Kasus Miokarditis pada Penderima Vaksin Covid-19 Produksinya Tinggi, Moderna Membela Diri

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 12 November 2021 | 20:30 WIB
Kasus Miokarditis pada Penderima Vaksin Covid-19 Produksinya Tinggi, Moderna Membela Diri
Vaksin moderna (VOA Indonesia)

Suara.com - Moderna membela diri bahwa perlindungan vaksin Covid-19 mereka terhadap penyakit parah, rawat inap, dan kematian melebihi risiko miokarditis.

Pembelaan ini muncul setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) membutuhkan lebih banyak waktu untuk memutuskan apakah mereka akan mengizinkan pemberian vaksin Moderna kepada anak usia 12 hingga 17 tahun.

Keputusan FDA rencananya keluar setelah mereka memeriksa laporan kasus miokarditis, atau peradangan otot jantung, lapor CNBC.

Kasus peradangan jantung langka pada pria di bawah 30 tahun dilaporkan relatif lebih tinggi pada vaksin Moderna dibanding pada penerima vaksin Pfizer-BioNTech.

Tercatat ada 13,3 kasus per 100.000 orang miokarditis untuk vaksin Moderna dibanding dengan 2,7 kasus per 100.000 orang untuk vaksin Pfizer.

Vaksin Moderna. [Nhac Nguyen/AFP]
Vaksin Moderna. [Nhac Nguyen/AFP]

Namun, Moderna mengatakan bahwa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah melaporkan tingkat penyakit ringan atau berat pada penerima vaksin Moderna lebih rendah daripada pada penerima vaksin Pfizer atau Johnson & Johnson.

Misalnya, ada 86 kasus terobosan per 100.000 orang untuk vaksin Moderna. Sementara 135 kasus terobosan per 100.000 orang untuk Pfizer.

Data juga menunjukkan orang yang tidak divaksinasi memiliki risiko kematian 11 kali lipat dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan vaksin.

“Sementara saya pikir otoritas kesehatan menilai data dengan hati-hati, Anda dapat melihat bahwa mereka terus merekomendasikan penggunaan vaksin mRNA-1273 Moderna," jelas Kepala Petugas Medis Moderna Dr. Paul Burton.

Ia menambahkan, "Kami percaya bahwa keseimbangan manfaat dan risiko sangat positif."

Burton mengatakan perusahaan belum melihat kasus miokarditis pada penerima suntikan booster. Selain itu, kasus miokarditis yang dilaporkan juga umumnya ringan dengan gejala yang biasanya dapat sembuh dengan sendirinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PeduliLindungi Identifikasi 18.394 Orang Positif COVID-19 Berkeliaran di Ruang Publik

PeduliLindungi Identifikasi 18.394 Orang Positif COVID-19 Berkeliaran di Ruang Publik

Tekno | Jum'at, 12 November 2021 | 19:50 WIB

Mantan PM Selandia Baru: Vaksinasi Covid-19 Saja Tidak akan Membuat Pandemi Berakhir

Mantan PM Selandia Baru: Vaksinasi Covid-19 Saja Tidak akan Membuat Pandemi Berakhir

Health | Jum'at, 12 November 2021 | 19:55 WIB

Pasien Covid-19 Tolak Divaksinasi, Siap-siap Kena Denda Rp 262 Juta di Singapura

Pasien Covid-19 Tolak Divaksinasi, Siap-siap Kena Denda Rp 262 Juta di Singapura

Health | Jum'at, 12 November 2021 | 19:08 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB