5 Bahaya Laten Penggunaan Obat Nyamuk Bakar, Salah Satunya Tingkatkan Risiko Kanker

Risna Halidi

Minggu, 05 Desember 2021 | 18:01 WIB
5 Bahaya Laten Penggunaan Obat Nyamuk Bakar, Salah Satunya Tingkatkan Risiko Kanker
Ilustrasi obat nyamuk bakar (YouTube/AlaskaGranny)

Suara.com - Obat nyamuk bakar telah menjadi cara yang dianggap ampuh untuk membasmi nyamuk. Biasanya, ini digunakan saat malam hari menjelang tidur, di mana nyamuk-nyamuk berkeliaran dan menggigit orang tidur.

Namun penggunaan obat nyamuk bakar justru dianggap kurang baik, terutama di ruang tertutup. Obat nyamuk bakar juga bisa sangat membahayakan kesehatan dalam jangka panjang.

Bahaya penggunaan obat nyamuk bakar ini telah diungkap oleh Dokter Konsultan, Ahli Intensif, dan Spesialis Penyakit Menular dr. Vikrant Shah.

"Ya, kebiasaan ini dapat berdampak buruk pada paru-paru Anda, sehingga ini bisa menyebabkan kanker paru-paru," ungkapnya melansir dari Healthshots.

Ilustrasi Nyamuk (Pixabay) / Emphyrio
Ilustrasi Nyamuk (Pixabay) / Emphyrio

"Ini juga dapat memicu kondisi pernapasan seperti asma, penyakit paru obstruktif kronik, hingga sakit kepala," lanjut dr. Vikrant. Karena itu, dr. Vikrant mengatakan perlu tindakan alternatif selain penggunaan obat nyamuk bakar.

Beberapa tindakan yang bisa dilakukan mulai dari memakai kelambu, mengenakan pakaian lengan panjang, dan menggunakan obat oles anti-nyamuk.

Perlu diketahui, obat nyamuk bakar mengandung beberapa zat. Mulai dari logam berat seperti aluminium, kromium, timah, insektisida, piretrin pestisida, dan aromatik untuk pengusir nyamuk.

Tak hanya mengusir dan membunuh nyamuk, zat ini justru malah membahayakan kesehatan Anda. Ada lima bahaya yang bisa terjadi jika menggunakan obat nyamuk bakar terlalu sering. Berikut paparannya!

1. Kanker Paru-Paru
Dikatakan, penggunaan obat nyamuk bakar mengandung karsinogenik yang berdampak bagi paru-paru. Sehingga ini dapat meningkatkan risiko kanker yang berbahaya.

baca juga

2. Memicu Asma
Penggunaan obat nyamuk bakar terlalu sering dapat meningkatkan penyakit asma dan paru obstruktif kronik. Hal ini dikarenakan proses pembakaran dapat menyebabkan serangan asma, pernapasan, hingga batuk.

3. Menyebabkan Sakit Kepala
Dikatakan, zat-zat yang terdapat di obat nyamuk bakar ini dapat menyebabkan sakit kepala. Ada sebagian besar orang yang menderita penyakit ini setelah membakar obat tersebut. Karena itu, menggunakan obat bakar bukan ide yang baik.

4. Menyebabkan Ruam Kulit dan Alergi
Zat logam yang ada di obat nyamuk bakar dapat menyebabkan ruam kulit dan alergi. Karena itu, berhati-hatilah saat menggunakan obat pembasmi nyamuk ini, dan jangan dipakai terlalu sering.

5. Dapat Membahayakan Anak-anak
Obat nyamuk bakar mengandung beberapa bahan kimia yang tidak aman untuk dihirup. Dan ini tidak hanya membahayakan Anda saja, tetapi juga berdampak pada anak-anak, salah satunya memperburuk masalah pernasapan mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikira Mati Rasa karena Saraf Kejepit, Perempuan 24 Tahun Ternyata Idap Tumor Otak

Dikira Mati Rasa karena Saraf Kejepit, Perempuan 24 Tahun Ternyata Idap Tumor Otak

Health | Minggu, 05 Desember 2021 | 10:13 WIB

Jadi Silent Killer karena Tak Bergejala, Begini Cara Deteksi Dini Kanker Hati

Jadi Silent Killer karena Tak Bergejala, Begini Cara Deteksi Dini Kanker Hati

Health | Sabtu, 04 Desember 2021 | 16:09 WIB

RS Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang Buka Layanan Kemoterapi untuk Penyintas Kanker

RS Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang Buka Layanan Kemoterapi untuk Penyintas Kanker

Batam | Sabtu, 04 Desember 2021 | 09:55 WIB

Terkini

Penyaluran Kredit FIFGroup Tumbuh 6,8 Persen

Penyaluran Kredit FIFGroup Tumbuh 6,8 Persen

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 18:36 WIB

Bule Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Kawasan Tanjung Mebulu

Bule Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Kawasan Tanjung Mebulu

Bali | Sabtu, 26 September 2026 | 18:33 WIB

Gaya Hidup Hedon Deputi Bakom Timothy Ivan Triyono Disorot, MAKI: Mundur Saja Kalau Tak Bisa Rem!

Gaya Hidup Hedon Deputi Bakom Timothy Ivan Triyono Disorot, MAKI: Mundur Saja Kalau Tak Bisa Rem!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 18:32 WIB

Bye Bibir Mengelupas! 5 Lip Care Panthenol untuk Bibir Plump dan Sehat

Bye Bibir Mengelupas! 5 Lip Care Panthenol untuk Bibir Plump dan Sehat

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif

Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif

News | Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Suasana Haru Pemakaman Guruh Soekarnoputra di Karet Bivak

Suasana Haru Pemakaman Guruh Soekarnoputra di Karet Bivak

Foto | Sabtu, 26 September 2026 | 18:20 WIB

Review Skenario Sang Jenderal: Kupas Kasus Sensitif yang Mengguncang Publik

Review Skenario Sang Jenderal: Kupas Kasus Sensitif yang Mengguncang Publik

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:15 WIB

4 Tablet Murah untuk Pelajar Paling Worth It 2026, Bonus Stylus Cuma Rp2 Jutaan

4 Tablet Murah untuk Pelajar Paling Worth It 2026, Bonus Stylus Cuma Rp2 Jutaan

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 18:15 WIB

Modus Licik BPN Jatim: Ubah Uang Suap Jadi Perhiasan Emas, Kini Disita KPK!

Modus Licik BPN Jatim: Ubah Uang Suap Jadi Perhiasan Emas, Kini Disita KPK!

News | Sabtu, 26 September 2026 | 18:11 WIB

Skutik Retro Yamaha Sukses Pikat Pasar Anak Muda Jawa Barat

Skutik Retro Yamaha Sukses Pikat Pasar Anak Muda Jawa Barat

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 18:07 WIB

×