Survei Buktikan Penyintas Covid-19 Cenderung Lebih Disiplin Terapkan Prokes

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 15 November 2021 | 12:21 WIB
Survei Buktikan Penyintas Covid-19 Cenderung Lebih Disiplin Terapkan Prokes
Ilustrasi Penyintas Covid-19 (Pexels.com/Engin Akyurt)

Suara.com - Pengalaman sebagai penyintas Covid-19 maupun menyaksikan anggota keluarga yang pernah terinfeksi, ternyata dapat memengaruhi perilaku disiplin seseorang dalam menjalankan protokol kesehatan atau prokes.

Menurut Survei dari Health Collaborative Center (HCC) berdasarkan Covid-19 Preventive Behavior Index (CPBI) atau tingkat perilaku pencegahan, orang dengan ketegori tersebut memiliki skor CPBI tinggi.

Artinya menjadi penyintas dan atau memiliki keluarga/kerabat yang pernah menderita Covid-19 menunjukkan tata laksana prokes yang dijalankan dengan baik. 

"Baik mereka yang survivor (penyintas) pernah kontak erat, maupun ada anggota keluarga yang pernah kena Covid-19, mereka lebih baik dalam menerapkan prokes," kata peneliti HCC Dr. dr. Ray Wagiu, MKK dalam konferensi pers virtual, Senin (15/11/2021).  

Disiplin menjalankan prokes juga menunjukkan sikap mereka mencegah diri agar tidak terinfeksi kembali.

Selain pengalaman pribadi, Ray mengungkapkan bahwa kebanyakan sikap waspada masyarakat Indonesia juga terpengaruh dari pemberitaan mengenai Covid-19.

"Ada beberapa aspek yang menurut mereka jadi pemicu kenapa mereka khawatir, karena aspek berita. Jadi ini merupakan salah satu indikator untuk menghargai upaya media bahwa skor khawatir, awas para orang Indonesia lebih banyak di-drive oleh pemberitaan Covid," tuturnya.

Terutama saat gelombang kedua terjadi pada Juli lalu. Di mana angka kematian pasien Covid-19 di Indonesia sempat meningkat, banyak rumah sakit penuh, dan tenaga kesehatan kewalahan, informasi tersebut yang mampu memengaruhi sikap waspada masyarakat Indonesia.

Namun, temuan lainnya, orang-orang dengan skor CPBI yang rendah kebanyakan didapatkan oleh kelompok yang belum bahkan enggan divaksinasi Covid-19. 

baca juga

Ray menyampaikan, dari 1.800 responden dalam survei HCC, sebanyak 65 persen di antaranya sudah divaksinasi, 21 persen sudah pernah terinfeksi Covid-19, 30 persen memiliki anggota keluarga yang pernah terinfeksi, dan 45 persen pernah kontak erat dengan pasien Covid-19.

Sementara, 35 persen responden yang belum maupun enggan divaksinasi itu lah yang memiliki skor CPBI sangat rendah. Artinya, mereka tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

"Jadi memang pada dasarnya enggak mau divaksin dan tidak divaksin itu sudah satu paket dengan prokes jelek," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei HCC: Orang yang Enggan Vaksinasi Covid-19 Cenderung Rendah Terapkan Prokes

Survei HCC: Orang yang Enggan Vaksinasi Covid-19 Cenderung Rendah Terapkan Prokes

Health | Senin, 15 November 2021 | 11:51 WIB

Update Covid-19 Global: Deretan Aturan Khusus Untuk Masyarakat yang Menolak Divaksin

Update Covid-19 Global: Deretan Aturan Khusus Untuk Masyarakat yang Menolak Divaksin

Health | Senin, 15 November 2021 | 09:48 WIB

Kesawan City Walk Medan Bakal Dibuka Kembali, Pengunjung Harus Sudah Divaksinasi Covid-19

Kesawan City Walk Medan Bakal Dibuka Kembali, Pengunjung Harus Sudah Divaksinasi Covid-19

Sumut | Senin, 15 November 2021 | 09:33 WIB

Terkini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

×