Efikasi Vaksin Covid-19 Terhadap Varian Omicron Diragukan? Ini Penjelasan Kemenkes

M. Reza Sulaiman

Kamis, 02 Desember 2021 | 14:51 WIB
Efikasi Vaksin Covid-19 Terhadap Varian Omicron Diragukan? Ini Penjelasan Kemenkes
Covid-19 varian Omicron. [Dok.Antara]

Suara.com - Munculnya Covid-19 varian Omicron membuat masyarakat bertanya-tanya tentang efikasi alias keampuhan vaksinasi. Bagaimana jika perlindungan menurun di masa depan? Harus melakukan vaksinasi ulang?

Menanggapi pertanyaan ini, Juru Bicara Vaksin COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengatakan tubuh memiliki sel memori yang tetap bisa menciptakan kembali antibodi terhadap virus COVID-19 meskipun efikasi vaksin mulai menurun setelah enam bulan pascapenyuntikan.

Nadia menjelaskan dalam diskusi daring mengenai vaksinasi yang dipantau di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa sel memori di dalam tubuh akan membentuk kembali antibodi untuk menghalau virus Sars-CoV-2 apabila terdeteksi menginfeksi tubuh.

"Walaupun terjadinya penurunan efikasi, memori kita masih ada yang kemudian nanti pas ada virus masuk ke tubuh kita, sel memori akan membentuk lagi antibodi. Dengan adanya sistem-sistem yang siap sedia untuk menghadapi berbagai serangan virus, maka virus akan cepat dinetralisir," jelas Nadia.

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Hal ini, lanjut Nadia, menjawab anggapan yang mengatakan percuma divaksinasi karena efikasi vaksin tersebut akan menurun setelah enam bulan. Dia menegaskan bahwa orang yang sudah divaksin, walaupun antibodi terhadap COVID-19 menurun setelah enam bulan, masih lebih baik dan terproteksi dibandingkan dengan orang yang tidak divaksin sama sekali.

Nadia menekankan bahwa manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan efek samping yang didapat pascaimunisasi. Selain itu, manfaat dari vaksin bukan hanya untuk melindungi diri sendiri tapi juga akan berdampak lebih besar apabila dilakukan secara bersama-sama yang dapat menciptakan kekebalan kelompok untuk menghentikan penularan virus di masyarakat.

Nadia juga menegaskan kembali bahwa vaksin COVID-19 yang ada sekarang ini dipastikan aman karena telah diteliti secara ilmiah dan sudah melewati serangkaian pengujian, baik pengujian pada hewan hingga uji klinis bertahap pada manusia.

"Semua vaksin yang dikembangkan sudah melalui rangkaian penelitian dan terbukti aman dan efektif dalam menghalau virus," katanya.

Setidaknya saat ini, menurut Nadia, sudah ada 11 jenis vaksin di Indonesia yang sudah mendapatkan izin penggunaan darurat. Vaksin itu sebagian digunakan oleh program pemerintah secara nasional, program Vaksin Gotong Royong oleh perusahaan, dan sebagian lainnya sudah mendapatkan izin untuk bisa digunakan sebagai salah satu alternatif untuk skema vaksinasi secara mandiri.

baca juga

"Jadi peran vaksin adalah dengan divaksinasi COVID-19 maka kekebalan individu terbangun. Kalau semua individu semakin banyak muncul kekebalannya, maka akan muncul kekebalan kelompok dan pada akhirnya permasalahan pandemi yang disebabkan oleh virus COVID-19 menghilang," katanya. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bobby Nasution Targetkan Sumut Bebas Rabies, Perkuat Vaksinasi Hewan Peliharaan

Bobby Nasution Targetkan Sumut Bebas Rabies, Perkuat Vaksinasi Hewan Peliharaan

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:59 WIB

Klinik Hewan Keliling DKI Resmi Beroperasi, Warga Bisa Akses Layanan Mulai Rp35 Ribu

Klinik Hewan Keliling DKI Resmi Beroperasi, Warga Bisa Akses Layanan Mulai Rp35 Ribu

Foto | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:34 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak

Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:32 WIB

Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja

Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 14:33 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi

Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi

Your Say | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:20 WIB

Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang

Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang

Health | Kamis, 19 Februari 2026 | 07:35 WIB

Terkini

Kemenkeu Sebut AI Bisa Cari Potensi Pajak Baru hingga Endus Warga yang Tak Patuh

Kemenkeu Sebut AI Bisa Cari Potensi Pajak Baru hingga Endus Warga yang Tak Patuh

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Daftar HP RAM 16 GB untuk Multitasking dan Gaming Berat, Ini Harga Terbarunya

Daftar HP RAM 16 GB untuk Multitasking dan Gaming Berat, Ini Harga Terbarunya

Tekno | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:13 WIB

Polisi Bakar 23 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing, Tak Ada Pelaku yang Ditangkap

Polisi Bakar 23 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing, Tak Ada Pelaku yang Ditangkap

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Ulasan Novel Good Wives: Perjalanan Empat Saudari March Menuju Kedewasaan

Ulasan Novel Good Wives: Perjalanan Empat Saudari March Menuju Kedewasaan

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Industri F&B RI Terus Naik, Tapi UMKM Masih Minim Adopsi ke Digital

Industri F&B RI Terus Naik, Tapi UMKM Masih Minim Adopsi ke Digital

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:58 WIB

6 Trik Meningkatkan Kecerdasan Emosional agar Lebih Tenang Menghadapi Tekanan Hidup

6 Trik Meningkatkan Kecerdasan Emosional agar Lebih Tenang Menghadapi Tekanan Hidup

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:57 WIB

Kembangkan Kasus Pembakaran Warung Mi Babi, Polisi Gerebek Ponpes di Karanganyar

Kembangkan Kasus Pembakaran Warung Mi Babi, Polisi Gerebek Ponpes di Karanganyar

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:56 WIB

5 Sabun Cuci Muka dengan Ekstrak Semangka, Ampuh Cerahkan Wajah Kusam

5 Sabun Cuci Muka dengan Ekstrak Semangka, Ampuh Cerahkan Wajah Kusam

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:55 WIB

Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam

Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam

Kaltim | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Bawa Enam Tuntutan, FPR dan ILPS Akan Gelar Aksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

Bawa Enam Tuntutan, FPR dan ILPS Akan Gelar Aksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:45 WIB

×