Risiko Komordid Rendah, Sebagian Besar Anak Usia 6-11 Tahun Bisa Disuntik Vaksin Covid-19

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Senin, 08 November 2021 | 17:33 WIB
Risiko Komordid Rendah, Sebagian Besar Anak Usia 6-11 Tahun Bisa Disuntik Vaksin Covid-19
Puluhan anak berusia 12 tahun ke atas di Pekanbaru mengikuti vaksinasi Covid-19 massal yang digelar Kejati Riau, Kamis (8/7/2021). [Foto Riauonline]

Suara.com - Sebentar lagi, Indonesia akan memberikan vaksin Covid-1 untuk anak usia 6-19 tahun.

Ketua Ikatan Dokter anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso Sp.A(K)., memprediksi kemungkinan sebagian besar anak usia 6-11 tahun bisa divaksinasi Covid-19. Sebab prinsipnya, selama anak dalam kondisi sehat maka bisa divaksinasi.

Sementara itu, kemungkinan hanya sedikit anak yang tidak bisa divaksinasi Covid-19 karena memiliki komorbid. Akan tetapi, faktor komorbid pada anak berbeda dengan orang dewasa.

"Anak-anak kita tahu komorbidnya biasanya masalah kelainan bawaan, seperti jantung bawaan atau penyakit bawaan lainnya. Beda dengan orang dewasa dengan komorbid, biasanya karena gaya hidup. Oleh karena itu, sebetulnya hampir sebagian besar anak dibolehkan untuk vaksinasi Covid," kata dokter Piprim dalam webinar Satgas Penanganan Covid-19, Senin (8/11/2021).

Seorang pelajar mengikuti vaksinasi massal di SMAN 1 Teladan Yogyakarta, Minggu (22/8/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Seorang pelajar mengikuti vaksinasi massal di SMAN 1 Teladan Yogyakarta, Minggu (22/8/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Kategori anak yang tidak bisa disuntik vaksin biasanya jika mengalami sakit berat. Misalnya, sedang terinfeksi berat, demam tinggi, maupun dirawat di rumah sakit karena pneumonia, kanker dengan pengobatan dosis tinggi, atau penyakit yang yang terjadi penurunan imunitas seperti HIV berat.

Jika anak mengalami penyakit kronik, misalnya penyakit jantung bawaan, dokter Pimprim mengatakan, selama kondisinya stabil dan penyakut sudah terkontrol maka bisa mendapatkan surat layak vaksinasi dari dokter anak yang biasa merawatnya.

"Prinsipnya, sedikit yang nggak boleh vaksinasi. Hanya tentu saja saya juga mengharapkan orang tua hangan khawatir karena Insya Allah vaksin ini aman. Bahkan di beberapa studi, efek sampingnya lebih ringan daripada pada orang dewasa dengan efektivitasnya juga lebih tinggi daripada orang dewasa," ujarnya.

Dokter Piprim menekankan, orangtua harus paham bahwa tertular virus yang sebenarnya akan jauh lebih berbahaya bagi anak dibandingkan kemasukan virus yang sudah dimatikan lewat vaksin.

"Karena vaksin dengan virus yang sudah mati itu dia akan merangsang kekebalan tapi penyakitnya nggak dapat," jelasnya.

baca juga

Ia juga menegaskan bahwa pemberian vaksin Covid-19 kepada anak bukan tindakan coba-coba, melainkan telah melewati proses yang panjang. Dari mulai uji klinik terhadap hewan, kepada manusia dewasa. Kemudian setelah dinyatakan aman, baru diberikan terlebih dahulu kepada kelompok usia dewasa.

Lalu, setelah itu dilakukan uji klinik kembali untuk dipastikan aman jika diberikan kepada kelompok usia remaja. Setelah itu, barulah akan diberikan kepada kelompok anak 6-11 tahun.

"Jadi kebijakan vaksinasi kepada anak itu bertahap betul, tidak sembarangan. Coba-coba itu ketika orang tua nggak mau anaknya divaksinasi, tapi coba cobain saja langsung kena virus ganas covid," pungkasnya.

Kementerian Kesehatan menargetkan program vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun paling lambat dilakukan awal tahun 2022 dengan target sasaran yang akan divaksinasi sebanyak 25-28 juta orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks

Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Kemenkes Tekankan Pentingnya Pantau Tumbuh Kembang Anak di Posyandu

Kemenkes Tekankan Pentingnya Pantau Tumbuh Kembang Anak di Posyandu

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:24 WIB

IDAI Ungkap Alasan Anak Lebih Rentan Terdampak Asap Karhutla Dibanding Orang Dewasa

IDAI Ungkap Alasan Anak Lebih Rentan Terdampak Asap Karhutla Dibanding Orang Dewasa

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:15 WIB

IDAI Minta Sekolah Terapkan 6 Langkah Lindungi Anak dari Asap Karhutla

IDAI Minta Sekolah Terapkan 6 Langkah Lindungi Anak dari Asap Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:32 WIB

IDAI Ungkap Dampak Panjang Asap Karhutla pada Anak: dari Kerusakan Paru hingga Penghasilan Rendah

IDAI Ungkap Dampak Panjang Asap Karhutla pada Anak: dari Kerusakan Paru hingga Penghasilan Rendah

Health | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Kapan Bayi Boleh Makan Telur? Ini Penjelasan IDAI

Kapan Bayi Boleh Makan Telur? Ini Penjelasan IDAI

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:37 WIB

IDAI Ingatkan Bahaya Telur Mentah untuk Bayi, Berisiko Picu Infeksi hingga Dehidrasi

IDAI Ingatkan Bahaya Telur Mentah untuk Bayi, Berisiko Picu Infeksi hingga Dehidrasi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:11 WIB

Dokter Piprim: MPASI Usia 4 Bulan Bisa Dipertimbangkan dalam Kondisi Tertentu

Dokter Piprim: MPASI Usia 4 Bulan Bisa Dipertimbangkan dalam Kondisi Tertentu

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Terkini

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

×