alexametrics

Jangan Cukur Bulu Kemaluan Saat Vagina Sedang Dalam Kondisi Begini

Bimo Aria Fundrika
Jangan Cukur Bulu Kemaluan Saat Vagina Sedang Dalam Kondisi Begini
Ilustrasi mencukur bulu kemaluan.

Penting diingat rambut kemaluan ada karena suatu alasan.

Suara.com - Saat bicara soal menghilangkan bulu kemaluan di sekitar vagina, mencukur dikenal sebagai metode yang dilakukan banyak orang.

Penting diingat bulu kemaluan ada karena suatu alasan. Ia memiliki fungsi melindungi dari infeksi dan tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa harus menyingkirkannya.

Dr Rinky Kapoor, Konsultan Dermatologis, Dermatologis Kosmetik dan Ahli Bedah Kulit, The Esthetic Clinics mengatakan, bahwa mencabut bulu kemaluan sama sekali tidak wajib.

Meski sebenarnya tidak ada salahnya memangkas bulu kemaluan, tapi ada waktu dan kondisi yang sebaiknya dihindari. Dilansir dari Healthshots, berikut ini waktu yang mesti dihindari.

Baca Juga: Hits Health: Vagina Gatal di Malam Hari, Dampak Suntik Booster Vaksin Pfizer

Jika ada infeksi

Infeksi vagina. 

Baik itu infeksi jamur, bakterial vaginitis, atau yang lainnya, seorang harus menghindari mencukur di sana. Mencukur dapat menyebarkan infeksi. Bahkan, Anda perlu memberi tahu dokter Anda tentang hal yang sama.

Saat melakukan aktivitas seksual

Jika berencana untuk melakukan hubungan fisik dengan pasangan, disarankan untuk menghindari mencukur di sana karena bulu kemaluan bertindak sebagai penghalang. Gesekan itu setelah Anda bercukur dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan bulu tumbuh ke dalam. Tidak hanya itu, Anda juga akan rentan terhadap penyakit menular seksual (PMS).

bulu tumbuh ke dalam

Baca Juga: Vagina Gatal di Malam Hari? Ini Kemungkinan Penyebabnya

Tidak perlu dipikirkan lagi bahwa terlalu banyak mencukur dapat mengundang bulu yang tumbuh ke dalam dan bahkan peradangan kulit. Dengan demikian, ada kemungkinan infeksi yang lebih tinggi di sana. Sebaiknya istirahat sejenak dari bercukur. Lanjutkan bercukur hanya setelah berbicara dengan ahlinya.

Komentar