Satgas Covid-19 Sebut Ancaman Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19 Masih Ada

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 09 November 2021 | 13:54 WIB
Satgas Covid-19 Sebut Ancaman Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19 Masih Ada
Ilustrasi Pandemi. (Pexels)

Suara.com - Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat agar tidak terlena dengan tren kasus positif Covid-19 yang saat ini terus menurun.

Meski sudah lebih terkendali, Satgas Covid-19 mengatakan ancaman gelombang ketiga Covid-19 tetap ada.

Terlebih Satgas mencatat ada sejumlah kota yang terindikasi alami kenaikan kasus positif penyakit yang disebabkan virus corona tersebut.

"Kita berayukur Indonesia turun mereka yang terkena Covid. Itu merata di semua daerah. Tapi sudah ada indikasi beberapa kota peningkatan kasus. Ini yang harus diwaspadai, jangan sampai lengah," kata Kepala Subbid Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Troy Pantouw dalam dialog sehat di TVRI, Selasa (9/11/2021).

Troy mengingatkan, kekhawatiran berlebihan memang tidak baik untuk psikis. Tapi bukan berarti masyarakat meremehkan potensi penularan virus.

"Jangan sampai penurunan level PPKM ini jadi euforia yang berlebihan. Karena beberapa kota sudah ditengarai ada kenaikan kecil-kecilan," ucapnya.

Juru bicara pemerintah terkait Covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro menambahkan bahwa negara dengan tingkat vaksinasi tinggi dan protokol kesehatan yang ketat dijalankan cenderung penularan virus corona jadi lebih terkontrol. Kondisi itu yang bisa dilihat di India saat ini.

"Kita lihat di India memang prokes masih dijalankan bahkan masih dikampanyekan. Vaksin juga jalan terus, jadi gak lengah," ucapnya.

Gelombang ketiga bisa dipicu karena adanya masa liburan Natal dan Tahun Baru. Menurut dokter Reisa, kenaikan kasus positif Covid-19 di Indonesia biasanya dipicu karena masyarakat yang bepergiaan dan tidak menjalankan protokol kesehatan.

baca juga

Jika hal itu terjadi selama masa libur Natak dan Tahun Baru, kemungkinan gelombang ketiga bisa terjadi pada periode Januari 2022.

"Karena masa inkubasi itu 2-14 hari, maka akan muncul kenaikan kasus 1-2 minggu setelah liburan itu. Jadi kalau mungkin akhir tahun liburnya, kenaikannya ya awal tahun. Seperti tahun lalu, terjadi kenaikan saat Januari sampai Februari," kata dokter Reisa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telkom Sabet Predikat Diamond di Ajang The 3rd ASEAN PR Excellence Awards 2021

Telkom Sabet Predikat Diamond di Ajang The 3rd ASEAN PR Excellence Awards 2021

News | Selasa, 09 November 2021 | 13:43 WIB

Stok Vaksin Covid-19 di Banda Aceh Tinggal 10.842 Dosis

Stok Vaksin Covid-19 di Banda Aceh Tinggal 10.842 Dosis

Sumut | Selasa, 09 November 2021 | 13:06 WIB

Strategi Bobby Nasution Cegah Gelombang Ketiga Covid-19

Strategi Bobby Nasution Cegah Gelombang Ketiga Covid-19

Sumut | Selasa, 09 November 2021 | 12:54 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×