alexametrics

Seberapa Sering Harus Mandi saat Cuaca Dingin? Begini Kata Dokter

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Seberapa Sering Harus Mandi saat Cuaca Dingin? Begini Kata Dokter
Ilustrasi mandi (shutterstock)

Banyak orang mungkin memilih jarang mandi ketika cuaca dingin, tetapi ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.

Suara.com - Saat cuaca dingin, mandi air hangat pasti sangat menenangkan dan nyaman. Bahkan, beberapa orang mungkin rela berlama-lama mandi air hangat ketika cuaca sedang dingin.

Tapi, ada pula yang mungkin memilih tidak mandi sama sekali ketika cuaca dingin dan tidak berpergian ke luar ruangan karena merasa tak perlu atau alasan lainnya.

Pada dasarnya, mandi sangat penting untuk membersihkan pori-pori dan memungkinkan sel-sel kulit berfungsi dengan baik sehingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Sebuah bukti juga menunjukkan mandi air hangat atau mandi sebelum tidur bisa membantu proses tidur. Penelitian menunjukkan bahwa mandi dua jam sebelum tidur sangat membantu tidur malam yang lebih nyenyak.

Baca Juga: Dokter Temukan Gejala Aneh Virus Corona Covid-19 pada Pasien Kanker

Karena, aliran darah, pernapasan, dan konsentrasi juga meningkat selama mandi sehingga menjadikan kebiasaan itu sebagai bagian penting dari sutinitas harian kita.

Ilustrasi mandi. (Unsplash/Hannah Xu)
Ilustrasi mandi. (Unsplash/Hannah Xu)

Tapi, kulit yang sehat mempertahankan lapisan minyak dan keseimbangan bakteri baik. Hal inilah yang menyebabkan keramas atau mandi terlalu sering bisa menghilangkan minyak alaminya dan mengakibatkan kulit kering.

Meskipun, umumnya orang mandi dua kali sehari. Namun, frekuensi mandi ini bisa berubah-ubah sepanjang tahun sesuai dengan cuacanya.

Terlalu sering mandi selama bulan-bulan musim dingin bisa membuat kulit kering. Tetapi, menurunkan suhu air bisa membantu mencegah kuli kering akibat cuaca dingin.

"Kulit biasanya lebih kering di musim dingin, tapi terlalu banyak mandi juga bisa menyebabkan kekeringan yang ekstrem. Sedangkan, mandi setiap hari saat cuaca panas mungkin tidak berdampak negatif pada kulit," kata ahli dikutip dari Express.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Antivirus Nabati untuk Lawan Varian Virus Corona Covid-19

Sebenarnya, tidak ada aturan yang wajib mengenai seberapa sering Anda harus mandi dalam sehari. Anda bisa mengenali kebutuhan kulit sendiri untuk menentukan frekuensi mandi harian Anda.

Meski begitu, Anda juga perlu mengingat bahwa jarang mandi atau tidak mandi secara teratur juga memberikan dampak buruk. Sebuah survei pernah menunjukkan bahwa beberapa orang cenderung tidak mandi sebelum mengeluarkan bau tak sedap.

Namun, tidak mandi selama 3 hingga 4 hari justru akan mengumpulkan bercak-bercak hitam pada kulit bersisik yang bisa mengakibatkan infeksi jamur atau bakteri.

Bercak ini terdiri dari sel kulit mati, kotoran, dan keringat yang dapat memicu jerawat atau memperburuk kondisi yang sudah ada sebelumnya, seperti psoriasis, dermatitis, dan eksim.

Dokter Michele Green, dokter kulit kosmetik yang berbasis di New York City, menjelaskan bahwa beberapa orang perlu mandi lebih sering daripada yang lain, tergantung seberapa sering mereka berolahraga.

"Anda juga perlu memperhatikan sejumlah masalah kulit yang biasa dialami diri sendiri, seperti jerawat, iritasi atau infeksi jamur untuk memutuskan seberapa sering Anda harus mandi, tidak hanya diukur dari bau badan saja," katanya.

Jerawat terbentuk ketika ada penyumbatan dan peradangan pada folikel sebaceous, yang bisa terjadi di wajah, dada dan punggung. Jarang mandi justru akan membuat bakteri penyebab jerawat terperangkap di dalam pori-pori.

Bila bakteri itu tidak hilang dari area sekitar mata, mulut atau hidung, bakteri tersebut dapat masuk ke dalam lubang. Hal ini bisa membuat tubuh berisiko terkena pilek atau infeksi.

Komentar