Waspada, Ini Tanda Anda Melakukan Mom Shaming yang Harus Dihindari

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 17 November 2021 | 08:05 WIB
Waspada, Ini Tanda Anda Melakukan Mom Shaming yang Harus Dihindari
Ilustrasi ibu kelelahan dan stres [shutterstock]

Suara.com - Banyak ibu tidak sadar melakukan mom shaming pada ibu lainnya. Ini karena mom shaming dianggap hal lumrah, padahal bisa menyakiti dan buat ibu alami depresi.

Fakta ini tercermin dalam survei BukaReview terbaru yang menyebutkan dari 208 ibu milenial atau generasi tertua generasi Z (older gen Z), 135 ibu tidak pernah atau tidak sadar pernah melakukan mom shaming.

Mom shaming adalah tindakan, merendahkan, mencela dan menghakimi ibu tentang cara mengasuh dan keputusan yang diambil terkait anaknya

“Efek mom shaming bisa membekas lama, makanya harus cepat diatasi agar ibu tidak sampai depresi," tutur psikolog Vera Itabiliana, S.Psi, M.Psi, mom shaming bisa berefek panjang, mengutip BukaReview, Selasa (16/11/2021).

Ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Ksenia Chernaya)
Ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Ksenia Chernaya)

Berikut ini tindakan sekaligus tanda mom shaming yang perlu diketahui, dan berhati-hati jangan sampai melakukannya:

  1. Meremehkan operasi caesar, padahal melahirkan dengan cara caesar juga menimbulkan rasa sakit setelahnya dan sama-sama mempertaruhkan nyawa.
  2. Menceramahi tentang menyusui, baik itu memberikan ASI perah dengan botol, atau memberikan susu formula. Tidak ada yang salah dengan keduanya, karena kondisi setiap ibu belum tentu sama.
  3. Membandingkan tumbuh kembang anaknya dengan anak sendiri atau anak lain, jika ada yang belum tercapai maka langsung menyalahkan pola asuh ibu. Padahal, setiap bayi memiliki milestone perkembangan yang berbeda-beda.  
  4. Mengomentari negatif pilihan ibu bekerja, padahal ini pasti sudah dipikirkan matang-matang dan kesepakatan dengan suami. Derajat ibu tidak diukur dari bekerja atau tidak.
  5. Menyalahkan gaya atau pola asuh, padahal pola asuh pilihan kamu belum tentu cocok untuk orang tua dan anak lain.
  6. Mengkritik waktu me time ibu, padahal me time penting untuk menjaga pikiran atau psikologis ibu agar tetap waras, dengan begitu bisa merawat anak dengan lebih maksimal.
  7. Mengomentari bentuk tubuh ibu dan bayi, seperti ibunya gemuk, tapi anaknya kurus, dan lain-lain. Padahal fisik, metabolisme dan keturunan genetik setiap orang berbeda.

“Harus diingat bahwa mendapatkan perilaku mom shaming itu tidak enak. Kita juga bisa merasakan rasa sakitnya seperti apa. Kalau kamu tidak mau dibenci oleh orang lain karena perkataan yang menyakiti perasaan mereka, sebaiknya jangan pernah meniru perbuatan mom shaming,” pungkas Vera.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Depresi, 88 Persen Ibu Milenial dan Gen Z Pernah Alami Mom Shaming

Bikin Depresi, 88 Persen Ibu Milenial dan Gen Z Pernah Alami Mom Shaming

Health | Selasa, 16 November 2021 | 18:35 WIB

Ini Alasan Kalina Oktarani Unggah Foto ART yang Diduga Bawa Kabur Uang Ibu ke IG

Ini Alasan Kalina Oktarani Unggah Foto ART yang Diduga Bawa Kabur Uang Ibu ke IG

Entertainment | Selasa, 16 November 2021 | 17:50 WIB

Sering Dianggap Wajar, Ternyata Ini Efek Mom Shaming Menurut Psikolog

Sering Dianggap Wajar, Ternyata Ini Efek Mom Shaming Menurut Psikolog

Health | Selasa, 16 November 2021 | 19:10 WIB

Terkini

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:30 WIB

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:29 WIB

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:26 WIB

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:17 WIB

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:12 WIB

BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan

BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:11 WIB

Viral Gegara Natalius Pigai, Ini 5 Buku Tipis Wajib Baca untuk Anak Muda yang Malas Baca Buku Tebal

Viral Gegara Natalius Pigai, Ini 5 Buku Tipis Wajib Baca untuk Anak Muda yang Malas Baca Buku Tebal

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:05 WIB

×