Anthony Fauci Sebut Varian Omicron Tak Lebih Berbahaya dari Varian Delta

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 08 Desember 2021 | 08:29 WIB
Anthony Fauci Sebut Varian Omicron Tak Lebih Berbahaya dari Varian Delta
Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS, Anthony Fauci [AFP]

Suara.com - Virus corona varian Omicron disebut tidak lebih berbahaya dibandingkan dengan varian Delta. Ilmuwan top Amerika Serikat Anthony Fauci juga mengatakan bahwa berdasarkan indikasi awal, varian Omicron hanya menyebabkan infeksi Covid-19 gejala ringan.

Namun ia menekankan, masih perlu waktu berminggu-minggu untuk memastikan tingkat keparahan yang disebabkan varian tersebut.

Menurut Kepala penasihat medis Presiden AS Joe Biden tersebut, ada tiga aspek yang harus segera dipastikan terkait Omicron. Tiga aspek tersebut adalah potensi penularan, potensi menghindari kekebalan antibodi, dan tingkat keparahan penyakit.

Dari aspek penularan, Fauci mengingatkan kalau Omicron jelas sangat menular, bahkan lebih cepat dari Delta. Data berbagai epidemiologi dari seluruh dunia juga menunjukkan infeksi ulang lebih tinggi disebabkan oleh varian Omicron.

Sementara mengenai potensi keparahan penyakit dan ketahanan terhadap antibodi masih harus menunggu hasil percobaan laboratorium dalam beberapa hari ke depan. Fauci meyakini, Omicron kemungkinan tidak penyebabkan infeksi Covid-19 jadi lebih parah.

"Karena ketika Anda melihat beberapa kelompok yang diikuti di Afrika Selatan, rasio antara jumlah infeksi dan jumlah rawat inap tampaknya lebih sedikit dibandingkan dengan Delta," katanya, dikutip dari Channel Mews Asia.

Tetapi, dia mencatat bahwa penting untuk tidak terbuai dengan data tersebut karena populasi yang diikuti cenderung berusia muda. Kondisi penyakit parah juga biasanya perlu waktu berminggu-minggu untuk berkembang.

"Kemudian saat kita menemukan lebih banyak infeksi (Omicron) di seluruh dunia, mungkin perlu waktu lebih lama untuk melihat tingkat keparahannya," imbuhnya.

Kesimpulan sementara kalau varian omicron memang lebih menular, tapi tidak menyebabkan gejala infeksi jadi lebih parah, sehingga tidak menyebabkan lonjakan rawat inap dan kematian, disebut Fauci sebagai 'skenario kasus terbaik'.

baca juga

"Skenario terburuknya adalah tidak hanya sangat menular, tetapi juga menyebabkan penyakit parah dan kemudian terjadi gelombang infeksi lain yang belum tentu bisa dilawan vaksin atau dari antibodi alami. Saya tidak berpikir bahwa skenario terburuk akan terjadi, tetapi kita tidak pernah tahu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan: Pandemi setelah Virus Corona Covid-19 Bisa Lebih Mematikan

Ilmuwan: Pandemi setelah Virus Corona Covid-19 Bisa Lebih Mematikan

Health | Rabu, 08 Desember 2021 | 08:06 WIB

Hanya Empat Titik,  Ini Jadwal Vaksinasi Surabaya 8 Desember 2021

Hanya Empat Titik, Ini Jadwal Vaksinasi Surabaya 8 Desember 2021

Jatim | Rabu, 08 Desember 2021 | 07:36 WIB

Bukan Omicron, Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Waspada Covid-19 Varian Delta

Bukan Omicron, Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Waspada Covid-19 Varian Delta

Health | Selasa, 07 Desember 2021 | 20:34 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×