Garang Spesialis Reserse, Irjen Hengki Resmi Duduki Kursi Kapolda Jabar

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:41 WIB

Siskaeee Teriak Fasis soal RUU Penyiaran Ancaman bagi Kebebasan Pers, Rocky Gerung Kena Sentil

Siskaeee Teriak Fasis soal RUU Penyiaran Ancaman bagi Kebebasan Pers, Rocky Gerung Kena Sentil

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:39 WIB

35 Tahun Puasa Gelar, Timnas Indonesia Selangkah Lagi Raih Trofi

35 Tahun Puasa Gelar, Timnas Indonesia Selangkah Lagi Raih Trofi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Sinopsis Drama One of a Kind Romance: Kisah Cinta Artis dan Asisten

Sinopsis Drama One of a Kind Romance: Kisah Cinta Artis dan Asisten

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Presiden Prabowo Ditantang Politikus Malaysia Buka Perusahaan Besar yang Terlibat Karhutla

Presiden Prabowo Ditantang Politikus Malaysia Buka Perusahaan Besar yang Terlibat Karhutla

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Tarif Transjakarta Bakal Naik Mulai 2027, Gubernur Pramono Ungkap Alasannya

Tarif Transjakarta Bakal Naik Mulai 2027, Gubernur Pramono Ungkap Alasannya

Video | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:30 WIB

×