Saran Dokter Reisa Agar Indonesia Tak Alami Gelombang Ketiga Covid-19

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 09 November 2021 | 14:33 WIB
Saran Dokter Reisa Agar Indonesia Tak Alami Gelombang Ketiga Covid-19
Ilustrasi gelombang ketiga Covid-19 (Elements Envato)

Suara.com - Laju penularan Covid-19 di Indonesia saat ini berada di posisi rendah. Risiko penularan atau rate infection di Indonesia tercatat 0,4 persen. Rata-rata kasus baru juga di bawah 500 per hari. Meski membaik, masyarakat diminta tidak terlena. Juru bicara pemerintah terkait Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro, mengatakan bahwa ancaman gelombang ketiga Covid-19 masih bisa terjadi di Indonesia. Terutama pasca waktu libur Natal dan tahun baru.

"Sejak kita kewalahan Agustus kemarin sampai saat ini, prokes sudah baik, PPKM juga dijalankan dengan baik. Ini yang membuat kita aman. Jangan sampai kita lengah, jangan anggap remeh, kita kecolongan, sampai nanti timbul gelombang tiga," kata dokter Reisa dalam dialog sehat di TVRI, Selasa (9/11/2021).

Agar gelombang ketiga tidak benar-benar terjadi, dokter Reisa mengingatkan kalau antisipasinya harus dilakukan sejak sekarang. Ada atau tidaknya lonjakan kasus, sangat bergantung dari perilaku masyarakat.

"Semua tergantung kita. Kaya orang nanya, kapan pandemi selesai, semua tergantung sama kita. Kita bisa sampai kondisi hari ini karena kemauan prokes dan laju vaksinasi di masyarakat," kata dokter Reisa.

Ia menambahkan bahwa pemicu penularan virus corona di Indonesia berkaitan erat dengan mobilitas masyarakat yang tidak melakukan protokol kesehatan. Oleh sebab itu, dokter Reisa mengingatkan, kalaupun mobilitas tidak bisa dihindari, paling penting protokol kesehatan harus disiplin dilakukan.

Selain itu juga memastikan diri telah disuntik vaksin Covid-19. Karena manfaatnya bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga melindungi orang-orang yang belum bisa divaksinasi karena kondisi kesehatan tertentu.

"Makanya target pemerintah akhir tahun bisa mendekati 70 persen. Vaksin sudah tersedia banyak dan sudah didistribusikan juga. Karena vaksin di Indonesia sampai saat ini sudah lebih dari 320 juta dosis. Sekarang cakupan kita dosis pertama 60 persen. Dosis kedua 40 persen. Kalau kita bisa kejar kekurangannya, itu akan lebih baik. Apalagi di daerah yang level PPKM masih tinggi, ini harus digenjot vaksinasinya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dirjen IKP Imbau Humas Ambil Peran Cegah Gelombang Ketiga Covid-19

Dirjen IKP Imbau Humas Ambil Peran Cegah Gelombang Ketiga Covid-19

News | Jum'at, 05 November 2021 | 20:47 WIB

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19: Percepatan Vaksinasi Harus Terus Berjalan

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19: Percepatan Vaksinasi Harus Terus Berjalan

Kaltim | Jum'at, 05 November 2021 | 17:38 WIB

Antisipasi Gelombang Ketiga COVID-19, Wagub DKI Imbau Warga: Kurangi Bepergian

Antisipasi Gelombang Ketiga COVID-19, Wagub DKI Imbau Warga: Kurangi Bepergian

Jakarta | Jum'at, 05 November 2021 | 14:01 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB