5 Teknik Manajemen Stres Yang Bisa Kamu Lakukan, Dijamin Manjur!

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Selasa, 30 November 2021 | 13:30 WIB
5 Teknik Manajemen Stres Yang Bisa Kamu Lakukan, Dijamin Manjur!
Manajemen stres. (Shutterstock)

Suara.com - Melakukan aktivitas produktif seringkali tidak lepas dari  stres. Emosional negatif ini terjadi ketika seseorang mengalami beban yang berat, mulai dari tanggung jawab pekerjaan hingga tugas-tugas sekolah.

Saat mengalami stres dan sulit dikontrol, terkadang seorang sulit untuk berpikir jernih. Padahal, saat stres, kondisi itu bisa menghambat aktivitas. 

Meski demikian, ada lima manajemen stres yang bisa diakukan di rumah, seperti dilansir dari Healthshots. Simak ulasannya!

Lakukan perawatan wajah

Ilustrasi perawatan kulit (Elements Envato)
Ilustrasi perawatan kulit (Elements Envato)

Salah satu bentuk manajemen stres sekaligus me time adalah, dengan melakukan perawatan wajah, baik itu di malam hari atau sepanjang hari. Tentu Anda bisa coba memijat area wajah dengan krim atau minyak. Dengan melakukan perawatan wajah, ini dapat membantu Anda untuk menenangkan saraf sekaligus melepaskan hormon stres. Selain itu, manajemen stres ini disebut ampuh untuk berpikir jernih. Jadi, cobalah lakukan teknik ini setidaknya 3-5 menit.

Lakukan teknik pernapasan

Cara sederhana untuk manajemen stres adalah, dengan melakukan teknik pernapasan. Teknik ini dikatakan dapat membantu Anda untuk kembali fokus pada pikiran serta tubuh. Dari teknik tersebut, Anda bisa lakukan tarikan napas selama empat hitungan, tahan selama empat hitungan, lalu hembuskan selama empat hitungan. Lakukan teknik ini secara konsisten sebanyak 21 kali setiap hari ya.

Manjakan indera penciuman

Mencium wewangian memiliki kemampuan untuk menyembuhkan sekaligus membantu menghilangkan stres pada pikiran dan juga tubuh. Untuk memanjakan indera penciuman, Anda bisa oleskan cairan aroma pada pergelangan tangan atau di bawah hidung. Setelah itu, tutup mata Anda saat melakukan teknik ini.

Lakukan teknik meditasi

Meditasi tidak selalu harus dilakukan di ruangan tertutup atau dengan lampu mati. Tetapi, Anda bisa lakukan dengan cara melatih perhatian, yang bisa dilakukan di alam sekitar. Dengan meditasi, ini membantu Anda untuk melepaskan ketegangan sekaligus membantu Anda menjadi lebih fokus.

Menulis jurnal

Mungkin Anda sudah pernah mendengar apa itu menulis jurnal. Ya, menulis jurnal disebut mampu melepaskan hormon ketegangan dan juga stres. Selain itu, menulis jurnal dapat menjadi terapi untuk melepaskan emosi negatif dan juga keresahan yang Anda rasakan. Dengan menulis jurnal, Anda bisa tuliskan beberapa pemikiran atau mencatat kekurangan dan kelebihan sebagai bahan evaluasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fungsi Bronkiolus: Penyalur dan Pengontrol Oksigen Tubuh

Fungsi Bronkiolus: Penyalur dan Pengontrol Oksigen Tubuh

Jogja | Selasa, 30 November 2021 | 11:43 WIB

Ngeri! Ini Dampak Stres Berkepanjangan Pada Sistem Imun Tubuh Manusia

Ngeri! Ini Dampak Stres Berkepanjangan Pada Sistem Imun Tubuh Manusia

Health | Senin, 29 November 2021 | 18:04 WIB

4 Tanda Sehat Mental, Mulai Dari Sosial Hingga Intelektual

4 Tanda Sehat Mental, Mulai Dari Sosial Hingga Intelektual

Health | Senin, 29 November 2021 | 13:10 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB