PPKM Level 3 Batal, Bisakah Picu Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 07 Desember 2021 | 18:00 WIB
PPKM Level 3 Batal, Bisakah Picu Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19?
Warga melintas di dekat mural bertema COVID-19 di Jakarta, Rabu (1/12/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan PPKM Level 3 batal saat Nataru atau Libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Salah satu yang dikhawatirkan dari pembatalan PPKM Level 3 adalah memicu lonjakan kasus dan menyebabkan gelombang ketiga pandemi Covid-19 di Tanah Air, benarkah demikian?

Menanggapi hal ini, Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman mengatakan bahwa level PPKM bukan faktor penentu terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19. Ia mengatakan bahwa banyak faktor yang menyebabkannya. 

Salah satunya masih banyak masyarakat yang belum terlindungi atau belum memiliki antibodi yang mampu melawan Covid-19.

Ilustrasi virus corona. [Antara]
Ilustrasi virus corona. [Antara]

"Ada tidak masyarakat yang rawan atau belum memiliki imunitas di masyarakat, yaitu yang belum divaksin atau belum terinfeksi. Terutama kan yang harus dilindungi yang belum vaksin, atau artinya proteksi dari vaksinasi," ujar Dicky saat dihubungi suara.com, Selasa (7/12/2021).

Sedangkan kata Dicky, jumlah vaksinasi Covid-19 Indonesia sudah cukup signifikan. Meskipun itu jika dilihat dari jumlah vaksin dosis pertama, sudah 142 juta dari 208 juta target vaksinasi.

"Nah, ini kan jumlahnya ada cukup signifikan setidaknya, kalau misalnya dosis 1 yang jadi rujukan, antara 30 hingga 40 persen penduduk kita masih rawan, itu potensi gelombang itu ada," tutur Dicky.

Sedangkan kata Dicky, PPKM jadi salah satu alat untuk melindungi orang yang belum divaksinasi. 

Ia mengatakan, alih-alih fokus pada level PPKM, protokol kesehatam 3M, vaksinasi dan 3T (tracing, testing, treatment) harus ditingkatkan berapapun level PPKM-nya.

baca juga

"Hal yang harus selalu dijaga yaitu, konsistensinya, mau berapapun levelnya 5M tetap, 3T dan vaksinasi harus dilakukan," jelas Dicky.

Hal yang sama juga berlaku untuk mencegah varian Omicron masuk ke Indonesia. Pemerintah wajib menambah kapasitas whole genom squencing, mendeteksi berbagai varian baru di tanah air, termasuk potensi dibawa oleh pendatang.

Whole genom sequencing adalah kegiatan pengurutan genom (struktur) virus yang menyebar dan menginfeksi beberapa orang dalam satu wilayah.

"Varian Omicron sama strateginya, dan PPKM bertingkat ini harus dijaga konsistensinya sesuai indikator, kalaupun nggak diberlakukan semua daerah PPKM level 3," pungkas Dicky.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Sebut Pandemi Covid-19 Sebabkan Kasus Kematian Akibat Malaria Meningkat Tajam

WHO Sebut Pandemi Covid-19 Sebabkan Kasus Kematian Akibat Malaria Meningkat Tajam

Health | Selasa, 07 Desember 2021 | 15:26 WIB

PPKM Level 3 Batal, Begini Nasib Perayaan Tahun Baru 2022 di Kota Bandung

PPKM Level 3 Batal, Begini Nasib Perayaan Tahun Baru 2022 di Kota Bandung

Jabar | Selasa, 07 Desember 2021 | 15:00 WIB

Wajib Catat! Ini Peraturan Pemerintah Pengganti PPKM Level 3 Saat Libur Nataru

Wajib Catat! Ini Peraturan Pemerintah Pengganti PPKM Level 3 Saat Libur Nataru

Surakarta | Selasa, 07 Desember 2021 | 15:00 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

×