alexametrics

Mengenal Tantrum Anak, Serta Bagaimana Cara Menanganinya

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar
Mengenal Tantrum Anak, Serta Bagaimana Cara Menanganinya
Ilustrasi anak tantrum. (Pexels)

Kondisi ini sering terjadi pada anak di usia 1-4 tahun, saat anak masih belajar untuk berkomunikasi dengan benar.

Suara.com -  Tantrum atau kemarahan umumnya terjadi ketika anak belum bisa menemukan kosakata yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya. Kondisi ini sering terjadi pada anak di usia 1-4 tahun, saat anak masih belajar untuk berkomunikasi dengan benar.

Meski anak dikatakan wajar mengalami fase tantrum, ada beberapa penyebab anak mengalami tantrum dengan cara berbeda. Antara lain:

  • Temperamen anak.
  • Harapan keluarga.
  • Jenis kelamin anak.
  • Latar belakang budaya.
  • Usia dan tahap perkembangan anak.
  • Komunikasi keluarga.
  • Keadaan fisik, emosional, serta faktor-faktor sosial.

Ketika anak mengalami kemarahan atau tantrum, orangtua sebaiknya perlu mengenali gejala yang muncul pada anak. Dan jangan hanya fokus pada satu penyebab. Jika ada waktu luang, orangtua bisa membuat daftar faktor terjadinya tantrum serta mengidentifikasi tanda-tandanya.

Ilustrasi anak tantrum (Jcomp/freepik).
Ilustrasi anak tantrum (Jcomp/freepik).

Mengutip dari buku Happy Parenting: Without Spanking Or Yelling (2017) yang ditulis  oleh Novita Tandry, kemarahan yang terjadi pada anak bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan ketika anak tumbuh dan berkembang.

Baca Juga: Teriakan Nenek Minta Tolong, Disekap dan Mau Diperkosa Anak Muda

Bahkan, anak yang mengalami tantrum lebih mudah dikenali dari tanda-tanya yang jelas, antara lain:

  • Susah makan, susah tidur, dan susah diarahkan untuk buang air di toilet.
  • Emosi yang sangat kuat, biasanya mudah marah dan menangis ketimbang bahagia.
  • Mudah terganggu oleh perubahan, lalu lambat beradaptasi dan sulit ditenangkan.

Ketika anak mengalami tantrum, sebagai orangtua penting untuk mencari solusinya. Berikut tiga cara untuk menangani tantrum anak yang bisa Anda lakukan di rumah.

Hindari situasi negatif

Untuk mengatasi tantrum pada anak, yang pertama perlu hindari dari situasi yang negatif. Dengan menghindari situasi negatif, ini akan membantu anak Anda untuk terbiasa berada di lingkungan yang positif. Lambat laun, anak akan menyadari bahwa pertengkaran dan kemarahan tidak ada gunanya dalam situasi yang positif.

Perhatikan aspek baik di diri anak

Baca Juga: Raffi Ahmad Ungkap Nama Anak Kedua dan Maknanya

Sebagai orangtua, Anda perlu melihat aspek terbaik dari diri sang anak, khususnya jika sedang mengendalikan kemarahannya dengan baik. Ketika anak mampu mengatasi amarahnya, jangan sungkan-sungkan berikan pujian.

Komentar