Kasus Covid-19 di Berbagai Negara Naik, IDI Ingatkan Pentingnya Booster

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 18 November 2021 | 15:57 WIB
Kasus Covid-19 di Berbagai Negara Naik, IDI Ingatkan Pentingnya Booster
ilustrasi vaksinasi Covid-19. [Envato]

Suara.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan masih ada potensi tren kenaikan penularan Covid-19. Bahkan kondisi secara global saat ini menunjukkan sejumlah negara telah banyak memvaksinasi dua dosis masyarakatnya masih alami lonjakan kasus.

Oleh sebab itu, Ketua Satgas Covid-19 IDI Profesor dr. Zubairi Djoerban mengatakan bahwa vaksinasi dosis ketiga atau booster penting dilakukan. 

"Negara-negara yang masyarakat sudah banyak disuntik vaksin dua dosis kini mengalami peningkatan kasus Covid-19, karenanya penting vaksin booster," kata Prof Zubairi dalam webinar Satgas Covid-19, Kamis (18/11/2021).

Ia menambahkan, vaksin booster bisa dilakukan dengan jenis apa pun yang tersedia dan telah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Booster bisa dengan jenis vaksin yang sama dengan dua dosis sebelumnya atau pun berbeda. 

"Booster bisa dilakukan enam bulan setelah vaksin dosis kedua," ujarnya.

Meski begitu, prof Zubairi mengingatkan, yang menjadi prioritas vaksin booster baru tenaga kesehatan, petugas pelayan publik, orang yang memiliki komorbid, dan kelompok lanjut usia. Prof Zubairi memastikan, vaksin booster aman layaknya vaksin dosis pertama dan kedua.

"Vaksin booster aman buat usia lanjut seperti saya yang sudah hampir 75 tahun, dan memiliki komorbid. Saya diabet, darah tinggi dan pernah operasi jantung," ujarnya

Sementara itu, Vaksinolog Dr. dr. Sukamto Koesno menjelaskan, ada masa di mana kekebalan yang dirangsang oleh vaksin pada waktu tertentu akan turun. Karenanya perlu diberikan booster dengan harapan antibodi yang telah menurun bisa meningkat kembali.

"Pada prinsipnya vaksin yang akan digunakan sebagai booster, sama atau berbeda, yang bisa untuk meningkatkan antibodi," kata  Sukamto.

baca juga

Data pemerintah terkait vaksinasi Covid-19 hingga 17 November 2021 tercatat sebanyak 132.006.377 irang di Indonesia telah disuntik vaksin dosis pertama.

Sedangkan dosis kedua baru mencapai 86.279.716 orang. Sementara untuk dosis ketiga atau booster, mencapai 1.197.579 orang yang menerima suntikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua Satgas IDI Ungkap Keamanan Vaksin Booster Covid-19

Ketua Satgas IDI Ungkap Keamanan Vaksin Booster Covid-19

News | Kamis, 18 November 2021 | 14:33 WIB

Bio Farma Akan Lakukan Penelitian Sinovac untuk Vaksin Booster pada 2022

Bio Farma Akan Lakukan Penelitian Sinovac untuk Vaksin Booster pada 2022

News | Kamis, 18 November 2021 | 14:16 WIB

Dokter Top AS: Booster Vaksin Covid-19 Harusnya Jadi Standar Baru

Dokter Top AS: Booster Vaksin Covid-19 Harusnya Jadi Standar Baru

Health | Kamis, 18 November 2021 | 13:55 WIB

Terkini

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×