Ketahui 3 Tanda Utama Psikopat, dari Sangat Berani hingga Tidak Bisa Mencintai

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 22 November 2021 | 14:30 WIB
Ketahui 3 Tanda Utama Psikopat, dari Sangat Berani hingga Tidak Bisa Mencintai
Ilustrasi tes psikopat (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa orang mungkin mengira perilaku psikopat lahir dari pengalaman traumatis selama masa kanak-kanak atau akibat dari broken home. Tapi, seorang ahli saraf dengan pengalaman meneliti otak 15 tahun mengatakan bukan itu masalahnya.

Menurut profesor psikologi sekaligus ahli saraf di Universitas Georgetown, Abigail Marsh, mengatakan bahwa akar perilaku psikopat seringkali terjadi pada perkembangan otak.

"Kami tahu bahwa keparahan ciri-ciri ini terkait dengan kelainan otak yang khas, yang tampaknya dimulai sejak dini dan kemudian berkembang," jeas Marsh, dilansir Insider.

Marsh menjelaskan bahwa psikopat memiliki spektrum dari ringan hingga parah. Beberapa psikopat memiliki karakteristik seperti manipulatif, selalu mengambil risiko, dan mengancam, lebih parah dari yang lain.

Meski begitu, Marsh mengatakan mereka memiliki empat karakteristik seperti tidak berbelaskasihan, ketidakmampuan untuk mencintai, dan ketidakpekaan terhadap kemungkinan bahaya.

Ilustrasi ekspresi wajah datar. (Shutterstock)
Ilustrasi ekspresi wajah datar. (Shutterstock)

Psikopat tidak memiliki belas kasihan atau penyesalan terhadap orang lain

"Pertama, orang-orang di spektrum psikopati mengalami kesulitan merasa kasihan," jelas Marsh.

Ketika seseorang yang dekat dengan psikopat merasa sedih atau takut, orang yang psikopat tidak dapat memahami emosinya, karena itu adalah sesuatu yang tidak mereka rasakan sendiri.

Orang yang punya psikopati hanya merasa sedikit atau tidak ada penyesalan ketika mereka menyakiti orang lain secara mental, emosional, atau fisik.

Psikopat tidak memiliki cinta

"Orang dengan psikopati juga mengalami kesulitan merasakan atau memahami cinta. Mereka tidak mengalami ikatan yang dekat dan penuh kasih dengan orang lain," sambungnya.

Sebaliknya, orang dengan psikopati dapat menganggap orang yang dicintai sebagai 'rekan' yang dapat membantu mereka, tetapi tetap berkedudukan di bawah mereka.

Psikopat tidak takut terluka secara fisik atau emosional

"Terakhir, penderita psikopati kesulitan memahami emosi ketakutan. Mereka benar-benar tidak peka terhadap kemungkinan bahaya di masa yang akan datang," imbuhnya.

Marsh menambahkan bahwa ancaman cedera, masuk penjara, atau ketidaksetujuan tidak akan menghentikan seorang psikopat untuk melakukan apa yang mereka inginkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinopsis Flower of Evil, Drama Korea Tentang Kehidupan Seorang Psikopat

Sinopsis Flower of Evil, Drama Korea Tentang Kehidupan Seorang Psikopat

Sulsel | Kamis, 04 November 2021 | 12:44 WIB

Sinopsis Mouse, Drama Korea Kisah Psikopat yang Tidak Tertebak

Sinopsis Mouse, Drama Korea Kisah Psikopat yang Tidak Tertebak

Sulsel | Rabu, 03 November 2021 | 07:57 WIB

Bekas Mata-mata Saudi: Pangeran Bin Salman Psikopat Tanpa Empati

Bekas Mata-mata Saudi: Pangeran Bin Salman Psikopat Tanpa Empati

News | Selasa, 26 Oktober 2021 | 10:16 WIB

Terkini

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB