Mitos Sunat Populer: Benarkah Sunat Bisa Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak?

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 22 November 2021 | 15:40 WIB
Mitos Sunat Populer: Benarkah Sunat Bisa Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak?
Ilustrasi Disunat. (Shutterstock)

Suara.com - Sunat bukan hanya jadi kewajiban bagi umat muslim. Tapi juga telah menjadi bagian dari budaya maupun untuk alasan kesehatan.

Meski tindakan sunat telah terjadi sejak lama, namun masih ada berbagai mitos yang kerap dipercaya para orangtua. Kepercayaan akan mitos tersebut pada akhirnya memengaruhi keputusan orangtua saat akan menyunat anaknya.

Salah satu yang paling populer, yakni anggapan kalau sunat akan memengaruhi pertumbuhan fisik anak.

"Mitos sunat yang paling banyak katanya, anak yang disunat akan lebih cepat tingginya, kalau nggak disunat nggak tinggi-tinggi. Atau kebalikannya, kalau disunat ganggu pertumbuhan. Jadi kalau disunat tunggu puber dulu," kata dokter Reisa Broto Asmoro dalam webinar 'Sunat Aman dengan Metode Modern', Senin (22/11/2021).

Padahal faktanya, lanjut dokter Reisa, bedah kecil seperti sunat sebenarnya hanya anatomik pada bagian kelamin saja. Sehingga tidak akan mempengaruhi pertumbuhan maupun perkembangan anak.

Ia menekankan bahwa tinggi badan anak sama sekali tidak dipengaruhi oleh sunat. Tinggi badan biasanya tergantung dari faktor keturunan dan nutrisi yang masuk dalam tubuh.

"Jadi gak perlu takut, nggak perlu ragu. Bahkan saya setuju sekali sunat untuk mencegah penyakit. Maka dilakukan sunat secepatnya itu lebih baik jadi nggak perlu takut mitos-mitos yang beredar," ucapnya.

Mitos lain yang juga masih populer, anak dilarang berlari selama tiga hari sebelum disunat. Alasannya, agar tidak keluar banyak darah saat disunat.

Menurut dokter Reisa, larangan tersebut tidak masuk akal. Sebab keluar banyak darah biasanya dipicu karena sang anak terlalu tegang. Ketika disunat saat tegang jantung berdetak lebih cepat dari biasanya, itu sebabnya darah keluar lebih banyak.

"Sekarang sudah zaman modern, jadi kita harus tahu kapan boleh beraktivitas atau tidak," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keuntungan Anak Laki-laki Disunat saat Bayi

Keuntungan Anak Laki-laki Disunat saat Bayi

Lampung | Senin, 22 November 2021 | 13:33 WIB

Dokter Saran Anak Laki-laki Baiknya Disunat Sejak Bayi, Bagaimana Hukumnya Dalam Islam?

Dokter Saran Anak Laki-laki Baiknya Disunat Sejak Bayi, Bagaimana Hukumnya Dalam Islam?

Bekaci | Senin, 22 November 2021 | 13:32 WIB

Musyawarah Ulama Pesantren II Minta Pemerintah Larang Praktik Sunat Perempuan

Musyawarah Ulama Pesantren II Minta Pemerintah Larang Praktik Sunat Perempuan

Health | Sabtu, 20 November 2021 | 07:05 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB