WHO Sebut Pandemi Covid-19 Sebabkan Kasus Kematian Akibat Malaria Meningkat Tajam

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 07 Desember 2021 | 15:26 WIB
WHO Sebut Pandemi Covid-19 Sebabkan Kasus Kematian Akibat Malaria Meningkat Tajam
ilustrasi WHO. (Hector Christiaen / Shutterstock.com)

Suara.com - Kasus infeksi dan kematian akibat malaria meningkat selama pandemi Covid-19. Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyebut bahwa kondisi pandemi telah mengganggu layanan pengobatan malaria.

Menurut laporan terbaru WHO terkait kasus malaria di dunia, diperkirakan ada 241 juta kasus malaria dan 627.000 kematian selama 2020. Jumlah kasus yang ditemukan meningkat hingga 14 juta lebih dibanding pada 2019. Angka kematian juga lebih tinggi 69 ribu dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Sekitar dua pertiga kematian akibat malaria yang terjadi selama 2020 berkaitan dengan gangguan dalam penyediaan pencegahan, diagnosis, dan pengobatan akibat kondisi pandemi.

"Namun, situasinya bisa jauh lebih buruk," kata WHO dikutip dari situs resminya, Selasa (6/12/2021).

Sejak awal pandemi, WHO sebenarnya telah memprediksi adanya gangguan layanan kesehatan yang parah. Sehingga risiko kematian terkait kasus malaria di kawasan seperti Afrika sub-Sahara berpotensi berlipat ganda pada 2020.

Kemudian banyak negara mengambil tindakan segera untuk menopang program malaria dan menghindari skenario terburuk tersebut.

Afrika Sub-Sahara menjadi wilayah dengan beban malaria terberat. WHO mencatat ada sekitar 95 persen kasus dan 96 persen kematian akibat malaria yang terjadi tahun 2020 terjadi hanya di Afrika.

Sekitar 80 persen kematian di wilayah tersebut terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Meski demikian, WHO melihat bahwa bahwa penanganan malaria sebenarnya telah menurun sebelum terjadi pandemi. Sejak 2017, penanganan malaria secara global terus menurun.

baca juga

"Bahkan sebelum pandemi Covid-19 melanda, kemajuan global terhadap malaria telah menurun. Berkat kerja keras badan-badan kesehatan masyarakat di negara-negara yang terkena malaria, proyeksi terburuk dari dampak covid tidak terjadi," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

e-Commerce Asal Malaysia Segera Masuk Indonesia, Mampukah Saingi Shopee dan Tokopedia?

e-Commerce Asal Malaysia Segera Masuk Indonesia, Mampukah Saingi Shopee dan Tokopedia?

Bisnis | Selasa, 07 Desember 2021 | 13:20 WIB

Ratusan Brand Modest Fashion Kumpul di Virtual Modest Fashion Summit Internasional

Ratusan Brand Modest Fashion Kumpul di Virtual Modest Fashion Summit Internasional

Lifestyle | Selasa, 07 Desember 2021 | 11:14 WIB

Nggak Nyangka, Layanan Jet Pribadi Justru Semakin Diminati saat Pandemi

Nggak Nyangka, Layanan Jet Pribadi Justru Semakin Diminati saat Pandemi

Lifestyle | Selasa, 07 Desember 2021 | 10:44 WIB

Terkini

Jangan Sampai Kehabisan! Promo Tiket Kereta Api 17 Persen Spesial HUT RI Sudah Bisa Dibeli

Jangan Sampai Kehabisan! Promo Tiket Kereta Api 17 Persen Spesial HUT RI Sudah Bisa Dibeli

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:59 WIB

KPK Bongkar Jejak Restitusi Pajak Rp 48,3 Miliar dalam Kasus Suap KPP Banjarmasin

KPK Bongkar Jejak Restitusi Pajak Rp 48,3 Miliar dalam Kasus Suap KPP Banjarmasin

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:58 WIB

Punya Potensi Besar, Mengapa Ketahanan Pangan Indonesia Belum Optimal?

Punya Potensi Besar, Mengapa Ketahanan Pangan Indonesia Belum Optimal?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Prabowo Kecam Keras Korupsi MBG, Sebut Pelakunya Orang-Orang Biadab

Prabowo Kecam Keras Korupsi MBG, Sebut Pelakunya Orang-Orang Biadab

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:53 WIB

Novel White Wedding: Ketika Warna Putih Menjadi Simbol Luka dan Kebahagiaan

Novel White Wedding: Ketika Warna Putih Menjadi Simbol Luka dan Kebahagiaan

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Susunan Acara Malam Tirakatan 17 Agustus, Lengkap dan Mudah Dipraktikkan

Susunan Acara Malam Tirakatan 17 Agustus, Lengkap dan Mudah Dipraktikkan

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:50 WIB

SBY Absen di Sidang Tahunan 2026, AHY Ungkap Kondisi Kesehatan Sang Ayah di Luar Negeri

SBY Absen di Sidang Tahunan 2026, AHY Ungkap Kondisi Kesehatan Sang Ayah di Luar Negeri

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:47 WIB

Prabowo: Indonesia Anggota G20, Tak Pantas Masih Ada Rakyat yang Lapar

Prabowo: Indonesia Anggota G20, Tak Pantas Masih Ada Rakyat yang Lapar

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:45 WIB

Hadapi Demokrasi Mahal dan Krisis Iklim, DPD Usung Gagasan Green Democracy

Hadapi Demokrasi Mahal dan Krisis Iklim, DPD Usung Gagasan Green Democracy

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:45 WIB

Beda Sepeda Frame Alloy dan Hi-Ten Steel: Mana yang Lebih Ringan dan Tangguh?

Beda Sepeda Frame Alloy dan Hi-Ten Steel: Mana yang Lebih Ringan dan Tangguh?

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:43 WIB

×