alexametrics

Bahaya Obat Nyamuk Bakar dan Berita Populer Health Lainnya

Risna Halidi
Bahaya Obat Nyamuk Bakar dan Berita Populer Health Lainnya
Ilustrasi Nyamuk (Pixabay) / Emphyrio

Simak deretan berita kanal Health hari ini, Minggu 5 Desember 2021.

Suara.com - Siapa sangka, kebiasaan menggunakan obat nyamuk bakar ternyata bisa membahayakan tubuh. Hal itu diungkap oleh pakar kesehatan berikut ini.

Selain bahaya menggunakan obat nyamuk bakar, simak juga berita kesehatan populer lainnya yang ada di kanal Health Suara.com edisi Minggu, 5 Desember 2021.

1. 5 Bahaya Laten Penggunaan Obat Nyamuk Bakar, Salah Satunya Tingkatkan Risiko Kanker

Ilustrasi obat nyamuk bakar (YouTube/AlaskaGranny)
Ilustrasi obat nyamuk bakar (YouTube/AlaskaGranny)

Obat nyamuk bakar telah menjadi cara yang dianggap ampuh untuk membasmi nyamuk. Biasanya, ini digunakan saat malam hari menjelang tidur, di mana nyamuk-nyamuk berkeliaran dan menggigit orang tidur.

Baca Juga: Kondisi Lumajang Pascaerupsi Gunung Semeru

Namun penggunaan obat nyamuk bakar justru dianggap kurang baik, terutama di ruang tertutup. Obat nyamuk bakar juga bisa sangat membahayakan kesehatan dalam jangka panjang.

Baca selengkapnya

2. Gunung Semeru Erupsi: Kenali Ciri Abu Vulkanik, Serta Bahayanya Bagi Kesehatan

Warga mengamankan barang berharga miliknya dari rumahnya yang rusak akibat diterjang material guguran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). [ANTARA FOTO/Zabur Karuru]
Warga mengamankan barang berharga miliknya dari rumahnya yang rusak akibat diterjang material guguran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). [ANTARA FOTO/Zabur Karuru]

Gunung Semeru di Malang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sore. Akibatnya, gunung tertinggi di pulau Jawa itu sampai mengeluarkan guguran awan panas juga abu vulkanik yang menimpa rumah warga di sekitar kaki gunung.

Kronologi kejadian yang diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Desa Sumberwuluh, terekam bagaimana getaran banjir lahar atau guguran awan panas mulai terjadi pada pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter.

Baca Juga: Setelah Letusan Kemarin, Aktivitas Gunung Semeru Lumajang Masih di Level II Waspada

Baca selengkapnya

3. Dikira Mati Rasa karena Saraf Kejepit, Perempuan 24 Tahun Ternyata Idap Tumor Otak

Ilustrasi perempuan melakukan pemeriksaan tumor otak. [Shutterstock]
Ilustrasi perempuan melakukan pemeriksaan tumor otak. [Shutterstock]

Mati rasa alias kebas di sebagian anggota tubuh memang menjadi gejala utama penyakit saraf kejepit. Tragisnya, mati rasa juga bisa jadi gejala penyakit yang lebih berbahaya, seperti tumor otak.

Inilah yang dialami oleh Danielle Soviero, seorang perempuan 24 tahun asal Amerika Serikat. Ia awalnya merasakan sisi kanan tubuhnya mati rasa. Tapi lambat laun, ia tidak bisa berbicara, bahkan hingga menjatuhkan barang, dan akhirnya memutuskan pergi ke rumah sakit.

Baca selengkapnya

Komentar