Bekas Mata-mata Saudi: Pangeran Bin Salman Psikopat Tanpa Empati

Siswanto | Deutsche Welle | Suara.com

Selasa, 26 Oktober 2021 | 10:16 WIB
Bekas Mata-mata Saudi: Pangeran Bin Salman Psikopat Tanpa Empati
DW

Suara.com - Seorang bekas pejabat dinas rahasia Arab Saudi membeberkan sejumlah tuduhan miring terhadap putera mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman.  Dia antara lain diklaim pernah berseloroh ingin membunuh bekas Raja Abdullah.

Saad Al Jabri, bekas mata-mata dan penyambung relasi antara dinas intelijen barat dan Arab Saudi, dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi AS, CBS mengklaim, dirinya disasar untuk dibunuh usai melarikan diri ke Kanada menyusul pengambilalihan kekuasaan oleh Mohammed bin Salman, 2017 silam.

Bekas mata-mata itu menyebutkan, seorang kenalannya di dinas rahasia sebuah negara di Timur Tengah mewanti-wanti, nasibnya bisa berujung seperti Jamal Khashoggi, wartawan Saudi yang pada 2018 lalu disiksa, dibunuh dan tubuhnya dimutilasi, setelah diundang berkunjung ke kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

"Peringatan yang saya terima adalah untuk tidak mendekati semua misi Saudi di Kanada. Jangan pergi ke konsulat. Jangan pergi ke kedutaan. Kamu berada di urutan pertama daftar mati,” kata al Jabri dalam program mingguan CBS, 60 Minutes.

Al Jabri lebih jauh mengatakan, tim algojo Saudi tiba di Kanada pada bulan Oktober 2018, namun dideportasi ketika kedapatan berbohong kepada petugas imigrasi, dan juga membawa barang yang "mencurigakan,” lapor AFP.

Sejauh ini, klaim al Jabri belum bisa diverifikasi kebenarannya. Namun seorang pejabat Kanada bersaksi kepada 60 Minutes, mereka "mengetahui adanya insiden di mana aktor asing kedapatan berusaha... mengancam... warga mereka yang hidup di Kanada” sembari mengatakan ancaman tersebut "sama sekali tidak bisa diterima.”

"Pembunuh" dengan sumber daya tak terhingga Al Jabri mengatakan mereka yang diutus ke Kanada merupakan anggota "Skuad Harimau,” sebuah kelompok bayangan yang terdiri atas pembunuh bayaran, dan dibentuk oleh Pangeran bin Salman untuk melakukan "pembunuhan di luar pengadilan, pemerkosaan dan penyiksaan,” menurut surat aduan yang dibuat bekas mata-mata itu pada 2019 lalu.

Pemerintah Saudi sebaliknya menuduh "Saad al Jabri berusaha mendeskreditkan pejabat pemerintah, padahal dia punya sejarah panjang mengarang informasi untuk melindungi kejahatan keuangan yang dia buat,” tulis pemerintah di Riyadh seperti dilansir The Guardian.

Al Jabri merupakan penasehat dekat Mohammed bin Nayef, bekas pewaris tahta dan menteri dalam negeri. Bin Nayef saat ini dikenakan tahanan rumah di Arab Saudi, dan dipandang sebagai satu-satunya yang memiliki klaim darah untuk menggantikan Mohammed bin Salman.

"Saya kelak akan dibunuh suatu hari nanti karena orang ini tidak akan berhenti sampai dia melihat saya mati,” katanya.

Dia mengklaim pembentukan tim algojo oleh Arab Saudi selaras dengan perilaku despot sang pangeran yang terkenal dengan singkatan namanya itu.

Menurut al Jabri, MBS pernah berseloroh mampu membunuh bekas Raja Abdullah, dan menggesernya dengan ayah sendiri.

"Saya di sini untuk membunyikan alarm tentang seorang psikopat, pembunuh, di Timur Tengah, dengan sumber daya tak terhingga, dan memancarkan ancaman bagi rakyatnya, bagi Amerika dan bagi Planet Bumi”, katanya. rzn/as (afp,rtr)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Hadapan Raja Yordania, Prabowo Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Perdamaian di Palestina

Di Hadapan Raja Yordania, Prabowo Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Perdamaian di Palestina

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 07:30 WIB

Momen Prabowo Sambut Langsung kunjungan Raja Abdullah II di Istana

Momen Prabowo Sambut Langsung kunjungan Raja Abdullah II di Istana

Foto | Jum'at, 14 November 2025 | 19:30 WIB

Raja Yordania: Serangan Israel ke Gaza 'Sangat Berbahaya,' Desak Gencatan Senjata Segera!

Raja Yordania: Serangan Israel ke Gaza 'Sangat Berbahaya,' Desak Gencatan Senjata Segera!

