Peneliti Kembali Menemukan Orang yang Bisa Menghilangkan HIV dari Tubuhnya

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Selasa, 16 November 2021 | 09:39 WIB
Peneliti Kembali Menemukan Orang yang Bisa Menghilangkan HIV dari Tubuhnya
Ilustrasi HIV AIDS. [Envato Elements]

Suara.com - HIV atau human immunodeficiency virus biasanya akan menempatkan salinan genomnya ke dalam sel DNA, menjadikannya sebagai reservoir (tempat virus hidup).

Kondisi ini membuat virus dapat bersembunyi dari obat antivirus HIV dan respons imun tubuh.

Pada kebanyakan orang yang terinfeksi, partikel virus akan terus berada di tubuh dari reservoir ini.

Terapi antriretroviral (ART) dapat mencegah virus berkembang biak, tetapi tidak dapat menghilangkan reservoirnya. Inilah alasan orang yang terinfeksi membutuhkan pengobatan setiap hari untuk menekan virus.

Sementara itu, ada beberapa orang yang memiliki sistem kekebalan yang mampu menekan HIV tanpa perlu pengobatan. Orang-orang ini disebut 'elite controllers' atau pengendali elit.

Meski di tubuh elite controllers ini masih terdapat cadangan virus, mereka memiliki sejenis kekebalan yang disebut sel T pembunuh, fungsinya untuk menekan perkembangbiakan virus tanpa perlu mengonsumsi obat.

Ilustrasi HIV. (Unsplash / Fusion Medical Animation)
Ilustrasi HIV. (Unsplash / Fusion Medical Animation)

Anggota Institut Ragon MGH, MITH dan Harvard, Xu Yu, MD, telah mempelajari reservoir HIV dari elite controllers.

Kelompok penelitiannya telah mengidentifikasi satu pasien yang tidak memiliki virus utuh di genomnya, yang berarti diduga sistem kekebalan orang tersebut telah menghilangkan reservoir virus di tubuhnya.

Temuan ini merupakan kejadian pertama dari sterilisasi tanpa transplantasi sel induk. Ini dilaporkan pada 2020 lalu dan terbit di Nature.

baca juga

Kelompok Yu sekarang kembali melaporkan adanya pasien elite controller, yang dikenal sebagai pasien Esperanza. Laporan baru ini terbit di Annals of Internal Medicine.

"Temuan ini, terutama dengan identifikasi kasus kedua, menunjukkan bahwa mungkin ada jalan yang dapat ditindaklanjuti untuk pengobatan sterilisasi bagi orang-orang yang tidak dapat melakukannya sendiri," kata Yu, dilansir Medical Xpress.

Apabila mekanisme respons imun ini bisa dipahami oleh para peneliti, mungkin mereka dapat mengembangkan pengobatan yang mengajarkan sistem kekebalan untuk meniru tanggapan ini pada orang yang terinfeksi HIV.

"Kami sekarang mencari kemungkinan untuk menginduksi kekebalan semacam ini pada pasien yang sedang dalam pengobatan ART melalui vaksinasi, dengan tujuan mengajarkan sistem kekebalan mereka untuk dapat mengendalikan virus tanpa ART," tandas Yu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari 1.067 Orang Kasus HIV/AIDS di Jembrana Bali Kini yang Aktif Berobat Hanya 401 Orang

Dari 1.067 Orang Kasus HIV/AIDS di Jembrana Bali Kini yang Aktif Berobat Hanya 401 Orang

Bali | Rabu, 03 November 2021 | 09:01 WIB

Banyuwangi Catat 286 Kasus HIV/AIDS Sepanjang 2021

Banyuwangi Catat 286 Kasus HIV/AIDS Sepanjang 2021

Jatim | Kamis, 28 Oktober 2021 | 07:15 WIB

Kalbe Gelar Sentra Vaksinasi Covid-19 bagi Pasien Kanker, Thalasemia, HIV/AIDS, & Autoimun

Kalbe Gelar Sentra Vaksinasi Covid-19 bagi Pasien Kanker, Thalasemia, HIV/AIDS, & Autoimun

Press Release | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 13:34 WIB

Terkini

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

×