Komnas KIPI: Efek Samping Serius Vaksin Covid-19 Paling Banyak Akibat Sinovac

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 30 November 2021 | 17:55 WIB
Komnas KIPI: Efek Samping Serius Vaksin Covid-19 Paling Banyak Akibat Sinovac
Jurnalis Karerek saat divaksin Sinovac [Istimewa]

Suara.com - Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) vaksin Covid-19 terus dipantau meski telah ratusan juta orang yang disuntik. Komnas KIPI mencatat bahwa sejak program vaksinasi Covid-19 diluncurkan pada Januari 2021, setiap bulan selalu ada laporan efek samping yang dilaporkan.

Data Komnas KIPI tercatat bahwa laporan efek samping vaksin Covid-19 paling banyak terjadi pada penerima vaksin Sinovac. Dari segi usia juga kebanyakan dialami kelompok usia 30-39 tahun.

"Paling banyak KIPI memang terjadi pada Sinovac. Tapi bukan gara-gara paling banyak KIPI-nya, tapi memang paling banyak yang dipakai. Jumlah yang dipakai sudah ratusan juta, sampai hari ini lebih dari 150 juta dosis," kata Ketua Komnas KIPI prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan, Sp.A(K)., dalam webinar KPCPEN, Selasa (30/11/2021).

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)

Selama 11 bulan program vaksinasi Covid-19 dilakukan, Komnas KIPI mencatat adanya 72 laporan KIPI serius yang terjadi pada kelompok usia 30-39 tahun penerima vaksin Sinovac. Jumlah itu paling banyak di antara rentang usia yang lain.

Sedangkan laporan KIPI serius dengan jenis vaksin lain pada usia 30-39 tahun, jumlahnya lebih sedikit. Seperti Astrazeneca 8 laporan, Sinopharm 0 laporan, Pfizer 1 laporan, dan Moderna 1 laporan.

"Jadi kalau ada 72 yang serius, ya berarti dari 150 juta lebih. Dan kelompok umur yang paling banyak memang dewasa muda karena yang paling banyak di vaksinasi itu memang dewasa muda," kata prof Hindra.

KIPI serius diartikan dengan efek samping vaksin yang mengakibatkan penerimanya harus dirawat di rumah sakit akibat masalah kesehatan tertentu yang berkaitan dengan imunisasi. Paling parah KIPI serius berakibat sampai mengancam nyawa.

Prof Hindra menjelaskan, saat dilaporkan kejadian KIPI serius, akan dilakukan investigasi oleh Puskesmas, Dinas Kesehatan setempat, kemudian audit oleh Pemerintah Daerah dan dilaoirkan ke Komnas KIPI untuk menindakan lebih lanjut.

Laporan KIPI serius masih terus dilapirkan setiap bulan sejak Januari. Selama November ini, Komnas KIPI menerima 7 laporan KIPI serius yang berkaitan dengan vaksinasi Covid-19. Data Komnas KIPI tercatat bahwa kejadin KIPI serius paling banyak terjadi pada Maret sebanyak 95 laporan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soroti Vaksinasi Covid-19 Tak Merata, Epidemiolog: Terkonsentrasi Hanya di Jawa-Bali

Soroti Vaksinasi Covid-19 Tak Merata, Epidemiolog: Terkonsentrasi Hanya di Jawa-Bali

News | Selasa, 30 November 2021 | 16:27 WIB

Pemkab Tangerang Tata Ulang Pemakaman Covid-19 di TPU Buniayu

Pemkab Tangerang Tata Ulang Pemakaman Covid-19 di TPU Buniayu

Banten | Selasa, 30 November 2021 | 16:26 WIB

Cegah Penularan Varian Omicron, Ahli Sarankan Tetap Pakai Masker di Dalam Ruangan!

Cegah Penularan Varian Omicron, Ahli Sarankan Tetap Pakai Masker di Dalam Ruangan!

Health | Selasa, 30 November 2021 | 16:08 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×