Dokter Temukan Gejala Aneh Virus Corona Covid-19 pada Pasien Kanker

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 23 November 2021 | 08:24 WIB
Dokter Temukan Gejala Aneh Virus Corona Covid-19 pada Pasien Kanker
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Gejala virus corona Covid-19 yang selalu baru masih membingungkan para ilmuwan. Kini, virus corona Covid-19 juga diketahui menyebabkan gejala yang aneh pada pasien kanker.

Seorang dokter di Rumah Sakit Universitas Jenewa (HUG) menemukan beberapa pasien kanker mengalami penurunan persepsi nyeri terkait kondisinya yang signifikan selama fase infeksi virus corona Covid-19 akut.

Dilansir dari Express, peneliti lain mengonfirmasi hipotesis ini yang menyatakan tidak adanya persepsi sesak napas pada sebagian besar pasien yang terinfeksi virus corona Covid-19 parah.

Para ahli telah menyatakan bahwa infeksi virus corona Covid-19 bisa menyebabkan gejala atipikal dengan disfungsi sistem saraf menjadi kemungkinan penyebabnya.

Dalam studi yang dipimpin oleh Dr Lisa Hentsch, residen senior di Divisi Pengobatan Paliatif dan Dr Matteo Coen, residen senior di Divisi Penyakit Dalam, para ahli penyakit dalam dan paliatif, neurologi, radiologi dan patologi menemukan adanya penurunan rasa sakit yang signifikan di antara 3 pasien onkologis dengan infeksi virus corona Covid-19 parah.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Dalam studi tersebut, pasien yang terdiri dari 3 pria usia 67 tahun hingga 84 tahun menjalani konsultasi rawat jalan perawatan paliatif untuk nyeri onkologis parah.

Pasien yang dirawat di rumah sakit HUG karena virus corona Covid-19, mengalami penurunan atau hilangnya rasa sakit segera setelah terinfeksi virus.

Pada masa pemulihan dari infeksi virus corona Covid-19, salah satu pasien kembali bisa merasakan sara sakitnya secara bertahap.

Sebelumnya, seorang peneliti Kanada menemukan bahwa virus corona Covid-19 ini bisa membajak reseptor rasa sakit pada sel seseorang untuk masuk ke dalam sel, tetapi juga menghalangi kemampuannya untuk memberi sinyal rasa sakit.

Peneliti meyakini bahwa virus corona ini bisa menghalangi ketidaknyamanan yang biasanya dirasakan orang pada awal infeksi. Sehingga, hal ini membuat mereka tidak sadar kalau dirinya sedang sakit dan berisiko menularkan virus ke orang lain.

Seorang profesor farmakologi di University of Arizona, Profesor Rajesh Khanna mempelajari lebih lanjut gejala virus corona Covid-19 yang tak biasa tersebut.

Profesor Khanna dan rekan-rekannya memulai serangkaian percobaan untuk mengeksplorasi teori ini. Mereka menemukan adanya kemungkinan hubungan antara infeksi virus corona Covid-19, neuropilin dan rasa sakit.

Neuropilin bertindak sebagai reseptor pada permukaan sel. Khanna mengatakan neuropilin itu mirip dengan kantor untuk menerima sinyal kimia dari bagian tubuh lain. Sinyal khusus yang dirancang untuk diterima oleh neuropilin adalah molekul yang disebut VEGF.

VEGF adalah protein yang biasanya akan mengikat neuropilin, sehingga memicu rasa sakit. Pada kasus yang sedang dibahas ini, mereka justru menemukan protein lonjakan virus corona yang menempati kantong tersebut, bukan neuropilin.

"Ketika virus corona menempati kantong itu, sinyal rasa sakit akan hilang," kata Khanna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Covid-19 Belum Usai, Ilmuwan Temukan 18 Virus Mamalia Lagi di China

Pandemi Covid-19 Belum Usai, Ilmuwan Temukan 18 Virus Mamalia Lagi di China

Health | Senin, 22 November 2021 | 12:19 WIB

Ilmuwan Temukan Antivirus Nabati untuk Lawan Varian Virus Corona Covid-19

Ilmuwan Temukan Antivirus Nabati untuk Lawan Varian Virus Corona Covid-19

Health | Senin, 22 November 2021 | 09:24 WIB

NHS Ingin Suntikan Vaksin Covid-19 pada Anak Usia 5 Tahun, Ini Kata Ahli!

NHS Ingin Suntikan Vaksin Covid-19 pada Anak Usia 5 Tahun, Ini Kata Ahli!

Health | Senin, 22 November 2021 | 08:08 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB