Jangan Lengah, Pakar Ingatkan Ancaman Pneumonia Anak di Tengah Pandemi COVID-19

M. Reza Sulaiman

Senin, 15 November 2021 | 10:05 WIB
Jangan Lengah, Pakar Ingatkan Ancaman Pneumonia Anak di Tengah Pandemi COVID-19
Ilustrasi pneumonia [shutterstock]

Suara.com - Pandemi COVID-19 meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit menular yang menyerang pernapasan. Menurut pakar, salah satu penyakit infeksi yang masih perlu diwaspadai adalah pneumonia.

Secara global, pneumonia masih menjadi faktor kematian utama pada anak-anak di bawah usia lima tahun. Unicef menyebutkan, pneumonia merenggut nyawa lebih dari 800.000 anak balita per tahun. Sebagian besar kematian ini terjadi di Asia Selatan, Sub-Sahara Afrika, dan Asia Tenggara.

Data Kementerian Kesehatan pada 2019 mencatat 153.987 kasus pneumonia pada bayi berusia kurang dari satu tahun dan 314.455 kasus pada anak berusia 1 sampai 5 tahun. Jumlah kematian anak akibat penyakit pneumonia mencapai 550 kasus. Indonesia berada di peringkat ke-7 dunia sebagai negara dengan beban pneumonia tertinggi secara global.

Dokter spesialis anak konsultan respirologi Prof. Dr. dr. Cissy Kartasasmita, Sp. A(K), M,Sc menjelaskan pneumonia adalah penyakit radang infeksi akut yang menyerang paru. Infeksi itu membuat jaringan paru mengalami peradangan sehingga penyaluran oksigen dalam tubuh terganggu yang dapat menyebabkan kematian pada anak.

Ilustrasi paru-paru, pneumonia (Pixabay/oracast)
Ilustrasi paru-paru, pneumonia (Pixabay/oracast)

Gejala awal pneumonia sulit dibedakan dengan penyakit pernapasan lain seperti batuk, demam, dan sesak napas. Namun, terdapat gejala khas pneumonia yakni napas cepat melebihi normal.

Frekuensi napas cepat tersebut bisa di atas 60 kali per menit untuk bayi di bawah dua bulan, di atas 50 kali per menit pada anak dua bulan hingga kurang 12 bulan, serta di atas 40 kali per menit untuk anak usia 1 sampai 5 tahun.

Selain napas cepat, hal yang patut diwaspadai yakni tarikan dinding dada ke dalam saat anak bernapas. Gejala ini biasanya muncul pada pneumonia derajat berat.

“Jadi, bila anak dengan batuk dan atau kesulitan bernafas mengalami napas cepat, orangtua jangan sampai lengah. Sebaiknya segera periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan,” kata Prof. Cissy yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung.

Prof Cissy mengemukakan pneumonia dapat disebabkan karena infeksi dari bakteri, virus, dan jamur ke dalam paru-paru.

baca juga

Faktor risiko terjadinya pneumonia antara lain bayi dengan berat badan lahir rendah, bayi yang tidak mengonsumsi air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan, bayi yang tidak mendapatkan imunisasi dasar, kurang gizi, polusi dalam ruangan seperti asap rokok, dan tinggal di lokasi yang terlalu padat penduduk.

Hasil penelitian menunjukkan 70 persen kasus pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri lebih sering menyebabkan kasus pneumonia menjadi berat. Bakteri yang paling sering jadi penyebab pneumonia adalah streptococcus pneumonia (pneumokokus) dan haemophilus influenza type b (Hib).

Pneumonia bisa diobati dengan pemberian antibiotik dan perawatan pasien. Namun, pencegahan penyakit pneumonia bisa dilakukan dengan vaksinasi. Vaksin yang dapat mencegah pneumonia pada bayi di antaranya DPT, campak, Hib, dan pneumokokus.

Ketiga vaksin pertama yang disebutkan di atas sudah masuk masuk dalam program vaksinasi dasar yang digratiskan oleh pemerintah bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Namun, pada 22 Juni lalu pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengumumkan bahwa vaksinasi pneumokokus konjugasi (PCV) juga diberikan sebagai program imunisasi dasar bagi seluruh anak di Indonesia.

Implementasi vaksinasi PCV secara nasional akan dimulai tahun depan dengan pemberian tiga dosis yakni saat anak berusia dua bulan, tiga bulan, dan 12 bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vidi Aldiano Sempat Pneumonia Sebulan Sebelum Meninggal, Ini Bahayanya bagi Pasien Kanker Ginjal

Vidi Aldiano Sempat Pneumonia Sebulan Sebelum Meninggal, Ini Bahayanya bagi Pasien Kanker Ginjal

Lifestyle | Minggu, 08 Maret 2026 | 12:21 WIB

Bukan Cuma Penyakit Orang Tua, Ini 5 'Jurus Sakti' Biar Gak Kena Pneumonia

Bukan Cuma Penyakit Orang Tua, Ini 5 'Jurus Sakti' Biar Gak Kena Pneumonia

Your Say | Senin, 17 November 2025 | 08:05 WIB

Dikira 'Lebih Aman', Dokter Paru Ungkap Vape Punya Bahaya yang Sama Ngerinya dengan Rokok

Dikira 'Lebih Aman', Dokter Paru Ungkap Vape Punya Bahaya yang Sama Ngerinya dengan Rokok

Your Say | Minggu, 16 November 2025 | 11:34 WIB

Waspada! Pneumonia Mengintai Dewasa dan Lansia, PAPDI: Vaksinasi Bukan Hanya untuk Anak-Anak

Waspada! Pneumonia Mengintai Dewasa dan Lansia, PAPDI: Vaksinasi Bukan Hanya untuk Anak-Anak

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 16:16 WIB

Studi: 1 dari 20 Balita Jakarta Kena Pneumonia akibat Polusi Udara

Studi: 1 dari 20 Balita Jakarta Kena Pneumonia akibat Polusi Udara

Health | Kamis, 10 Juli 2025 | 13:22 WIB

Sejumlah 99 Jemaah Haji Terserang Pneumonia, DPR Ingatkan Protokol Kesehatan

Sejumlah 99 Jemaah Haji Terserang Pneumonia, DPR Ingatkan Protokol Kesehatan

News | Jum'at, 23 Mei 2025 | 20:55 WIB

Mengenal Pneumonia, Diduga Penyebab Meninggalnya Mbok Yem sampai Paus Fransiskus

Mengenal Pneumonia, Diduga Penyebab Meninggalnya Mbok Yem sampai Paus Fransiskus

Lifestyle | Kamis, 24 April 2025 | 07:07 WIB

Paus Fransiskus Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Pneumonia Bilateral, Kenali Ciri-cirinya

Paus Fransiskus Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Pneumonia Bilateral, Kenali Ciri-cirinya

Lifestyle | Senin, 21 April 2025 | 18:08 WIB

Benarkah Pengharum Ruangan Semprot dan Kamar Lembap Sebabkan Pneumonia?

Benarkah Pengharum Ruangan Semprot dan Kamar Lembap Sebabkan Pneumonia?

Lifestyle | Kamis, 17 April 2025 | 14:53 WIB

Vatikan Rilis Foto Paus Fransiskus di Rumah Sakit, Begini Kondisinya

Vatikan Rilis Foto Paus Fransiskus di Rumah Sakit, Begini Kondisinya

News | Senin, 17 Maret 2025 | 13:19 WIB

Terkini

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:30 WIB

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Viral Keributan Pelajar di Menteng, Polisi Ungkap Kronologi Sebenarnya

Viral Keributan Pelajar di Menteng, Polisi Ungkap Kronologi Sebenarnya

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:23 WIB

Kawasan Pesisir Jakarta Makin Terhubung, Akses Jadi Pertimbangan Pelaku Usaha

Kawasan Pesisir Jakarta Makin Terhubung, Akses Jadi Pertimbangan Pelaku Usaha

Jakarta | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji

Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:13 WIB

×