alexametrics

Mengenal Klasifikasi Variant of Concern, seperti Virus Corona Omicron

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Mengenal Klasifikasi Variant of Concern, seperti Virus Corona Omicron
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Varian yang diberi nama Omicron ini memiliki banyak mutasi, dan beberapa di antaranya mengkhawatirkan

Suara.com - Pada 24 November lalu Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendapat laporan bahwa ada varian baru virus corona di Afrika Selatan. Varian ini diketahui dari spesimen yang dikumpulkan pada 9 November.

Varian yang diberi nama Omicron ini memiliki banyak mutasi, dan beberapa di antaranya mengkhawatirkan. Bahkan, bukti awal menunjukkan adanya peningkatan risiko infeksi ulang pada varian ini.

Berdasarkan bukti yang ada, varian Omicron menunjukkan perubahan merugikan dalam epidemiologi Covid-19.

Karenanya, Technical Advisory Group on SARS-CoV-2 Virus Evolution (TAG-VE) menyarankan varian ini ditetapkan sebagai Variant of Concern (VOC) atau varian yang diwaspadai.

Baca Juga: Varian Baru Covid-19 Omicron Mengancam, WHO Minta Negara Dunia Lakukan 4 Hal Ini

Varian baru virus Corona [Foto: Antara]
Varian baru virus Corona [Foto: Antara]

Menurut laman WHO, varian SARS-CoV-2 yang ditetapkan sebagai VOC merupakan jenis virus corona yang memenuhi definisi Variant of Interest (VOI), ditandai dengan:

  • perubahan genetik yang diperkirakan atau diketahui memengaruhi karateristik virus, seperti penularan, keparahan penyakit, pelepasan kekebalan, pelepasan diagnostik atau terapeutik
  • varian yang telah diidentifikasi sebagai penyebab penularan dalam kelompok masyarakat atau beberapa klaster Covid-19 di banyak negara dengan prevalensi relatif meningkat seiring peningkatan jumlah kasus dari waktu ke waktu.

Varian juga bisa diklasifikasikan VOI apabila memiliki dampak epidemiologis nyata, yang menunjukkan risiko terhadap kesehatan masyarakat secara global.

Jika suatu virus sudah termasuk dalam klasifikasi VOI, WHO akan menetapkannya sebagai varian yang diwaspadai jika virus menyebabkan satu atau lebih dari klasifikasi ini:

  • peningkatan penularan atau perubahan yang merugikan dala epidemiologi Covid-19
  • peningkatan virulensi atau perubahan presentasi penyakit secara klinis
  • penurunan efektivitas kesehatan masyarakat dan tindakan sosial, seperti diagnostik, vaksin, serta pengobatan yang tersedia.

Terkait varian baru ini, WHO mengimbau semua orang untuk tetap mempraktikkan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko terinfeksi Covid-19, seperti tetap memakai masker meski sudah divaksinasi.

Baca Juga: WHO Meminta Tiap Negara untuk Melakukan 4 Hal Ini Terkait Penyebaran Varian Omicron

Komentar