News | Kamis, 20 Maret 2025 | 07:06 WIB

Gaza 'Lokasi Pembongkaran'? Raja Yordania Bela Hak Palestina di Tengah Krisis

Gaza 'Lokasi Pembongkaran'? Raja Yordania Bela Hak Palestina di Tengah Krisis

News | Kamis, 30 Januari 2025 | 08:15 WIB

Pertemuan Virtual Biden-Raja Abdullah:  Dari Suriah Hingga Yerusalem, Apa Saja yang Dibahas?

Pertemuan Virtual Biden-Raja Abdullah: Dari Suriah Hingga Yerusalem, Apa Saja yang Dibahas?

News | Selasa, 10 Desember 2024 | 17:59 WIB

Mengenal Raja Abdullah II dari Yordania: Keturunan Nabi Muhammad dan Sahabat Kental Prabowo Subianto

Mengenal Raja Abdullah II dari Yordania: Keturunan Nabi Muhammad dan Sahabat Kental Prabowo Subianto

Lifestyle | Minggu, 14 April 2024 | 12:11 WIB

Ternyata Prabowo Subianto Banyak Miripnya dengan Raja Yordania, Elite Demokrat Ini Ungkap Kisahnya

Ternyata Prabowo Subianto Banyak Miripnya dengan Raja Yordania, Elite Demokrat Ini Ungkap Kisahnya

Lifestyle | Rabu, 13 Maret 2024 | 17:10 WIB

Prabowo dan Raja Abdullah, Jalan Terjal Duo Eks Komandan Pasukan Khusus ke Tampuk Kekuasaan

Prabowo dan Raja Abdullah, Jalan Terjal Duo Eks Komandan Pasukan Khusus ke Tampuk Kekuasaan

News | Rabu, 13 Maret 2024 | 04:10 WIB

Sosok Raja Yordania yang Beri Selamat Prabowo: Keturunan ke-43 Nabi Muhammad

Sosok Raja Yordania yang Beri Selamat Prabowo: Keturunan ke-43 Nabi Muhammad

News | Selasa, 12 Maret 2024 | 18:45 WIB

Persahabatan Prabowo Dan Raja Abdullah II: Di Yordania, Anda Tetap Jenderal!

Persahabatan Prabowo Dan Raja Abdullah II: Di Yordania, Anda Tetap Jenderal!

News | Selasa, 12 Maret 2024 | 16:54 WIB

Terkini

Israel Sahkan Hukuman Mati untuk Warga Palestina, PBB Beri Kecaman Keras

Israel Sahkan Hukuman Mati untuk Warga Palestina, PBB Beri Kecaman Keras

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:03 WIB

DPR Minta Warga Tak Panik, Harga BBM Dipastikan Tetap Stabil

DPR Minta Warga Tak Panik, Harga BBM Dipastikan Tetap Stabil

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:00 WIB

Pramono Minta Maaf Soal Zebra Cross Tebet, Janji Perbaikan Sesuai Standar

Pramono Minta Maaf Soal Zebra Cross Tebet, Janji Perbaikan Sesuai Standar

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:57 WIB

Bareskrim Sita Rp55 Miliar Judi Online, Pengamat: Sistem Payment Gateway Harus Ditutup Rapat

Bareskrim Sita Rp55 Miliar Judi Online, Pengamat: Sistem Payment Gateway Harus Ditutup Rapat

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:57 WIB

Menjerit Kesakitan: Warga Tambun Disiram Air Keras Sepulang dari Masjid, Aksi Pelaku Terekam CCTV!

Menjerit Kesakitan: Warga Tambun Disiram Air Keras Sepulang dari Masjid, Aksi Pelaku Terekam CCTV!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:56 WIB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Sampaikan Duka Mendalam dan Pastikan Pemulangan Jenazah

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Sampaikan Duka Mendalam dan Pastikan Pemulangan Jenazah

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:55 WIB

DPR Minta Kompensasi Listrik untuk Orang Kaya dan Industri Dihentikan, Demi Jaga APBN

DPR Minta Kompensasi Listrik untuk Orang Kaya dan Industri Dihentikan, Demi Jaga APBN

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:54 WIB

Iran Tarik Biaya Tambahan Kapal Lewat Selat Hormuz, Teman AS - Israel Haram Melintas

Iran Tarik Biaya Tambahan Kapal Lewat Selat Hormuz, Teman AS - Israel Haram Melintas

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:45 WIB

Polda Metro Bungkam Ditanya Alasan Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke TNI

Polda Metro Bungkam Ditanya Alasan Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke TNI

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:42 WIB

Apa itu Demo "No Kings" di Amerika? Gerakan Massal Warga Turunkan Donald Trump

Apa itu Demo "No Kings" di Amerika? Gerakan Massal Warga Turunkan Donald Trump

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:32 WIB