Kejar Cakupan Vaksinasi Covid-19, Pemerintah Diminta Pakai Strategi 'Lebih' Memaksa

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 15 November 2021 | 13:58 WIB
Kejar Cakupan Vaksinasi Covid-19, Pemerintah Diminta Pakai Strategi 'Lebih' Memaksa
Aplikasi PeduliLindungi. [Dok Tiket.com]

Suara.com - Pemerintah disarankan menggunakan strategi 'memaksa' agar semakin banyak masyarakat yang mau divaksinasi Covid-19. Salah satunya dengan memperluas penggunaan aplikasi PeduliLindungi di setiap ruang publik

Peneliti Health Collaborative Center (HCC) Dr. dr. Ray Wagiu, MKK mengatakan, syarat kartu vaksin melalui PeduliLindungi cukup ampuh dalam mendorong masyarakat agar mau divaksinasi.

Hanya saja, saat ini perlu diperluas mengingat cakupannya belum mencapai 70 persen, sebagaimana target pemerintah.

"Kalau boleh ruang publik diperluas. Ruang publik yang saat ini wajib vaksin paling mal. Kalau warung itu kan ruang publik, tapi kan enggak pakai PeduliLindungi, mungkin lebih berat juga bagi pemerintah. Tapi sudah harus dipikirkan," kata Ray dalam konferensi pers virtual, Senin (15/11/2021).

Ia menyarankan, ruang publik apa pun yang berisiko dikunjungi banyak orang harus dan wajib memakai akses PeduliLindungi.

"Diperluas sampai seluas-luasnya ruang publik yang tersedia di Indonesia. Ini saya yakin akan sangat efektif," ucapnya.

Namun, selain itu, edukasi pentingnya vaksinasi Covid-19 juga harus tetap dilakukan.

Sebab, Ray mengungkapkan bahwa dari hasil survei HCC ditemukan kebanyakan alasan masyarakat enggan disuntik vaksin karena masih tidak percaya dengan manfaat vaksin.

Ia menyarankan, edukasi terkait vaksin harus lebih spesifik hingga level kecamatan. Pemerintah harusnya lakukan sistem pemetaan untuk melihat tingkat vaksinasi Covid-19 per kecamatan. 

baca juga

Selain jumlah, perlu diidentifikasi juga penyebab masyarakat belum disuntik vaksin. 

"Itu harus dilakukan pemetaan. Saya yakin punya, tapi pemetaannya harus dikasih akses publik. Di situ yang disasar diidentifikasi, perlu akademisi. Tugas akademisi melihat, lakukan analisis secara ilmiah. Bisa jadi memang karena ada kepercayaan tertentu, local wisdom," ucapnya.

Setelah diketahui jumlah juga penyebabnya, maka edukasi yang disampaikan bisa menyesuaikan kondisi di lapangan. Dengan begitu, menurut Ray, edukasi vaksinasi juga bisa dilakukan dengan pendekatan berdasarkan tingkat pendidikan sosial, budaya, maupun gender.

"Tapi karena ini komunal, local wisdom akan lebih efektif," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kominfo Ajak Gerakan Pramuka Cegah Gelombang Tiga Covid-19 lewat Kompetisi Video

Kominfo Ajak Gerakan Pramuka Cegah Gelombang Tiga Covid-19 lewat Kompetisi Video

Press Release | Senin, 15 November 2021 | 13:12 WIB

Survei Buktikan Penyintas Covid-19 Cenderung Lebih Disiplin Terapkan Prokes

Survei Buktikan Penyintas Covid-19 Cenderung Lebih Disiplin Terapkan Prokes

Health | Senin, 15 November 2021 | 12:21 WIB

Survei HCC: Orang yang Enggan Vaksinasi Covid-19 Cenderung Rendah Terapkan Prokes

Survei HCC: Orang yang Enggan Vaksinasi Covid-19 Cenderung Rendah Terapkan Prokes

Health | Senin, 15 November 2021 | 11:51 WIB

Terkini

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

×