Studi: Minum Teh dan Kopi Mengurangi Risiko Stroke, Demensia dan Demensia Pasca Stroke

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 17 November 2021 | 09:36 WIB
Studi: Minum Teh dan Kopi Mengurangi Risiko Stroke, Demensia dan Demensia Pasca Stroke
Ilustrasi minum kopi sumber (pixabay.com)

Suara.com - Sebuah riset menunjukkan minum kopi atau teh berpotensi menurunkan risiko stroke dan demensia pada orang sehat usia 50 hingga 74 tahun. Selain itu, minum kopi juga dikaitkan dengan rendahnya risiko demensia pasca stroke.

Menurut Medical Xpress, stroke merupakan kejadian yang mengancam jiwa, dan menyumbang kasus kematian sebanyak 10% secara global.

Sementara demensia merupakan istilah umum untuk gejala yang berkaitan dengan penurunan fungsi otak. Kondisi ini menjadi msalah kesehatan global dengan beban ekonomi dan sosial yang tinggi.

Dalam riset ini, peneliti utama Yuan Zhang dan rekannya dari Universitas Kedokteran Tianjin, China, mempelajari 365.682 peserta dari Biobank Inggris, yang direkrut antara 2006 hingga 2010. Peneliti mengikuti kehidupan mereka hingga 2020.

Selama masa studi, sebanyak 5.079 peserta mengembangkan demensia dan 10.053 mengalami stroke. Para peserta melaporkan sendiri asupan kopi dan teh mereka.

ilustrasi teko, teapot, ketel, minum teh [shutterstock]
ilustrasi minum teh [shutterstock]

Ilmuwan menemukan orang yang minum 2 hingga 3 cangkir atau 3 hingga 5 cangkir teh per hari, atau kombinasi 4 hingga 6 cangkir kpi dan teh, memiliki insiden stroke dan demensia terendah.

Sementara orang yang minum 2 hingga 3 cangkir kopi dan 2 hingga 3 cangkir teh setiap hari, memiliki risiko stroke 32% dan demensia 28% lebih rendah dibanding peserta yang tidak minum kedua minuman tersebut.

Kombinasi asupan teh dan kopi juga dikaitkan dengan risiko demensia pasca-stroke yang lebih rendah.

"Temuan kami menunjukkan bahwa konsumsi moderat kopi dan teh secara terpisa, atau dalam kombinasi, dikaitkan dengan risiko stroke dan demensia yang lebih rendah," jelas peneliti.

Namun, keterbatasan studi ini adalah relatif sedikitnya peserta yang mengembangkan demensia atau stroke, yang dapat menyulitkan dalam memperkirakan akurasi dalam populasi yang lebih besar.

Jadi, meskipun ada kemungkinan mengonsumsi kopi dan teh dapat melindungi terhadap stroke, demensia, dan demensia pasca-stroke, kausalitas ini tidak dapat disimpulkan dari hubungan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti: Minum Kopi di Siang Hari Bantu Tingkatkan Mood

Peneliti: Minum Kopi di Siang Hari Bantu Tingkatkan Mood

Health | Minggu, 14 November 2021 | 18:14 WIB

Minum Teh atau Kopi Bisa Turunkan Risiko Demensia, Begini Penjelasannya

Minum Teh atau Kopi Bisa Turunkan Risiko Demensia, Begini Penjelasannya

Health | Jum'at, 12 November 2021 | 14:45 WIB

Pedagang dan Pengunjung Pasar Kota Makassar Minum Kopi dan Makan Kue Taripang

Pedagang dan Pengunjung Pasar Kota Makassar Minum Kopi dan Makan Kue Taripang

Sulsel | Selasa, 09 November 2021 | 13:28 WIB

Terkini

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB