Lebih dari 28 Ribu Ton Sampah Medis Tersebar di Lautan, Kebanyakan dari Plastik!

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 11 November 2021 | 17:00 WIB
Lebih dari 28 Ribu Ton Sampah Medis Tersebar di Lautan, Kebanyakan dari Plastik!
Anggota satgas naturalisasi Ciliwung Kota Bogor mengumpulkan sampah masker medis bekas pakai di bantaran sungai Ciliwung, Kelurahan Sukaresmi, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/2/2021).

Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 ini tidak hanya berdampak pada sistem kesehatan saja, tetapi juga pada lingkungan. Peneliti memperkirakan ada lebih dari 28.000 ton sampah medis menumpuk di lautan.

Angka tersebut merupakan hasil studi pemodelan terhadap 193 negara, yang menghasilkan sekitar 9,2 juta ton sampah medis dari awal pandemi hingga pertengahan Agustus 2021.

Berdasarkan perhitungan tersebut, peneliti memperkirakan ada sekitar 28.550 sampah medis yang telah berakhir ke lautan pada 23 Agustus, 'diangkut' oleh 369 sungai besar.

Sebagian besar sampah medis tersebut berbentuk plastik (87,4%) yang berasal dari rumah sakit, sementara 7,6%-nya berasal dari per orangan.

Sementara sampah pengemasan dan alat uji masing-masing menyumbang sekitar 4,7% dan 0,3% dari limbah, lapor Lice Science.

Ilustrasi sampah medis (News.Cn)
Ilustrasi sampah medis (News.Cn)

"Pandemi Covid-19 baru-baru ini telah menyebabkan peningkatan permintaan plastik sekali pakai, meningkatkan tekanan masalah," ujar penulis penelitian.

Dalam waktu tiga tahun, sebagian besar sampah akan bergeser dari permukaan laut ke pantai dan dasar laut, dengan lebih dari 70% terbawa ke pantai pada akhir tahun.

Dari model ini, peneliti juga memprediksi sebagian besar sampah akan berdampak pada lingkungan pesisir di dekat sumber aslinya dalam jangka pendek.

Sementara dalam jangka panjang tumpukan sampah ini akan tersebar di laut.

baca juga

Para peneliti juga memprediksi bahwa zona akumulasi plastik sirkumpolar akan terbentuk pada 2025 mendatang.

"Temuan ini menyoroti sungai dan daerah pusat aliran sungai yang memerlukan perhatian khususdalam pengelolaan sampah plastik," sambung peneliti.

Secara khusus, penelitian ini menyoroti kebutuhan akan sistem yang lebih baik untuk mengumpulkan, mengolah, dan membuang sampah plastik medis di negara berkembang, untuk menjauhkannya dari sungai dan kebutuhan membatasi penggunaan plastik sekali pakai serta meningkatkan penggunaan alat alternatif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemkab Pasuruan Siapkan TPA Khusus Sampah Medis Covid-19

Pemkab Pasuruan Siapkan TPA Khusus Sampah Medis Covid-19

Malang | Rabu, 03 November 2021 | 10:49 WIB

Sampah Medis Berserakan di TPA Burangkeng, Kepala Dinkes: Kita Sudah SOP

Sampah Medis Berserakan di TPA Burangkeng, Kepala Dinkes: Kita Sudah SOP

Bekaci | Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:05 WIB

Duh, Sampah Medis Berserakan di TPA Burangkeng Kabupaten Bekasi

Duh, Sampah Medis Berserakan di TPA Burangkeng Kabupaten Bekasi

Bekaci | Rabu, 20 Oktober 2021 | 08:30 WIB

Terkini

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:45 WIB

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:15 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:05 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

×